Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

IHSG Anjlok di Bawah Level 7.000, Mampukah Rebound Hari Ini?

M Nurhadi

Selasa, 07 April 2026 | 08:12 WIB
IHSG Anjlok di Bawah Level 7.000, Mampukah Rebound Hari Ini?
ARSIP-Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj]
baca 10 detik
  • IHSG melemah 0,53 persen disertai aksi jual bersih investor asing senilai Rp611 miliar pada perdagangan sebelumnya.
  • IHSG diprediksi mengalami rebound teknikal di kisaran 7.020 hingga 7.050 pada perdagangan hari Selasa, 7 April 2026.
  • Bursa Wall Street menguat didorong harapan gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin mencatatkan penurunan sebesar 0,53%. Pergerakan tersebut disertai dengan aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing dengan nilai akumulasi mencapai sekitar Rp611 miliar.

Adapun saham-saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing meliputi sejumlah emiten berkapitalisasi besar dan komoditas, di antaranya BBRI, BMRI, BBCA, BUMI, dan BRMS.

Untuk pergerakan hari ini, Selasa (7/4/2026), IHSG diperkirakan memiliki peluang untuk mengalami short term technical rebound menuju rentang 7.020 hingga 7.050.

Namun, pelaku pasar diharapkan tetap waspada, mengingat jika indeks belum mampu menembus dan bertahan di atas level 7.050, posisi IHSG masih rentan untuk kembali terkoreksi.

Berdasarkan analisis teknikal, area support indeks berada di level 6.850-6.900, sementara area resistance berada pada rentang 7.020-7.050.

Kondisi Wall Street dan Dinamika Geopolitik

Dari pasar global, indeks saham di bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/4). Indeks S&P 500 naik 0,44%, Nasdaq Composite menguat 0,54%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,36%.

Penguatan ini didorong oleh harapan pasar terhadap potensi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Laporan diplomatik menyebutkan bahwa terdapat pembahasan mengenai skema gencatan senjata selama 45 hari yang dimediasi oleh pihak regional, dengan Pakistan sebagai penyusun kerangka kesepakatan.

baca juga

Proposal tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz. Meski demikian, tensi tetap terjaga seiring pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menyasar infrastruktur vital jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali sesuai tenggat waktu yang ditetapkan.

Pergerakan Bursa Asia dan Agenda Ekonomi Sepekan

Bursa saham di kawasan Asia Pasifik bergerak variatif (mixed) pada awal pekan ini. Indeks Nikkei 225 Jepang mencatatkan kenaikan 0,55%, sementara Kospi Korea Selatan menguat 1,36%.

Di sisi lain, sejumlah pasar utama seperti bursa Australia, Selandia Baru, dan Hong Kong terpantau tutup karena libur Paskah. Begitu pula dengan bursa Tiongkok daratan dan Taiwan yang tutup dalam rangka Festival Qingming.

Investor di kawasan Asia kini mulai mengalihkan perhatian pada rilis data ekonomi penting di pekan ini, termasuk data inflasi Maret dari Filipina dan Taiwan, serta pengumuman keputusan suku bunga oleh bank sentral Korea Selatan yang dijadwalkan pada hari Jumat mendatang.

Ide Perdagangan Saham Harian

Berdasarkan analisis Retail Research BNI Sekuritas, berikut adalah beberapa saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan hari ini:

ESSA: Speculative Buy di area 655-665, target dekat 680-685, batas cutloss di bawah 650.

MEDC: Speculative Buy di area 1.580-1.600, target dekat 1.630-1.650, batas cutloss di bawah 1.560.

TPIA: Speculative Buy di area 3.900-3.990, target dekat 4.050-4.150, batas cutloss di bawah 3.870.

ADMR: Speculative Buy di area 1.720-1.800, target dekat 1.865-1.900, batas cutloss di bawah 1.700.

AADI: Speculative Buy di area 10.750-10.875, target dekat 11.000-11.275, batas cutloss di bawah 10.625.

LSIP: Speculative Buy di area 1.440-1.460, target dekat 1.480-1.500, batas cutloss di bawah 1.435.

DISCLAIMER: Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Analisis ini bertujuan sebagai informasi pembanding dan bukan merupakan paksaan untuk melakukan transaksi jual atau beli. Investor diharapkan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Harapan Perang AS-Iran Usai, Wall Street Langsung Ngegas

Ada Harapan Perang AS-Iran Usai, Wall Street Langsung Ngegas

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 08:06 WIB

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:03 WIB

CNAF Tebar Dividen Rp129 Miliar

CNAF Tebar Dividen Rp129 Miliar

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:32 WIB

IHSG Longsor ke Level 6.989, Ini Alasannya

IHSG Longsor ke Level 6.989, Ini Alasannya

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 17:05 WIB

Harga BBRI Tertekan Aksi Jual, Target Harga Sahamnya Masih Menarik?

Harga BBRI Tertekan Aksi Jual, Target Harga Sahamnya Masih Menarik?

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 16:58 WIB

Bursa Saham RI Merah pada Sesi I, Betah di Level 6.900

Bursa Saham RI Merah pada Sesi I, Betah di Level 6.900

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 12:39 WIB

Terkini

Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?

Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 12:15 WIB

Usai IPO, Saham JELI Langsung ARA

Usai IPO, Saham JELI Langsung ARA

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 12:07 WIB

BI Tak Agresif Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Naik Hingga Akhir Juni Jadi Rp2.606 T

BI Tak Agresif Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Naik Hingga Akhir Juni Jadi Rp2.606 T

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 12:02 WIB

Jangan Terburu-buru Beli BBCA, Analis Wanti-wanti Taking Profit

Jangan Terburu-buru Beli BBCA, Analis Wanti-wanti Taking Profit

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:42 WIB

Produksi Listrik PLN Nusantara Power Capai 66.919 GWh pada 2025

Produksi Listrik PLN Nusantara Power Capai 66.919 GWh pada 2025

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:41 WIB

Resmi IPO, Saham JECX Langsung Terbang 24,8%

Resmi IPO, Saham JECX Langsung Terbang 24,8%

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:08 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 10:33 WIB

Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram

Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:20 WIB

Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900

Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:15 WIB

Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan

Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:13 WIB

×