Profil PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Emiten Produsen Emas, Pembuat EMASKU

M Nurhadi

Senin, 30 Maret 2026 | 07:01 WIB
Profil PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Emiten Produsen Emas, Pembuat EMASKU
Produsen EMASKU, Perusahaan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)

Suara.com - Industri perhiasan dan logam mulia di Indonesia menempatkan PT Hartadinata Abadi Tbk (kode saham: HRTA) pada posisi yang unik.

HRTA didirikan sejak tahun 2004 dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2017, dam emiten asal Bandung ini membedakan dirinya sebagai satu-satunya perusahaan perhiasan emas yang statusnya telah menjadi perusahaan terbuka (tbk).

Keberadaan HRTA di bursa saham memberikan pilihan bagi investor yang ingin mendiversifikasi portofolionya pada sektor barang konsumer non-primer dengan fokus komoditas emas, bersanding dengan emiten pelat merah seperti Aneka Tambang (ANTM).

Keunggulan kompetitif HRTA terletak pada model bisnisnya yang terintegrasi secara vertikal. Hal ini berarti perusahaan menguasai seluruh rantai nilai, mulai dari tahap produksi atau manufaktur, proses pemurnian (refinery), perdagangan grosir, hingga jaringan ritel dan jasa keuangan berupa gadai emas.

Strategi ini memungkinkan perseroan menjaga efisiensi biaya dan kontrol kualitas yang ketat pada setiap tahapannya.

Profil HRTA

Sebagai entitas yang bergerak di sektor manufaktur dan perdagangan, Hartadinata menjalankan operasionalnya melalui empat pabrik produksi yang didedikasikan untuk menciptakan perhiasan emas berkualitas.

Dalam memasarkan produknya, perseroan menggunakan beberapa jenama strategis yang sudah dikenal luas oleh masyarakat.

Produk emas batangan mereka mengusung merek EMASKU dan Emaskita, sementara untuk lini perhiasan, HRTA mengandalkan merek Ardore.

baca juga

Guna memperkuat dominasi pasarnya, HRTA mengelola tiga anak perusahaan dengan fokus yang spesifik:

PT Gemilang Hartadinata Abadi: Mengelola lini bisnis jasa gadai yang menjadi pelengkap ekosistem emas perseroan. Hingga tahun 2025, unit usaha ini telah mengoperasikan sekitar 114 gerai gadai.

PT Emas Murni Abadi: Berfokus pada aktivitas pemurnian emas (refinery), memastikan pasokan bahan baku yang standar dan berkualitas bagi pabrik perhiasan mereka.

PT Emas Karya Abadi: Bertanggung jawab dalam mengelola jaringan reseller dan distribusi produk ke berbagai wilayah.

Jangkauan pasar HRTA per Agustus 2025 telah mencakup wilayah yang sangat luas, dengan 93 toko emas yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi Selatan, hingga Batam.

Ekspansi gerai yang masif ini menunjukkan ambisi perseroan untuk terus mendekatkan produk perhiasan emas kepada konsumen akhir di berbagai kota besar di Indonesia.

Pemegang Saham dan Kendali Perusahaan

Analisis terhadap kepemilikan saham HRTA menunjukkan struktur yang cukup terkonsentrasi di tangan pengendali utama. Berdasarkan data laporan registrasi pemegang efek per Juli 2025, mayoritas saham HRTA dikuasai oleh PT Terang Anugerah Abadi.

Perusahaan ini memegang sekitar 3,26 miliar lembar saham atau setara dengan 71,00% dari total saham yang beredar, menempatkannya sebagai pemegang saham pengendali (PSP).

Meskipun PT Terang Anugerah Abadi bertindak sebagai entitas pengendali secara hukum, identitas pemilik asli atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) dari Hartadinata Abadi adalah Ferriyadi Hartadinata.

Sebagai tokoh sentral di balik berdirinya perusahaan, Ferriyadi mengarahkan visi strategis HRTA sejak masa awal pembentukan hingga bertransformasi menjadi emiten publik yang mapan.

Selain pemegang saham utama, jajaran manajemen perseroan juga memiliki porsi kepemilikan sebagai bentuk keselarasan kepentingan antara manajemen dan pemegang saham publik:

Fendy Wijaya (Komisaris): Memiliki 17,56 juta saham atau sekitar 0,38%.

Sandra Sunanto (Direktur Utama): Memiliki 3,17 juta saham atau sekitar 0,07%.

Cuncun Muliawan (Direktur): Memiliki sekitar 0,05%.

Ong Deny (Direktur): Memiliki sekitar 0,05%.

Sementara itu, porsi kepemilikan masyarakat (non-warkat) berada di angka 28,45% hingga 28,49%. Angka free float ini memberikan likuiditas yang cukup bagi perdagangan saham HRTA di pasar sekunder.

Sebagai catatan sejarah, saat melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) pada 2017, HRTA melepas 1,10 miliar lembar saham ke publik dengan harga penawaran Rp300 per saham, yang saat itu setara dengan 24% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan

Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:17 WIB

Hukum Menabung Emas Digital Menurut Islam Halal atau Haram? Ini Penjelasannya

Hukum Menabung Emas Digital Menurut Islam Halal atau Haram? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:40 WIB

Harga Emas Pegadaian Jumat Ini Stagnan, Cek Perbandingan Galeri 24 dan UBS

Harga Emas Pegadaian Jumat Ini Stagnan, Cek Perbandingan Galeri 24 dan UBS

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:43 WIB

Emas Antam Terus Diobral, Hari Ini Harganya Rp 2.810.000/Gram

Emas Antam Terus Diobral, Hari Ini Harganya Rp 2.810.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:27 WIB

Harga Emas Turun Lagi, Harus Panik atau Santai Saja?

Harga Emas Turun Lagi, Harus Panik atau Santai Saja?

Your Say | Kamis, 26 Maret 2026 | 18:29 WIB

Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global

Bitcoin Kalahkan Emas dan Saham di Tengah Gejolak Global

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:53 WIB

Terkini

Urutan Zodiak yang Paling Gampang Stres dan Rentan Mengalami Burnout Kerja

Urutan Zodiak yang Paling Gampang Stres dan Rentan Mengalami Burnout Kerja

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:55 WIB

Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan

Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 07:39 WIB

Film G30S/PKI: Propaganda Orde Baru atau Fakta Sejarah?

Film G30S/PKI: Propaganda Orde Baru atau Fakta Sejarah?

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 07:38 WIB

Bayan CraftArt Fest 2026 Jadi Pintu Awal UMKM Perluas Pasar dan Bangun Jejaring

Bayan CraftArt Fest 2026 Jadi Pintu Awal UMKM Perluas Pasar dan Bangun Jejaring

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:35 WIB

Pasar Mobil Jateng Tumbuh di Tengah Opsen Pajak, Gran Max Jadi Primadona

Pasar Mobil Jateng Tumbuh di Tengah Opsen Pajak, Gran Max Jadi Primadona

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 07:35 WIB

Niat Perbaiki Pompa Air, Lansia di Madiun Tewas Usai Terperosok ke Sumur 20 Meter

Niat Perbaiki Pompa Air, Lansia di Madiun Tewas Usai Terperosok ke Sumur 20 Meter

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 07:34 WIB

4 Rekomendasi Tablet untuk Kasir UMKM, Harga Mulai Rp1 Jutaan

4 Rekomendasi Tablet untuk Kasir UMKM, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 07:29 WIB

3 Kelurahan di Bandar Lampung Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

3 Kelurahan di Bandar Lampung Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 07:26 WIB

4 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 30 September 2026, Jujur Bisa Buka Peluang Baru

4 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 30 September 2026, Jujur Bisa Buka Peluang Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:25 WIB

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 07:15 WIB

×