Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Liberty Jemadu

Sabtu, 11 April 2026 | 20:29 WIB
Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC
Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi mengatakan dua kapal Pertamina di Selat Hormuz harus melewati protokol yang sama dengan kapal lain agar bisa melintasi Selat Hormuz. Foto: Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi saat berkunjung ke Kantor Redaksi Suara.com di Jakarta, Senin (23/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Dua kapal Pertamina milik Indonesia masih terjebak di Selat Hormuz akibat konflik bersenjata sejak 28 Februari 2026.
  • Dubes Iran menyatakan kapal Pertamina wajib bernegosiasi dengan pihak keamanan Iran untuk melintasi wilayah perairan Teluk Persia.
  • Kementerian Luar Negeri menuntut jaminan kebebasan navigasi internasional dan menolak kewajiban membayar biaya kepada pihak manapun di Selat Hormuz.

Suara.com - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan kapal-kapal Pertamina yang masih terjebak di Teluk Persia harus bernegosiasi dengan pihak keamanan Iran, yakni Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRG, seperti kapal-kapal lain yang masih menunggu Selat Hormuz dibuka.

Diwartakan sebelumnya dua kapal Pertamina masih terjebak di Selat Hormuz sejak perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran berkobar pada 28 Februari lalu. Meski kini sudah terjadi gencatan senjata dan Iran mengatakan Hormuz sudah dibuka, faktanya lalu-lintas kapal di perairan internasional tersebut masih tertutup.

Nasib kapal Pertamina berbeda dengan kapal Malaysia yang sudah dibebaskan oleh Iran. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan kapal negaranya berhasil melewati Selat Hormuz karena hubungan dekat dua negara.

Keistimewaan yang diperoleh Malaysia, rupanya tidak bisa dinikmati juga oleh Indonesia.

"Pada masa perang, ada beberapa protokol yang harus dilalui terkait kapal-kapal yang hendak melewati Selat Hormuz, di antaranya adalah negosiasi dengan pihak keamanan Republik Islam Iran," kata Dubes Boroujerdi usai peluncuran buku peringatan mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Dia pun menyampaikan bahwa protokol tersebut, termasuk negosiasi, masih perlu dilakukan oleh semua negara yang kapalnya terdampak tanpa terkecuali.

"Mengingat Teluk Persia dan Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi yang biasa-biasa saja," ujarnya.

Kemlu: Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz Harus Dijamin

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri pada pekan ini menegaskan bahwa kebebasan navigasi (freedom of navigation) harus tetap dijaga di Selat Hormuz, terlebih dengan potensi pemulihan kegiatan perlintasan di kawasan tersebut setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

baca juga

“Pada prinsipnya, kami meminta agar kebebasan navigasi dihormati dan sesuai dengan hukum internasional,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl A. Mulachela dalam taklimat media di Jakarta, Rabu.

Hal tersebut disampaikan Nabyl menanggapi adanya tuntutan Iran yang meminta bayaran kepada kapal-kapal yang hendak melewati Selat Hormuz.

Menurut Nabyl, gencatan senjata yang baru-baru ini disepakati antara AS dan Iran semakin membuka peluang bagi pemulihan kegiatan pelayaran di Selat Hormuz yang selama ini terhenti akibat konflik.

Ia pun meyakini bahwa perkembangan tersebut tak hanya berdampak baik bagi kepentingan Indonesia tetapi juga bagi kawasan Teluk serta seluruh dunia.

“Dengan adanya perkembangan ini, kami berharap supaya bisa berkembang menjadi resolusi konflik yang lebih permanen dan berdampak baik bagi kepentingan kita, baik dalam hal kebebasan navigasi maupun untuk ke depannya,” kata Nabyl.

Posisi Indonesia, terkait Selat Hormuz, mirip dengan pemerintah Singapura yang pada awal pekan ini juga menegaskan tidak akan bernegosiasi apa lagi membayar Iran agar kapal-kapalnya bisa lepas dari Teluk Persia.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan menegaskan Selat Hormuz adalah laut internasional dan setiap kapal berhak untuk melintasinya dengan aman.

Balakrishnan juga memperingatkan, Selat Malaka - yang letaknya antara Indonesia dan Singapura - jauh lebih strategis dari Selat Hormuz. Selat Malaka adalah jalur yang dilewati kapal-kapal minyak menuju pasar utamanya di Asia: China.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 18:25 WIB

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 15:20 WIB

Selat Hormuz Masih Tertutup, Ranjau Laut Iran Ganggu Pasokan Energi Global

Selat Hormuz Masih Tertutup, Ranjau Laut Iran Ganggu Pasokan Energi Global

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 11:14 WIB

Alasan Mengapa Iran Bisa Mengendalikan Selat Hormuz

Alasan Mengapa Iran Bisa Mengendalikan Selat Hormuz

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2026 | 11:12 WIB

Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS

Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS

News | Sabtu, 11 April 2026 | 09:49 WIB

Terkini

Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik

Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:05 WIB

Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten

Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:33 WIB

Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas

Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:35 WIB

Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN

Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:05 WIB

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:01 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel

Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:40 WIB

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:17 WIB

Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT

Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:14 WIB

Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z

Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:07 WIB

Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI

Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:35 WIB

×