- Adopsi kendaraan listrik adalah langkah penting melindungi APBN dari dampak kenaikan harga minyak dunia saat ini.
- Kenaikan minyak mentah sebesar USD 1 per barel berpotensi menambah beban subsidi energi antara Rp8-Rp10 triliun.
- Transisi EV diprediksi menghemat devisa Rp30–Rp40 triliun per tahun melalui penurunan konsumsi BBM nasional.
Penguatan ekosistem industri baterai nasional.
Peningkatan arus investasi di sektor energi bersih.
Pembukaan lapangan kerja baru di bidang manufaktur.
Martinus menegaskan bahwa pemerintah perlu memperkuat kebijakan terintegrasi, mulai dari pemberian insentif fiskal yang tepat, perluasan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga penguatan manufaktur lokal.
"Transisi ini adalah strategi konkret untuk menjaga kedaulatan energi nasional di tengah ketidakpastian global. Kendaraan listrik bukan hanya soal energi bersih, tapi soal menyelamatkan keuangan negara," pungkasnya.