Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Kamis, 02 April 2026 | 12:45 WIB
Laba Medco Ambles 72 Persen, Beban Utang Membengkak di Tengah Merosotnya Harga Komoditas
Fasilitas Produksi Gas Suban, Blok Corridor. [Dok MedcoEnergi].
  • Laba bersih Medco Energi (MEDC) 2025 anjlok 72% dari USD 367 juta menjadi USD 100 juta.
  • Beban utang membengkak jadi USD 3,64 miliar akibat akuisisi FPSO Marlin dan proyek ekspansi.
  • Kinerja tertekan harga komoditas dan kontribusi Amman Mineral yang lebih rendah dari sebelumnya.

Suara.com - Awan mendung menyelimuti kinerja keuangan raksasa energi milik keluarga Panigoro, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Emiten migas ini harus menelan pil pahit setelah membukukan penurunan laba bersih yang sangat drastis sepanjang tahun buku 2025.

Berdasarkan laporan resminya, Kamis (2/4/2026), laba bersih Medco anjlok hingga 72,7 persen menjadi hanya USD 100 juta. Padahal pada periode 2024, perusahaan masih mampu mencatatkan keuntungan sebesar USD 367 juta. Kejatuhan laba yang sangat dalam ini menjadi sinyal merah bagi efisiensi operasional perusahaan di tengah tekanan pasar global.

Manajemen Medco berdalih bahwa merosotnya laba ini dipicu oleh sejumlah faktor krusial. Salah satunya adalah kontribusi yang lebih rendah dari Amman Mineral Internasional, yang selama ini menjadi "mesin uang" bagi grup. Selain itu, kinerja perusahaan terbebani oleh penurunan nilai aset non-kas dan kegagalan pengeboran alias dry hole di PSC Beluga.

Kondisi eksternal pun tak berpihak. Harga minyak rata-rata meluncur 15 persen dari USD 78 per barel menjadi USD 67 per barel. Setali tiga uang, harga gas juga melemah dari USD 7,0 ke posisi USD 6,8 per mmbtu.

Di balik amblesnya laba, profil risiko Medco tampak kian meningkat seiring dengan membengkaknya total utang konsolidasi. Tercatat, utang perusahaan melonjak menjadi USD 3.646 juta.

Kenaikan utang ini berimbas pada rasio utang bersih terhadap EBITDA di segmen migas yang merayap naik ke angka 2,0x, dibandingkan posisi 1,8x pada tahun sebelumnya. Tak hanya itu, posisi kas atau likuiditas perusahaan juga terpantau mulai terkikis dari USD 697 juta menjadi USD 633 juta pada akhir 2025.

Meski laba bersih terjun bebas, CEO Medco Energi Roberto Lorato justru mengklaim kinerja perusahaan tetap "kuat". Ia membanggakan rekor imbal hasil pemegang saham sebesar 27 persen dan pengembalian dana sebesar USD 110 juta.

"Total imbal hasil pemegang saham tahunan mencapai rekor 27 persen... seiring tercapainya target produksi Minyak & Gas sebesar 156 mboepd," ujar Roberto dalam keterangan tertulisnya.

Namun, pengamat pasar modal menilai strategi manajemen yang menaikkan dividen sebesar 19 persen menjadi Rp53,4 per saham di tengah anjloknya laba bersih adalah langkah yang cukup berisiko bagi struktur permodalan jangka panjang perusahaan, terutama saat beban utang terus menumpuk untuk mendanai berbagai proyek akuisisi dan ekspansi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perbankan Berbondong-bondong Beri Kredit Triliunan Rupiah ke Program MBG

Perbankan Berbondong-bondong Beri Kredit Triliunan Rupiah ke Program MBG

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 11:42 WIB

Update Harga Pangan, Cabai Rawit 'Gila-gilaan', Beras dan Minyak Ikut Kompak Naik

Update Harga Pangan, Cabai Rawit 'Gila-gilaan', Beras dan Minyak Ikut Kompak Naik

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 09:23 WIB

Laba Bersih Jamkrindo Syariah Meroket 160 Persen, Tembus Rp141,03 Miliar pada 2025

Laba Bersih Jamkrindo Syariah Meroket 160 Persen, Tembus Rp141,03 Miliar pada 2025

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 08:27 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB