Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Trump Kerahkan Militer Blokade Selat Hormuz, Iran Berikan Respon Dingin

M Nurhadi

Senin, 13 April 2026 | 14:21 WIB
Trump Kerahkan Militer Blokade Selat Hormuz, Iran Berikan Respon Dingin
Iran memperingatkan bahwa harga minyak dunia akan mencapai 200 dolar AS per barel dalam waktu dekat akibat perang berkepanjangan dengan Amerika Serikat dengan Israel. Foto: Selat Hormuz yang berada di antara Iran, Qatar dan Uni Emirat Arab. [Google Maps]
baca 10 detik
  • Komando Pusat AS memulai blokade militer di seluruh pelabuhan Iran mulai Senin pukul 10.00 waktu setempat.
  • Kebijakan tersebut dipicu kegagalan negosiasi damai di Islamabad serta penolakan Iran menghentikan pengayaan uranium secara total.
  • Blokade ini menyebabkan lonjakan harga minyak global di atas USD 100 per barel dan memicu ketegangan geopolitik.

Suara.com - Ketegangan di kawasan Teluk mencapai titik nadir baru yang membahayakan stabilitas ekonomi dan keamanan global.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) secara resmi mengumumkan dimulainya blokade militer yang diberlakukan secara ketat terhadap seluruh pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.

Langkah agresif ini diambil tepat setelah negosiasi damai di Islamabad menemui jalan buntu, memicu kepanikan di pasar komoditas internasional.

Pihak CENTCOM menegaskan bahwa blokade yang dimulai pada Senin pukul 10.00 pagi waktu setempat (14:00 GMT) tersebut akan "Diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman."

Meskipun demikian, militer AS memberikan catatan bahwa kapal-kapal yang hanya melintasi Selat Hormuz menuju atau dari pelabuhan non-Iran tidak akan dihalangi. Informasi tambahan rencananya akan diberikan kepada pelaut komersial melalui pemberitahuan formal sebelum operasi dimulai sepenuhnya.

Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan melalui serangkaian pernyataan provokatif di media sosial. Ia menegaskan bahwa pasukan AS tidak hanya menutup akses pelabuhan, tetapi juga akan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang diketahui telah membayar biaya lintasan (toll) kepada pihak Iran.

Trump menganggap pembayaran tersebut sebagai bentuk dukungan ilegal terhadap rezim Teheran.

Selain blokade kapal, Angkatan Laut AS juga dilaporkan mulai melakukan operasi penghancuran ranjau yang disebar oleh Iran di Selat Hormuz, sebuah titik jenuh yang mengendalikan sekitar 20 persen pasokan energi global.

Dampak dari pengumuman blokade ini langsung terasa di lantai bursa dunia. Harga minyak mentah acuan melonjak lebih dari 7 persen hingga melampaui angka USD 100 per barel pada perdagangan Senin pagi di Asia.

baca juga

Bersamaan dengan itu, nilai tukar dolar AS mengalami penguatan tajam sementara kontrak berjangka saham AS justru berguguran.

Data pelayaran menunjukkan bahwa meskipun tiga kapal supertanker bermuatan penuh berhasil lewat pada Sabtu lalu, kini sebagian besar kapal tanker memilih untuk menjauhi Selat Hormuz guna menghindari risiko blokade.

Mantan pejabat senior Pentagon di era Biden yang kini berada di The Washington Institute for Near East Policy, Dana Stroul, memberikan pandangan kritis terhadap strategi ini.

Menurutnya, pendekatan Trump yang menginginkan hasil instan melalui kekuatan militer sangat berisiko. "Trump menginginkan solusi cepat," ujar Stroul., dikutip via Reuters.

Ia menambahkan bahwa "Kenyataannya, misi ini sulit dilaksanakan sendirian dan kemungkinan besar tidak berkelanjutan dalam jangka menengah hingga panjang."

Di sisi lain, Teheran bereaksi dengan kemarahan atas tindakan sepihak Washington. Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan bahwa kehadiran kapal militer yang mendekati wilayah mereka akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan dihadapi dengan tindakan yang keras serta menentukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz

Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 14:06 WIB

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 14:05 WIB

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

News | Senin, 13 April 2026 | 14:01 WIB

Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz

Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:37 WIB

Berapa Tarif Lewat Selat Hormuz? Kebijakan Baru Iran yang Bikin Negara Lain Ketar-ketir

Berapa Tarif Lewat Selat Hormuz? Kebijakan Baru Iran yang Bikin Negara Lain Ketar-ketir

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 13:14 WIB

Terkini

Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI

Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:21 WIB

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:16 WIB

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:10 WIB

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:48 WIB

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:31 WIB

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:12 WIB

Jadwal Stock Split Saham RMKE

Jadwal Stock Split Saham RMKE

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:03 WIB

Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang

Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:50 WIB

BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo

BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:22 WIB

Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun

Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:13 WIB

×