Nasib Kelas Menengah: Antara Geliat Ramadan 2026 dan Fondasi Ekonomi yang Keropos

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:50 WIB
Nasib Kelas Menengah: Antara Geliat Ramadan 2026 dan Fondasi Ekonomi yang Keropos
Penumpang menunggu kedatangan Commuterline di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (30/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Daya beli kelas menengah rapuh, 12,7 juta orang turun kelas dalam 7 tahun terakhir.
  • Ramadan 2026 tunjukkan sinyal pulih, namun konsumsi kini bergeser ke kebutuhan pokok.
  • Ekonomi terancam jika pelemahan kelas menengah tak segera ditangani secara struktural.

Suara.com - Memasuki pekan pertama Ramadan 2026, indikator makro memang tampak menggembirakan. Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 membaik, inflasi pangan terkendali di angka 1,14%, dan uang beredar tumbuh 10% secara tahunan. Bahkan, aktivitas di Pasar Tanah Abang terpantau lebih ramai dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Pemerintah pun mulai mengguyur berbagai stimulus fiskal untuk memacu konsumsi. Namun, pakar mengingatkan agar pelaku usaha tidak terlena. Ada perbedaan mencolok antara perbaikan indikator musiman dengan pemulihan fondasi ekonomi yang sebenarnya.

"Sinyal pemulihan boleh jadi positif, tetapi daya beli kelas menengah terus tergerus. Dunia usaha akan menanggung dampaknya jika fondasi ini tetap rapuh," tulis laporan COREinsight yang dikutip, Jumat (6/3/2026).

Data Susenas 2025 mengungkap fakta pahit. Proporsi kelas menengah kini hanya tersisa 16% atau sekitar 46,67 juta jiwa. Mayoritas dari mereka melorot menjadi kelompok Calon Kelas Menengah (CKM) yang memiliki daya beli jauh lebih terbatas.

Dampaknya terasa langsung ke sektor ritel. Matahari Department Store, misalnya, mencatatkan perlambatan penjualan dari 34% pada Q1-2024 menjadi 28% pada Q2-2025. Penjualan ritel pakaian bahkan terkontraksi hingga -6% pada 2025, terjun bebas dibandingkan capaian impresif 14% di tahun 2023.

Kini, motor penggerak konsumsi nasional bukan lagi kelas menengah, melainkan kelompok CKM yang menyumbang 43,9% dari total konsumsi nasional.

Dalam laporan CORE itu ada 3 poin utama pergeseran yang telah mengubah peta industri:

  1. Sektor Jasa & Ritel Modern: Tertekan karena kehilangan konsumen loyal yang hobi spending.
  2. Sektor Informal: Kian dominan karena kelompok CKM cenderung berbelanja kebutuhan pokok di pasar tradisional atau sektor informal.
  3. Kualitas Konsumsi: Meskipun nilai belanja Ramadan tumbuh, kualitasnya bergeser dari barang tahan lama (durable goods) dan jasa ke sekadar kebutuhan dasar (perut).

Jika pelemahan kelas menengah ini terus dibiarkan tanpa intervensi struktural yang kuat, geliat Ramadan 2026 dikhawatirkan hanya menjadi "pesta sesaat" di atas fondasi yang kian rapuh.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kuasai 60 Persen Populasi, Gen Z dan Milenial Jadi 'Kunci' Masa Depan Asuransi Syariah

Kuasai 60 Persen Populasi, Gen Z dan Milenial Jadi 'Kunci' Masa Depan Asuransi Syariah

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:26 WIB

Bacaan Qunut Witir Mulai Malam 15 Ramadan Lengkap dengan Artinya

Bacaan Qunut Witir Mulai Malam 15 Ramadan Lengkap dengan Artinya

Lifestyle | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:18 WIB

E-commerce, Flash Sale, dan Ledakan Transaksi Ramadan

E-commerce, Flash Sale, dan Ledakan Transaksi Ramadan

Your Say | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:40 WIB

Terkini

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

PSMS Medan Targetkan 3 Poin di Kandang Sumsel United

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

JK Kritik Penanganan Papua: Jangan Cuma Mengandalkan Operasi Keamanan!

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 13:49 WIB

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Kecantikan Makin Personal: Halal, Niche Fragrance hingga AI Jadi Tren Baru Industri Kecantikan

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:37 WIB

12 Cara Membersihkan Makeup Waterproof dengan Efektif

12 Cara Membersihkan Makeup Waterproof dengan Efektif

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 13:30 WIB

115 Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Dievakuasi, 1 Meninggal Dunia

115 Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Dievakuasi, 1 Meninggal Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 13:28 WIB

Hari Ketujuh, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda hingga 6.010 NM Persegi

Hari Ketujuh, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda hingga 6.010 NM Persegi

News | Minggu, 13 September 2026 | 13:25 WIB

Pekanbaru Berawan Tebal, Padang Diprediksi Hujan Ringan

Pekanbaru Berawan Tebal, Padang Diprediksi Hujan Ringan

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:24 WIB

Kapal Tanker Pertamina Evakuasi 16 Penumpang KMP Virgo Transport 9

Kapal Tanker Pertamina Evakuasi 16 Penumpang KMP Virgo Transport 9

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 13:21 WIB

Through the Darkness: Mengurai Criminal Profiling dan Psikologi Kejahatan

Through the Darkness: Mengurai Criminal Profiling dan Psikologi Kejahatan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:20 WIB

Kuda Menari dan Pohon Telur: Cara Unik Orang Mandar Rayakan Maulid Nabi

Kuda Menari dan Pohon Telur: Cara Unik Orang Mandar Rayakan Maulid Nabi

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:20 WIB

×