Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.094,526
LQ45 719,628
Srikehati 343,829
JII 483,464
USD/IDR 17.017

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

M Nurhadi | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi [Suara.com/Rina A]
  • OJK menyatakan IHSG melemah 16,91 persen pada April 2026 akibat ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.
  • Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Hasan Fawzi menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap solid meski pasar mengalami volatilitas.
  • OJK memastikan resiliensi pasar terjaga dengan nilai transaksi harian mencapai Rp20,66 triliun dan pertumbuhan industri reksa dana.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan tanggapan resmi terkait melandainya performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan kuartal kedua tahun 2026.

OJK menilai bahwa koreksi yang terjadi pada indeks saham domestik saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama akibat eskalasi ketegangan geopolitik dunia dan ketidakpastian ekonomi global yang meningkat.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa dinamika pasar saham di dalam negeri belakangan ini memang menunjukkan tingkat volatilitas yang cukup tinggi.

Hal ini merupakan dampak berantai dari kondisi makro global yang sedang bergejolak.

“Pasar modal kita mengalami pergerakan yang dinamis dengan tingkat volatilitas yang meningkat. Hal ini seiring dengan tekanan geopolitik serta kondisi ekonomi domestik dan global yang masih mengalami eskalasi,” ujar Hasan saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Merujuk pada data perdagangan per 1 April 2026, IHSG bertengger di posisi 7.184,44. Angka ini mencerminkan koreksi sebesar 16,91 persen secara tahun berjalan (year to date/ytd).

Meski angka penurunan terlihat cukup signifikan, OJK menekankan bahwa fenomena "zona merah" ini tidak hanya melanda Indonesia.

Mayoritas bursa saham di kawasan regional maupun global juga mengalami tekanan serupa akibat sentimen global yang seragam.

Hasan menegaskan bahwa pelemahan ini tidak mencerminkan penurunan kualitas ekonomi nasional secara internal. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam posisi yang solid.

“Ini mencerminkan bahwa tekanan yang terjadi lebih didorong oleh dinamika eksternal, bukan semata-mata respons terhadap fundamental domestik,” tegasnya.

Indikator Likuiditas dan Transaksi Masih Bergairah

Di tengah hantaman sentimen negatif global, OJK terus memantau pergerakan pasar untuk memetakan respons para investor. Hasan memastikan bahwa daya tahan atau resiliensi pasar modal Indonesia sejauh ini masih tergolong kuat dan terjaga dengan baik.

Optimisme tersebut didasarkan pada beberapa indikator transaksi yang tetap menunjukkan aktivitas tinggi:

  • Nilai Transaksi Harian: Sepanjang bulan Maret 2026, rata-rata nilai transaksi harian tercatat menembus angka Rp20,66 triliun, menandakan minat pasar yang tetap besar.
  • Likuiditas Pasar: Kondisi likuiditas dinilai masih stabil, terlihat dari spread bid-ask yang berada di level 1,55 kali, yang dianggap cukup sehat bagi ekosistem perdagangan saham.
  • Industri Reksa Dana: Sektor ini justru menunjukkan tren positif dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) mencapai Rp695,71 triliun, atau tumbuh sebesar 3,02 persen secara year to date.

Selain itu, pasar modal tetap menjalankan fungsinya secara optimal sebagai motor pendanaan bagi dunia usaha. Hingga penghujung Maret 2026, total dana yang berhasil dihimpun oleh korporasi melalui pasar modal telah menyentuh angka Rp51,96 triliun.

Guna mengantisipasi ketidakpastian global yang masih membayangi hingga beberapa waktu ke depan, OJK berkomitmen untuk terus mengawasi dinamika pasar secara ketat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan Hari Ini, Saham-saham Bluechip Saatnya Tampil?

IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan Hari Ini, Saham-saham Bluechip Saatnya Tampil?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 07:55 WIB

IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya

IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 17:51 WIB

IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket

IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 13:03 WIB

Cetak Kinerja Solid, EBITDA PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Naik 156% Sepanjang 2025

Cetak Kinerja Solid, EBITDA PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Naik 156% Sepanjang 2025

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 11:35 WIB

Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran

Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 11:06 WIB

Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Ini Daftar Terbarunya

Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Ini Daftar Terbarunya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 10:02 WIB

Terkini

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB

Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun

Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:40 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Petani Tebu Blora, Siap Fasilitasi Penyaluran ke PG di Jawa Tengah

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:32 WIB

82 Orang Diperiksa dalam Kasus PT DSI, Ada Dude Herlino dan Alyssa Soebandono

82 Orang Diperiksa dalam Kasus PT DSI, Ada Dude Herlino dan Alyssa Soebandono

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 15:27 WIB