Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?

M Nurhadi

Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:23 WIB
Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan PM Malaysia Anwar Ibrahim [Suara.com]
baca 10 detik
  • PM Anwar Ibrahim berhasil meraih izin resmi Iran bagi kapal berbendera Malaysia melintasi Selat Hormuz efektif 26 Maret 2026.
  • Malaysia mempertahankan subsidi BBM sambil mengurangi alokasi bahan bakar bersubsidi sebagai mitigasi dampak gangguan pasokan energi.
  • Indonesia masih tertahan; dua kapal tanker Pertamina belum mendapat izin melintasi Selat Hormuz meskipun negosiasi sedang berlangsung.

Suara.com - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengumumkan sebuah terobosan diplomatik besar di tengah eskalasi ketegangan di Timur Tengah.

Mulai Kamis (26/3/2026), kapal-kapal berbendera Malaysia kini telah diberikan izin resmi oleh otoritas Iran untuk melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur nadi energi paling vital dan rawan di dunia saat ini.

Keberhasilan ini dicapai setelah Anwar melakukan serangkaian pembicaraan intensif dengan para pemimpin negara regional, termasuk Iran, Mesir, dan Turki.

Dalam pidato resmi yang disiarkan melalui televisi nasional, Anwar menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Iran atas kelonggaran akses yang diberikan kepada armada laut Malaysia.

Langkah ini tidak hanya membuka jalur logistik, tetapi juga menjadi angin segar bagi keselamatan kru kapal Malaysia yang sempat tertahan. Anwar menegaskan bahwa pemerintahannya kini sedang fokus pada proses teknis di lapangan.

"Kami sekarang sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," kata Anwar, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia pada Jumat (27/3/2026).

Selain urusan logistik nasional, Anwar mengungkapkan bahwa komunikasinya dengan Teheran merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk mendorong stabilitas di kawasan tersebut.

Namun, ia mengakui bahwa mewujudkan perdamaian di wilayah tersebut merupakan tantangan yang sangat kompleks bagi dunia internasional.

“Namun, ini tidak mudah, karena Iran merasa telah berulang kali ditipu dan merasa sulit untuk menerima langkah-langkah menuju perdamaian tanpa jaminan keamanan yang jelas dan mengikat bagi negara mereka,” kata Anwar.

baca juga

Strategi Energi Malaysia: Subsidi dan Pembatasan

Meski telah mendapatkan akses di Selat Hormuz, Malaysia tetap waspada terhadap ketidakpastian pasokan energi global.

Anwar menegaskan bahwa kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) akan tetap dipertahankan guna menjaga daya beli masyarakat. Meski demikian, langkah efisiensi mulai diterapkan secara bertahap.

PM Malaysia Anwar Ibrahim (Instagram/anwaribrahim_my)
PM Malaysia Anwar Ibrahim (Instagram/anwaribrahim_my)

Pemerintah Malaysia kini mulai melakukan pengurangan alokasi bulanan untuk bahan bakar bersubsidi sebagai langkah mitigasi risiko.

Strategi ini diambil untuk memastikan stok nasional tetap aman jika blokade atau gangguan pasokan kembali memburuk di masa depan.

“Bagi kami sekarang, we terpaksa mengelola situasi karena dampak blokade di Selat Hormuz, perang, dan terhentinya pasokan minyak dan gas semuanya berdampak pada kami,” kata Anwar.

Indonesia Masih Terjepit: Stok BBM dan Kapal yang Tertahan

Berbeda dengan keberhasilan diplomasi Malaysia, Indonesia saat ini terpantau masih berada dalam posisi yang sulit.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada lampu hijau dari Teheran terkait izin akses bagi kapal-kapal tanker Indonesia di Selat Hormuz.

Pada 5 Maret lalu,Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan pemerintah tengah melakukan pendekatan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di Selat Hormuz.

“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” ujar Bahlil ketika ditemui selepas acara buka bersama di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (4/3), dikutip via Antara.

Namun, hingga kini belum ada kabar positif sejak keterangan tersebut disampaikan. Sementara, pantauan Redaksi Suara.com pada Jumat (27/3/2026) pagi terpantau harga minyak mentah di kisaran US$ 94 per barel. Sedangkan minyak mentah Brent USD$ 106 per barel.

Mobil pengangkut BBM Pertamina. (Dok: Pertamina)
Mobil pengangkut BBM Pertamina. (Dok: Pertamina)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa situasi ini menuntut gerak cepat dari pemerintah.

Bahlil menyebut dirinya telah mendapatkan mandat khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengamankan pasokan minyak mentah dari berbagai negara alternatif guna menjaga ketahanan energi nasional.

Bahlil menjelaskan bahwa saat ini kapasitas penyimpanan BBM Indonesia berada pada rentang minimal 21 hingga 28 hari.

Namun, ia memberikan catatan penting bahwa angka tersebut bersifat sangat dinamis dan sangat bergantung pada kelancaran arus masuk pasokan baru. Jika pengiriman terhambat selama tiga hari saja, cadangan energi nasional akan langsung terkoreksi secara signifikan.

Kondisi yang lebih kritis terlihat pada sektor LPG, di mana Indonesia masih sangat bergantung pada impor hingga 70 persen dari total kebutuhan nasional.

Ketergantungan yang tinggi ini membuat harga gas domestik sangat rentan terhadap fluktuasi geopolitik di Teluk Arab.

Hingga kini, dua kapal tanker raksasa milik PT Pertamina (Persero), yaitu PIS VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, dilaporkan masih belum bisa keluar dari Teluk Arab.

Kedua kapal pengangkut minyak mentah dalam jumlah masif tersebut tertahan akibat pengetatan pengawasan di Selat Hormuz.

Berdasarkan laporan terakhir, posisi kedua kapal tersebut terus dipantau secara intensif oleh otoritas terkait untuk memastikan keamanan seluruh kru dan kargo yang dibawa, sembari menunggu titik terang dari jalur diplomasi yang sedang diupayakan pemerintah Indonesia.

Keberhasilan Malaysia dalam melakukan negosiasi dengan Iran kini menjadi sorotan, sekaligus memberikan tekanan bagi Indonesia untuk segera merumuskan langkah diplomasi serupa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam

Termakan Kesombongan Sendiri, Militer Israel Diambang Kolaps, Terpecah dari Dalam

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:08 WIB

Demi Menit Bermain di Timnas Indonesia, Ini Usaha yang Dilakukan Beckham Putra

Demi Menit Bermain di Timnas Indonesia, Ini Usaha yang Dilakukan Beckham Putra

Bola | Jum'at, 27 Maret 2026 | 07:25 WIB

Debut John Herdman, Ini Prediksi Starting XI Timnas Indonesia vs St Kitts and Nevis

Debut John Herdman, Ini Prediksi Starting XI Timnas Indonesia vs St Kitts and Nevis

Bola | Jum'at, 27 Maret 2026 | 07:02 WIB

Jelang Lawan Timnas Indonesia, Bintang St Kitts and Nevis Ngaku Digoda untuk Berkarier di Tanah Air

Jelang Lawan Timnas Indonesia, Bintang St Kitts and Nevis Ngaku Digoda untuk Berkarier di Tanah Air

Bola | Jum'at, 27 Maret 2026 | 06:39 WIB

BMKG Prakirakan Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia pada Jumat

BMKG Prakirakan Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia pada Jumat

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 07:35 WIB

Bukan Sekadar Menang, Ini Janji John Herdman untuk Gaya Main Timnas Indonesia

Bukan Sekadar Menang, Ini Janji John Herdman untuk Gaya Main Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 26 Maret 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:00 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB