Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:18 WIB
Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?
Ilustrasi. CEO BlackRock, Larry Fink, menyebutkan bahwa lonjakan harga minyak mentah hingga menyentuh level US$ 150 per barel bukan sekadar angka, melainkan alarm bahaya yang bisa memicu resesi global yang tajam dan curam. Foto BBC Indonesia.
baca 10 detik
  • BlackRock ingatkan minyak US$ 150/barel picu resesi dunia yang tajam.
  • Kenaikan harga energi disebut 'pajak regresif' yang memukul kaum miskin.
  • Negara diminta pragmatis pakai energi fosil sekaligus agresif ke EBT.

Suara.com - Raksasa pengelola aset global, BlackRock, melontarkan peringatan keras terkait stabilitas ekonomi dunia. CEO BlackRock, Larry Fink, menyebutkan bahwa lonjakan harga minyak mentah hingga menyentuh level US$ 150 per barel bukan sekadar angka, melainkan alarm bahaya yang bisa memicu resesi global yang tajam dan curam.

Berdasarkan kurs saat ini (Rp 16.886/US$), harga tersebut setara dengan Rp 2,53 juta per barel. Fink menilai kenaikan biaya energi ini merupakan pukulan telak bagi masyarakat ekonomi lemah.

"Kenaikan harga energi adalah pajak yang sangat regresif. Ini lebih memengaruhi kaum miskin daripada kaum kaya," tegas Fink sebagaimana dikutip dari BBC, Rabu (25/3/2026).

Liar dan tidak terprediksi. Itulah gambaran pasar keuangan saat ini akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Para pelaku pasar masih terus mengalkulasi dampak akhir dari ketegangan geopolitik tersebut terhadap biaya energi global.

Fink memetakan dua skenario ekstrem bagi masa depan harga minyak. Pertama, jika konflik mereda dan Iran kembali diterima oleh komunitas internasional, harga minyak berpotensi melandai ke level sebelum perang.

Kedua, jika ketegangan berlanjut tanpa solusi, harga minyak diprediksi terbang ke angka US$ 150. Skenario inilah yang disebut Fink akan menyeret dunia ke dalam resesi yang dalam.

Menghadapi ketidakpastian ini, muncul desakan di berbagai negara, termasuk Inggris, untuk memperkuat produksi minyak dan gas domestik guna mengurangi ketergantungan impor di tengah instabilitas global.

Namun, Fink menekankan pentingnya sikap pragmatis dalam bauran energi. Menurutnya, negara-negara tidak boleh terjebak hanya pada satu sumber. Ketersediaan energi murah tetap menjadi kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan standar hidup.

"Gunakan apa yang Anda miliki tanpa ragu, tetapi juga secara agresif bergerak menuju sumber alternatif," pungkas Fink.

baca juga

Ia memprediksi, jika harga minyak tertahan di level US$ 150 selama 3-4 tahun ke depan, transisi menuju tenaga surya dan angin akan bergerak jauh lebih masif di seluruh dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal

Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:47 WIB

Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran

Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:25 WIB

Viral Papan SPBU Tulis 'BUY BYD' Bukan Harga, Bukti Perang Iran Bikin Warga Pindah ke Mobil Listrik?

Viral Papan SPBU Tulis 'BUY BYD' Bukan Harga, Bukti Perang Iran Bikin Warga Pindah ke Mobil Listrik?

Otomotif | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK

Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:37 WIB

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:14 WIB

Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan

Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:37 WIB

Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak

Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:35 WIB

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:26 WIB

Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor

Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:18 WIB

Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS

Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:49 WIB

Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I

Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:32 WIB

Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!

Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:08 WIB

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:37 WIB