Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 14 April 2026 | 20:42 WIB
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
Pertamina disarankan segera menaikkan harga BBM nonsubsidi agar tidak merugi. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, mendesak Pertamina segera menaikkan harga BBM nonsubsidi agar perusahaan tidak menanggung kerugian finansial.
  • Konflik di Timur Tengah menyebabkan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah melampaui asumsi APBN tahun 2026.
  • Penyesuaian harga BBM nonsubsidi harus mengacu pada regulasi Permen ESDM dan Kepmen ESDM sesuai kondisi ekonomi global.

Suara.com - Pertamina sebaiknya segera menaikkan harga BBM nonsubsidi jika tak ingin merugi di tengah melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman menilai Pertamina seharusnya sudah bisa menyesuaikan harga BBM non-subsidi. Jika tidak beban keuangan perusahaan akan semakin berat.

"Seharusnya Pertamina sudah bisa menyesuaikan harga jual sesuai keekonomiannya BBM Umum seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertadex setiap bulan dimulai tanggal 1," kata Yusri kepada Suara.com, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan penentuan harga BBM mengacu pada regulasi yang berlaku, yakni Permen ESDM Nomor 10 Tahun 2024 dan Kepmen ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2020. Dalam aturan tersebut, harga BBM ditentukan oleh rata-rata harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Menurutnya, asumsi APBN 2026 menetapkan harga minyak di kisaran USD 60 hingga USD 70 per barel dan nilai tukar rupiah sekitar Rp16.500 hingga Rp16.900. Namun, kondisi saat ini dinilai telah jauh melampaui asumsi tersebut.

"Penentuan harga jual BBM di SPBU Pertamina mengacu Permen ESDM nomor 10 tahun 2024 dan Kepmen ESDM nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2020 tetap mengacu harga rata rata minyak dunia dan nilai tukar rupiah," ujar Yusri.

Yusri menyebut lonjakan harga minyak dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik tersebut membuat harga energi global, termasuk BBM dan LPG, mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini membuat tekanan biaya pada badan usaha energi itu semakin besar.

"Akibat Amerika dan Israel menyerang Iran terjadi kegoncangan geopoliitk di kawasan timur tengah yang menyebabkan harga minyak dan LPG meroket, lantaran dua pembentuk harga BBM yaitu rata-rata harga minyak dunia dan nilai tukar sudah jauh dari perkiraan asumsi APBN 2026," kata Yusri.

Meski demikian, ia menegaskan harga BBM subsidi tetap harus melalui keputusan pemerintah. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi.

Menurutnya, langkah menahan harga BBM subsidi memiliki konsekuensi terhadap anggaran negara. Pemerintah harus menanggung tambahan beban subsidi energi.

"Langkah Pertamina tidak menaikan harga BBM subsidi dan penugasan tentu pertimbangan pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi," ucap Yusri.

Di sisi lain, Yusri menilai beban kerugian pada BBM umum akan ditanggung oleh Pertamina jika harga tidak disesuaikan. Kondisi ini berpotensi memperbesar tekanan keuangan perusahaan.

"Kecuali BBM umum jika rugi menjadi beban Pertamina," pungkas Yusri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PT PGE dan  PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028

PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:58 WIB

Manuver Putra Mahkota 'Raja Minyak' Lolos Jerat Korupsi Pertamina

Manuver Putra Mahkota 'Raja Minyak' Lolos Jerat Korupsi Pertamina

Liks | Selasa, 14 April 2026 | 18:06 WIB

Hati-Hati Penipuan! Pendaftaran Agen LPG 3 Kg Tidak Dipungut Biaya

Hati-Hati Penipuan! Pendaftaran Agen LPG 3 Kg Tidak Dipungut Biaya

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:59 WIB

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

News | Senin, 13 April 2026 | 22:48 WIB

Pertamina Enduro Selangkah ke Grand Final Proliga 2026 Usai Tundukkan Electric PLN 3-2

Pertamina Enduro Selangkah ke Grand Final Proliga 2026 Usai Tundukkan Electric PLN 3-2

Sport | Senin, 13 April 2026 | 07:11 WIB

Terkini

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:56 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:39 WIB

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:44 WIB

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:00 WIB