- PT BSA Logistics Indonesia akan melaksanakan IPO di BEI awal April 2026 dengan harga penawaran Rp150-Rp170 per lembar.
- Perseroan menawarkan 1,8 miliar saham, berpotensi mengumpulkan dana maksimal Rp306 miliar untuk akuisisi dan modal kerja.
- Dana IPO mayoritas akan dipakai untuk mengambilalih 99,99 persen saham PT Bermuda Inovasi Logistik dan sisanya modal kerja.
Suara.com - Bursa saham Indonesia akan disemarakkan dengan Initial Public Offering atau IPO perdana tahun 2026 ini dalam waktu dekat. Adalah perusahaan logistik PT BSA Logistics Indonesia yang akan melantai di BEI pada awal April mendatang.
PT BSA Logistics Indonesia berencana melangsungkan penawaran umum perdana saham atau IPO dengan menetapkan harga penawaran awal (book building) sebesar Rp150-Rp170 per lembar saham.
Dalam aksinya, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 1,8 miliar saham atau setara 20,75 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, sehingga berpotensi meraih dana sebanyak-banyaknya Rp306 miliar, dikutip dari keterbukaan informasi perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Masa book building berlangsung pada 25-27 Maret 2026, dengan masa penawaran umum pada 1-8 April 2026, dan masa penjatahan pada 8 April 2026. Kemudian, secara resmi akan melantai di BEI dengan kode saham WBSA pada 10 April 2026.
Terkait penggunaan dana IPO, seluruh dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan oleh perseroan yaitu sekitar Rp215 miliar untuk mengambilalih saham PT Bermuda Inovasi Logistik sebanyak 191.250 lembar saham atau setara 99,99 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh BIL dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL).
Kemudian, sisa dana hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja perseroan, meliputi untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari, menjaga likuiditas usaha, serta memperkuat kapasitas layanan logistik multimoda.
Dalam IPO ini, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT OCBC Sekuritas Indonesia, dan PT Semesta Indovest Sekuritas. Adapun, pihak penjamin emisi efek akan ditentukan kemudian.
Struktur kepemilikan PT BSA Logistics Indonesia saat ini sebesar 99,69 persen dimiliki oleh Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd (TBK), dan sebesar 0,31 persen dimiliki oleh PT Permata Gandaria Indah (PGI).
Seiring aksi IPO yang akan dilakukan, struktur kepemilikan PT BSA Logistics Indonesia akan menjadi, diantaranya 79,01 persen dimiliki oleh TBK, sebesar 0,24 persen dimiliki oleh PGI, dan sebesar 20,75 persen dimiliki oleh masyarakat/ publik.