- IHSG melemah pada perdagangan sesi I Senin, 30 Maret 2026, disebabkan sentimen global dan kekhawatiran ekonomi.
- Pelemahan pasar saham dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah serta proyeksi perlambatan ekonomi Indonesia 2026.
- Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat IHSG turun 26 poin atau 0,38 persen ke level 7.070 pada sesi I.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih merah pada perdagangan sesi I Senin, 30 Maret 2026. Pelemahan ini masih ditekan oleh sentimen global dan kekhawatiran ekonomi.
Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas IHSG turun sebesar 26 poin atau 0,38 persen ke level 7.070.
Pelemahan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa Asia yang juga berada di zona merah. Sentimen pasar disebut memburuk di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Ketegangan memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa negaranya dapat mengambil minyak Iran, termasuk merebut Pulau Kharg. Situasi semakin kompleks setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran meluncurkan rudal ke arah Israel.
Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global, termasuk risiko terhadap jalur distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah. Selain itu, pengerahan tambahan pasukan AS turut memperbesar potensi eskalasi konflik yang berkepanjangan.
![IHSG ditutup melemah 94,42 poin atau 1,21 persen ke posisi 7.736,07 pada penutupan perdagangan Senin (1/9/2025). [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/01/53454-ihsg-ditutup-melemah-9442-poin.jpg)
Dari dalam negeri, pasar juga dibayangi proyeksi perlambatan ekonomi Indonesia. 'Organisation for Economic Co-operation and Development' memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,8 persen untuk 2026 dan 5 persen pada 2027.
"Sebelumnya pada laporan akhir tahun lalu memproyeksikan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen pada 2026, dan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2027," tulis riset tersebut.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan sesi I, sebanyak 13,47 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 7,71 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,01 juta kali.
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 252 saham bergerak naik, sedangkan 453 saham mengalami penurunan, dan 253 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada sesi I diantaranya, RGAS, NZIA, BAIK, SWID, OILS, WMPP, ELPI, EURO, SIPD, RCCC, AGII.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, FMII, BBLD, LUCY, TIRT, IFSH, INTA, CANI, KARW, GIAA, ATIC, IDEA, ASSA.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.