Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Tensi Iran-AS Memanas, Harga Minyak Asia Menguat di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Jum'at, 10 April 2026 | 10:51 WIB
Tensi Iran-AS Memanas, Harga Minyak Asia Menguat di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata
Ilustrasi fasilitas minyak. [Pexels]
  • Harga minyak menguat tipis di pasar Asia pada Jumat, 10 April 2026 akibat kekhawatiran gangguan pasokan Timur Tengah.
  • Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons atas serangan Israel memicu ketidakpastian distribusi minyak mentah global.
  • Investor menanti hasil dialog Amerika Serikat dan Iran akhir pekan ini untuk merespons kondisi pasar yang sensitif.

Suara.com - Harga minyak terpantau menguat tipis di pasar Asia pada perdagangan Jumat, 10 April 2026, melanjutkan tren dari sesi sebelumnya. 

Pergerakan ini dipicu oleh sikap waspada investor terhadap risiko gangguan pasokan di Timur Tengah, sembari menantikan hasil pertemuan krusial antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini.

Mengutip dari Investing.com, harga minyak  Brent untuk pengiriman Juni menguat 0,8 persen  ke level 96,70 dolar AS per barel, disusul minyak mentah WTI yang naik 0,7 persen  ke posisi 98,52 dolar AS per barel. 

Meski ditutup menghijau pada perdagangan Kamis lalu, kedua patokan harga ini secara akumulatif, masih mencatatkan rapor merah dengan potensi koreksi mingguan mencapai lebih dari 10 persen. 

Penguatan harga minyak turut ditopang oleh masih terganggunya arus distribusi di Selat Hormuz yang merupakan jalur utama pengiriman minyak mentah dunia. 

Harga minyak sempat merosot pada  awal pekan ini menyusul pengumuman gencatan senjata selama dua pekan antara AS dan Iran yang diprakarsai Presiden AS Donald Trump. 

Presiden AS Donald Trump (kiri) dan kapal selam nuklir AS, USS Nautilus (kanan). [Suara.com]
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan kapal selam nuklir AS, USS Nautilus (kanan). [Suara.com]

Pasar sempat menaruh harapan tinggi seiring rencana pembukaan kembali Selat Hormuz untuk melancarkan arus distribusi energi. 

Namun, harapan tersebut pupus dalam hitungan jam,  setelah Israel menggempur Lebanon dengan alasan konflik melawan Hizbullah berada di luar kesepakatan tersebut.

Aksi militer tersebut memicu reaksi keras dari Iran yang kembali menutup lalu lintas tanker di Selat Hormuz sebagai bentuk protes atas pelanggaran komitmen. 

Meski Israel mengindikasikan adanya celah diplomatik melalui rencana negosiasi langsung dengan Lebanon, pelaku pasar tetap bersikap skeptis. 

Kini, fokus investor tertuju pada dialog AS-Iran akhir pekan ini, di tengah kondisi pasar yang sangat sensitif terhadap lemahnya  status gencatan senjata antara kedua negara. 

Trump kembali menegaskan retorika diplomatiknya terhadap Teheran. Dia  memperingatkan, Iran agar tidak memungut biaya lintas terhadap kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz, dan  mengkritik pedas atas kegagalan Teheran dalam menjamin kelancaran distribusi energi global. 

Hingga saat ini, aktivitas tanker di selat tersebut masih terbatas. Dilaporkan terjadi penumpukan kapal dan diperparah dengan cakupan asuransi yang terbatas, sehingga semakin memperlambat pemulihan arus lalu lintas kapal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasokan Bakal Langka, Harga Minyak Dunia Terbang Lagi 3%

Pasokan Bakal Langka, Harga Minyak Dunia Terbang Lagi 3%

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:32 WIB

Rupiah Makin Keok saat Harga Minyak Meroket, Pengamat Ungkap Kabar Buruk

Rupiah Makin Keok saat Harga Minyak Meroket, Pengamat Ungkap Kabar Buruk

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 12:47 WIB

Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?

Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 08:01 WIB

Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Sekarang Popularitas Pemerintah Naik Kencang Sekali

Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Sekarang Popularitas Pemerintah Naik Kencang Sekali

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:41 WIB

Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis

Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:36 WIB

IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak

IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:26 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB