- Laba MTEL 2025 naik menjadi Rp2,12 triliun dengan margin EBITDA kuat di level 82,2%.
- Bisnis fiber tumbuh agresif 18,1% YoY, jadi mesin pertumbuhan baru infrastruktur digital.
- Tenancy ratio naik ke 1,57x dengan total 40.230 menara, perkuat dominasi pasar Mitratel.
Suara.com - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel berhasil membuktikan resiliensi bisnisnya di sepanjang tahun buku 2025. Emiten menara telekomunikasi terbesar di Indonesia ini mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional yang solid di tengah volatilitas pasar global.
Merujuk laporan keuangan tahun 2025, Mitratel mengantongi pendapatan sebesar Rp9,53 triliun, atau tumbuh 2,4% secara year-on-year (YoY). Bisnis menara masih menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi mencapai 81,8% terhadap total pendapatan. Namun, yang menarik perhatian adalah akselerasi di lini bisnis fiber yang tumbuh signifikan sebesar 18,1% YoY dengan kontribusi 6% terhadap pendapatan konsolidasi.
Dari sisi bottom line, anak usaha Telkom Group ini membukukan laba bersih senilai Rp2,12 triliun, tumbuh 0,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba ini ditopang oleh EBITDA yang mencapai Rp7,83 triliun (naik 1,8% YoY) dengan margin EBITDA yang tetap tebal di level 82,2%.
Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari disiplin eksekusi strategi dan efisiensi operasional yang berkelanjutan.
“Kami secara disiplin mengeksekusi strategi untuk mengoptimalkan bisnis menara sebagai core, serta mempercepat pengembangan fiber sebagai enabler utama ekosistem digital,” ujar Theodorus dalam keterangan resminya.
Secara operasional, Mitratel terus memperluas jangkauannya. Hingga akhir Desember 2025, jumlah menara yang dioperasikan mencapai 40.230 unit, tumbuh 2,1% YoY. Efektivitas aset juga terlihat dari lonjakan jumlah kolokasi sebesar 11,7% menjadi 22.854.
Hal ini mendorong rasio penyewaan (tenancy ratio) naik menjadi 1,57x. Total tenant secara keseluruhan (termasuk reseller) kini mencapai 65.734. Di sisi lain, penetrasi bisnis fiber juga semakin tajam dengan panjang fiber billable mencapai 70.618 km, tumbuh 15,6% YoY.
Theodorus optimistis posisi Mitratel sebagai Next-Generation Tower Company akan semakin kuat seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas nasional. "Mitratel akan terus memperluas kapabilitas sebagai mitra strategis bagi operator dengan solusi infrastruktur yang efisien, scalable, dan future-ready," tambahnya.
Dengan fundamental yang kokoh, MTEL percaya diri dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham di tengah transformasi digital Indonesia yang terus bergulir.