Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.279,209
LQ45 733,624
Srikehati 347,649
JII 498,161
USD/IDR 17.075

Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 20:05 WIB
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
Ilustrasi. BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia atau MIND ID terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi dengan pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV Battery) di Indonesia. [dok. MIND ID]
  • Bank Dunia sebut RI pelopor hilirisasi global berkat konsistensi larangan ekspor sejak 2014.
  • Investasi nikel melonjak, namun potensi produk hilir baja dan pegas belum digarap maksimal.
  • RI disarankan reinvestasi pajak ekspor ke subsidi industri hijau demi perkuat nilai tambah.

Suara.com - Upaya konsisten Pemerintah Indonesia dalam menggenjot hilirisasi pertambangan mendapatkan apresiasi tinggi dari lembaga internasional.

Bank Dunia (World Bank) menilai langkah Indonesia melarang ekspor bahan mentah bukan sekadar kebijakan proteksi, melainkan momentum krusial yang menempatkan RI sebagai pelopor industrialisasi berbasis komoditas di kancah global.

Dalam laporan terbaru bertajuk World Bank East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, Bank Dunia menyoroti bagaimana Indonesia sukses mengubah wajah ekonominya. Dari sekadar pengeruk tanah dan air, kini Indonesia menjelma menjadi eksportir produk setengah jadi yang disegani, mulai dari besi baja hingga tembaga dan bubuk seng.

"Data menunjukkan bahwa pelarangan ekspor berkontribusi terhadap pesatnya pertumbuhan produksi dan ekspor Indonesia di produk nikel serta derasnya penanaman modal asing di sektor pengolahan," tulis Bank Dunia dalam laporan yang dikutip Kamis (9/4/2026).

Meski telah mencatat kesuksesan di sektor nikel, Bank Dunia melihat Indonesia masih memiliki "harta karun" nilai tambah yang belum digali optimal. Produk hilir seperti pegas baja, produk canai datar tahan karat, hingga turunan nikel lanjutan dinilai masih beroperasi di bawah kapasitas potensialnya.

Lembaga yang bermarkas di Washington DC tersebut meyakini, dengan racikan kebijakan yang tepat, Indonesia mampu melampaui fase pembatasan ekspor yang bersifat distorsif menuju aktivitas pertambangan hijau yang jauh lebih bernilai tinggi.

Kapasitas smelter dalam negeri yang kini kian matang dianggap sebagai modal kuat. Namun, Bank Dunia memberikan catatan penting agar dampak ekonominya makin nendang. Salah satu sarannya adalah melakukan reinvestasi pajak ekspor melalui subsidi berbasis kinerja (performance-based subsidy) yang transparan bagi industri prioritas.

Tak hanya soal fiskal, Bank Dunia menekankan perlunya reformasi di sisi infrastruktur, pengelolaan lahan, hingga kemudahan perizinan bisnis.

"Indonesia telah konsisten menjalankan kebijakan ini sejak 2014 meski kerap ditantang WTO. Hasilnya nyata, investasi signifikan masuk dan hilirisasi kini menjadi tulang punggung baru ekonomi nasional," pungkas laporan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permintaan Global Meningkat, Wamentan Sudaryono: RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk

Permintaan Global Meningkat, Wamentan Sudaryono: RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk

News | Kamis, 09 April 2026 | 16:47 WIB

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 14:10 WIB

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 13:37 WIB

Terkini

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 20:00 WIB

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:34 WIB

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 19:22 WIB

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:47 WIB

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:12 WIB

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 18:00 WIB

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:57 WIB

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 17:14 WIB

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:48 WIB

OCBC NISP Tebar Dividen Rp1,03 Triliun, Simak Rincian Hasil RUPST Terbaru!

OCBC NISP Tebar Dividen Rp1,03 Triliun, Simak Rincian Hasil RUPST Terbaru!

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:46 WIB