- Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong pelaku usaha menerapkan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional untuk menjamin transparansi rantai pasok.
- Wakil Menteri Didit Herdiawan menyatakan sistem tersebut bertujuan memenuhi standar pasar global yang menuntut keberlanjutan dan legalitas produk perikanan.
- Pemerintah mengadakan workshop teknis pada April 2026 guna mengintegrasikan seluruh rantai pasok perikanan dari hulu hingga hilir secara nasional.
Suara.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta pelaku usaha perikanan untuk meningkatkan transparansi dalam rantai pasok melalui penerapan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (Stelina).
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, menyampaikan, tuntutan pasar global saat ini tidak hanya berfokus pada kualitas produk, tetapi juga pada aspek ketertelusuran dan keberlanjutan.
“Produk perikanan yang dibutuhkan saat ini bukan lagi sekadar produk yang berkualitas, tetapi juga yang berasal dari rantai pasok yang legal, transparan, tertelusur, serta menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial,” kata Didit kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, konsumen global kini semakin memperhatikan asal-usul produk perikanan, mulai dari metode penangkapan atau budi daya hingga dampaknya terhadap lingkungan.
KKP menilai, transparansi dalam rantai pasok menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha untuk dapat bersaing di pasar internasional.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, KKP telah menggelar kegiatan Seafood Traceability Technical Alignment and Industry Engagement Workshop pada 8 April 2026 guna meningkatkan pemahaman pelaku usaha.
![Pekerja melakukan bongkar muat ikan di Dermaga Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, Selasa (6/5/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/05/06/90079-pasar-ikan-bongkar-muat-ikan-penjual-ikan-nelayan.jpg)
“Kebutuhan pasar tersebut kita jawab dengan Stelina,” ucap Didit.
Ia menambahkan, program prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih juga diarahkan untuk mendukung sistem ketertelusuran tersebut.
Dengan demikian, kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sentra produksi, tetapi juga terhubung dengan pasar global.
Didit juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam memperkuat sistem ketertelusuran nasional.
“Saya yakin langkah bersama yang kita lakukan hari ini menjadi sumbangsih nyata dalam mewujudkan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal PDSPKP Machmud menjelaskan, Stelina dirancang sebagai sistem terintegrasi yang menghubungkan seluruh rantai pasok perikanan dari hulu hingga hilir.
“Sistem ini juga menepis isu bahwa produk perikanan Indonesia berasal dari praktik illegal fishing maupun diproduksi dengan cara yang tidak ramah lingkungan,” ucap Machmud.