- IHSG ditutup melemah tipis 0,07 persen menjadi 7.091 pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026, berdasarkan riset Phintraco Sekuritas.
- Sektor energi menguat signifikan 2,18 persen didorong kenaikan harga minyak mentah, sementara sektor keuangan melemah 1,17 persen.
- Pemerintah menyiapkan mitigasi lonjakan harga minyak melalui efisiensi anggaran dan penguatan program biodiesel B50 untuk stabilitas ekonomi.
Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup di level 7.091 atau turun 0,07 persen.
"Setelah bergerak melemah pada awal perdagangan sesi I, pelemahan IHSG berkurang menjelang penutupan sesi I," tulis riset tersebut.
Memasuki sesi II, IHSG sempat rebound dan bergerak fluktuatif hingga akhir perdagangan.
Dari sisi sektoral, saham energi mencatatkan penguatan paling signifikan, naik sebesar 2,18 persen.
"Hal ini, seiring dengan berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah akibat konflik di Timur Tengah yang masih berlangsung,” lanjut riset tersebut.
![Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/09/10506-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Sebaliknya, sektor keuangan menjadi penekan utama IHSG dengan pelemahan sebesar 1,17 persen. Koreksi dipicu oleh saham perbankan, termasuk BBCA yang memasuki masa ex date dividen, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek ekonomi.
Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan pergerakan histogram yang cenderung sideways, mencerminkan arah pasar yang masih terbatas dan cenderung bergerak dalam rentang tertentu.
Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati kebijakan pemerintah dalam merespons lonjakan harga minyak global. Pemerintah tengah menyiapkan langkah mitigasi, mulai dari efisiensi anggaran hingga opsi kerja dari rumah (WFH) guna menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Selain itu, pemerintah juga berupaya menekan impor migas melalui penghematan energi dan penguatan program biodiesel 50% (B50). Langkah ini dilakukan untuk menjaga harga BBM subsidi tetap stabil serta menghindari tekanan terhadap inflasi dan defisit anggaran.
Sementara itu, pasar masih menanti kepastian kebijakan bea keluar ekspor batu bara yang belum diumumkan, meski telah masuk dalam asumsi penerimaan APBN 2026. Adapun kebijakan bea keluar produk turunan nikel disebut telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 251,2 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 14,94 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,67 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 280 saham bergerak naik, sedangkan 428 saham mengalami penurunan, dan 250 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada hari ini diantaranya, GSMF, NZIA, RGAS, AGII, YPAS, ELPI, OILS, PRDA, MSIN, BAIK, ASPR
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, PTSN, FMII, FITT, BBLD, ASSA, ATIC, IDEA, SHID, UDNG, HRTA, NANO.