- Ekonom Wijayanto Samirin memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 mampu melampaui proyeksi Bank Dunia sebesar 4,7 persen.
- Kinerja ekonomi kuartal pertama 2026 diperkirakan menguat hingga 5,5 persen berkat dorongan konsumsi musiman dari perayaan hari besar.
- Tantangan global, inflasi, serta risiko fenomena El Nino diperkirakan menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia menembus angka lima persen tahun ini.
Menanggapi revisi proyeksi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut langkah Bank Dunia sebagai hal yang wajar di tengah kondisi global.
![Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/06/27395-menko-perekonomian-airlangga-hartarto.jpg)
“Dengan situasi perang kan, ya mereka semua menurunkan (proyeksi) di berbagai wilayah,” kata Airlangga.
Meski begitu, ia menilai prospek ekonomi Indonesia tetap relatif kuat dibandingkan rata-rata global.
“Kalau kita lihat angka itu juga masih di atas pertumbuhan global rata-rata. Pertumbuhan global rata-rata kan di 3,4 persen,” ujarnya.
Dalam laporan terbaru April 2026, Bank Dunia menyebut perlambatan ekonomi Indonesia dipengaruhi tekanan eksternal, termasuk kenaikan harga minyak dunia dan sikap hati-hati investor global.
Namun demikian, Indonesia dinilai masih memiliki bantalan ekonomi, seperti ekspor komoditas dan program investasi pemerintah, yang dapat meredam dampak kenaikan biaya energi dalam jangka pendek.