Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Pasca - Gempa M 7,3 Sulut, PLTP Lahendong Dipastikan Tetap Stabil

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Jum'at, 03 April 2026 | 14:22 WIB
Pasca - Gempa M 7,3 Sulut, PLTP Lahendong Dipastikan Tetap Stabil
Sejumlah orang di dekat reruntuhan gedung pasca - gempa bumi, Kamis (2/4/2026). [SuaraSulsel.id/ANTARA]
  • PLTP Lahendong unit 1-6 tetap beroperasi stabil pasca gempa berkekuatan 7,3 SR di Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026).
  • Pihak manajemen memastikan seluruh pekerja dalam kondisi aman serta tidak ditemukan dampak kerusakan pada lingkungan sekitar lokasi.
  • PGE Area Lahendong terus memantau operasional dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan pasokan listrik tetap berjalan optimal.

Suara.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menyebut, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong (Unit 1-6) tetap beroperasi secara stabil, pasca - gempa bumi dengan magnitudo 7,3 Skala Richter (SR) yang terjadi di Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) pukul 06.48 WITA.

General Manager PGE Area Lahendong, Novi Purwono, menyebut saat gempa terjadi pihaknya melakukan monitoring menyeluruh terhadap kondisi operasional, aset, serta keselamatan pekerja dan lingkungan.

"Dari sisi operasional, seluruh unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong (Unit 1-6) tetap beroperasi secara stabil. Selain itu, dari aspek lingkungan, tidak terdapat indikasi gangguan maupun dampak signifikan akibat kejadian gempa. Seluruh sistem pengamanan lingkungan dan operasional tetap berjalan sesuai standar yang berlaku," kata Novi lewat keterangannya pada Jumat (3/4/2026).

Novi menyebut, seluruh pekerja PGE Area Lahendong dilaporkan dalam kondisi aman. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan serta memantau kondisi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Dengan tetap memprioritaskan protokol keselamatan, operasional pasokan uap dan listrik untuk wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo dipastikan tetap berjalan optimal.

Sebagai langkah antisipasi PGE Area Lahendong akan terus melakukan pemantauan intensif guna menjaga keandalan operasi serta keselamatan lingkungan sekitar.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan respons yang cepat dan tepat terhadap kondisi pasca - gempa ini," kata Novi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLTP Ulumbu Dinilai Jadi Solusi Pasokan Listrik di Flores

PLTP Ulumbu Dinilai Jadi Solusi Pasokan Listrik di Flores

Bisnis | Kamis, 12 Oktober 2023 | 09:05 WIB

PLTP Ulumbu Berpotensi Tarik Minat Investor Industri Bersih

PLTP Ulumbu Berpotensi Tarik Minat Investor Industri Bersih

Bisnis | Rabu, 05 Juli 2023 | 10:05 WIB

PGE Tuntaskan Proyek PLTP Binary Organic Rankine Cycle di Sulawesi Utara

PGE Tuntaskan Proyek PLTP Binary Organic Rankine Cycle di Sulawesi Utara

Bisnis | Sabtu, 10 Desember 2022 | 07:42 WIB

Langkah Nyata Dukung Zero Emission, PGE Siap Tambah Kapasitas PLTP di Sumsel Sebanyak 55 MW

Langkah Nyata Dukung Zero Emission, PGE Siap Tambah Kapasitas PLTP di Sumsel Sebanyak 55 MW

Bisnis | Sabtu, 12 November 2022 | 11:10 WIB

Rekind Telah Merampungkan PLTP Rantau Dedap

Rekind Telah Merampungkan PLTP Rantau Dedap

Bisnis | Selasa, 13 September 2022 | 12:13 WIB

PLTP Salah Satu Prioritas Gantikan Energi Fosil untuk Capai Target Nol Emisi Karbon

PLTP Salah Satu Prioritas Gantikan Energi Fosil untuk Capai Target Nol Emisi Karbon

Bisnis | Kamis, 04 Agustus 2022 | 12:25 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB