Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

BEI Buka Suara: Daftar Saham HSC Bukan Sanksi, Cuma 'Warning' Buat Investor

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 10 April 2026 | 12:51 WIB
BEI Buka Suara: Daftar Saham HSC Bukan Sanksi, Cuma 'Warning' Buat Investor
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menekankan bahwa label HSC merupakan bentuk transparansi informasi, bukan sanksi administratif. Foto Rina-Suara.com
  • BEI tegaskan status HSC adalah transparansi kepemilikan saham, bukan sanksi bagi emiten.
  • Sembilan emiten HSC mulai proaktif konsultasi dengan bursa untuk perbaiki struktur pemegang saham.
  • Kebijakan HSC adopsi standar global guna tingkatkan kepercayaan dan transparansi bagi investor.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya angkat bicara meluruskan gaduh terkait pengumuman sembilan emiten yang masuk dalam radar High Shareholder Concentration (HSC). Otoritas bursa menegaskan, masuknya emiten ke daftar tersebut bukan berarti perusahaan tersebut sedang "dihukum".

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menekankan bahwa label HSC merupakan bentuk transparansi informasi, bukan sanksi administratif. Langkah ini diambil agar para investor lebih jeli melihat struktur kepemilikan saham sebelum memutuskan untuk mengguyur modal.

"Tolong diingat, ini adalah informasi yang netral dari regulator, bukan sanksi. Kami hanya menunjukkan struktur kepemilikannya saja, bahwa saham tersebut dimiliki oleh pihak-pihak tertentu secara terbatas (limited parties)," tegas Nyoman saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Pasca pengumuman yang dirilis pada 2 April lalu, Nyoman mengungkapkan bahwa sejumlah emiten yang masuk daftar mulai proaktif. Beberapa perwakilan perusahaan sudah menjalin komunikasi dan bertemu dengan pihak otoritas bursa untuk mendalami metodologi HSC.

BEI pun menaruh harapan besar agar para emiten tersebut segera berbenah. Tujuannya jelas: agar kepemilikan saham tidak lagi menumpuk di segelintir pihak, melainkan tersebar luas di masyarakat layaknya perusahaan publik sejati.

"Begitu masuk ke pengumuman HSC, kewajiban perusahaan adalah melakukan tindakan yang diperlukan untuk meyakinkan bursa bahwa struktur kepemilikannya tidak lagi terkonsentrasi," bebernya.

Terkait langkah perbaikan, BEI menyerahkan sepenuhnya mekanisme tersebut kepada internal emiten. Nyoman menegaskan bursa tidak akan mendikte jenis aksi korporasi yang harus dilakukan, selama hasilnya mampu mendiversifikasi kepemilikan saham sesuai standar regulator dan Self-Regulatory Organization (SRO).

"Jika nanti strukturnya sudah tidak lagi terkonsentrasi, maka kami akan keluarkan pengumuman baru bahwa perusahaan tersebut sudah lepas dari status HSC," imbuh Nyoman.

Kebijakan transparansi HSC ini disebut-sebut sebagai langkah progresif BEI dalam mengadopsi global best practices. Nyoman mencontohkan Bursa Hong Kong sebagai salah satu kiblat yang sudah menerapkan kebijakan serupa.

Langkah ini diharapkan menjadi suntikan kepercayaan bagi investor internasional. Dengan transparansi yang lebih tinggi (beyond international practices), pasar modal Indonesia diharapkan makin menarik di mata dunia.

"Harusnya investor lebih percaya (trust) ke pasar kita karena kita relatif lebih transparan. Ini adalah bagian dari pengayaan informasi kepada investor," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BSA Logistics Jadi Pertama IPO di BEI, Emiten Raup Dana Rp302,4 Miliar

BSA Logistics Jadi Pertama IPO di BEI, Emiten Raup Dana Rp302,4 Miliar

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 12:50 WIB

IHSG Dibuka Lari Kencang ke Level 7.346

IHSG Dibuka Lari Kencang ke Level 7.346

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 09:14 WIB

Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket

Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 08:21 WIB

Terkini

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

BI Prediksi Kinerja Penjualan Eceran April 2026 Tetap Kuat, Kelompok Suku Cadang Jadi Penopang

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:33 WIB