Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 15 April 2026 | 12:59 WIB
Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?
ilustrasi industri gula [Antara]
  • APTRI menyoroti kebijakan pemerintah di tingkat hulu yang tidak realistis serta keterbatasan akses pupuk dan pembiayaan petani.
  • Kesenjangan teknologi produksi menyebabkan biaya operasional tinggi sehingga target swasembada gula nasional menjadi semakin sulit dicapai pemerintah.
  • Berbagai hambatan di hulu seperti pupuk, KUR, hingga teknologi membuat daya saing lemah.

Suara.com - Industri gula nasional saat ini menjadi sorotan setelah mencuatnya kerugian yang dialami BUMN PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau Sugar Co sebesar Rp 680 miliar. Kerugian ini dinilai bukan sekadar persoalan bisnis, melainkan mencerminkan carut-marut tata kelola industri gula dari hulu hingga hilir.

Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Soemitro Samadikoen, menilai kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa target swasembada gula semakin sulit dicapai jika tidak ada pembenahan menyeluruh.

"SGN itu kan milik rakyat. Kenapa bisa rugi sebanyak itu? Apakah di setiap periode atau interval waktu tidak diadakan evaluasi?" ujar Soemitro di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Ia menyebut, kegagalan industri gula nasional selama ini tidak bisa terus-menerus dikaitkan dengan faktor impor. Menurutnya, persoalan utama justru terletak pada manajemen dan kebijakan yang tidak tepat.

Sejumlah petugas mengangkut karung berisi gula pasir untuk didistribusikan ke tiap kelurahan di Balaikota Yogyakarta, Rabu (22/4/2020). [Suarajogja.id / Baktora]
Ilustrasi industri Gula. [Suarajogja.id / Baktora]

"Taruhlah sekarang misalnya PT SGN (Sinergi Gula Nusantara) rugi Rp 680 miliar. Kenapa? Karena gula impor? Ya enggak lah. Ya karena nggak bisa, manajemennya nggak bisa kerja," tukas Soemitro.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pembenahan dari sisi regulasi dan kebijakan agar produksi gula nasional dapat meningkat dan lebih kompetitif.

"Yang harus dibenahi kebijakannya, dan regulasinya," sambung dia.

Di sisi lain, persoalan di tingkat hulu juga dinilai semakin memperburuk kondisi industri. Kebijakan pemerintah seperti intensifikasi dan ekstensifikasi lahan disebut tidak realistis dan tidak sesuai kondisi lapangan.

"Tahun lalu di bulan Agustus tiba-tiba dicanangkan bongkar ratoon 100 ribu hektar, itu enggak rasional. Sudah bulan Agustus, di mana cari lahannya?" kritiknya.

Masalah lain yang dihadapi petani adalah keterbatasan pupuk bersubsidi yang hanya diberikan maksimal untuk 2 hektare per Kartu Keluarga. Sementara harga pupuk non-subsidi terus meningkat saat musim tanam.

Selain itu, akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga dinilai belum fleksibel. Batas plafon pinjaman yang ada dinilai menyulitkan petani untuk memperluas lahan.

"Akses perolehan pendanaan ini harus dijaga. Petani yang dikelola tambah luas kok enggak boleh utang lagi karena BI checking? Mana kita bisa nambah area lebih luas kalau dibatasi?" keluh Soemitro.

Di tengah berbagai kendala tersebut, Indonesia juga dinilai tertinggal dari negara lain dalam hal teknologi dan efisiensi produksi gula. Negara seperti Brasil, Australia, hingga Vietnam telah menggunakan mekanisasi penuh, sementara petani Indonesia masih bergantung pada tenaga manual.

Kondisi ini membuat biaya produksi gula nasional tetap tinggi dan sulit bersaing dengan gula impor. Akibatnya, target swasembada gula semakin menjauh.

Soemitro pun meminta pemerintah untuk melibatkan petani dalam setiap penyusunan kebijakan agar solusi yang diambil lebih tepat sasaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Kebut Restrukturisasi BUMN, 15 Perusahaan Logistik Akan Digabung Jadi Satu

Pemerintah Kebut Restrukturisasi BUMN, 15 Perusahaan Logistik Akan Digabung Jadi Satu

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 19:26 WIB

Tak Hanya Pedagang Kecil, BUMN Ini Juga Mulai Rasakan Kelangkaan Plastik

Tak Hanya Pedagang Kecil, BUMN Ini Juga Mulai Rasakan Kelangkaan Plastik

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:34 WIB

Pehatian Emak-emak! Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Usai Lebaran

Pehatian Emak-emak! Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Usai Lebaran

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 12:23 WIB

Terkini

Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah

Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:46 WIB

Dituntut Masyarakat, Danantara Jelaskan soal Laporan Keuangan yang Belum Dipublikasi

Dituntut Masyarakat, Danantara Jelaskan soal Laporan Keuangan yang Belum Dipublikasi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:22 WIB

Libur Panjang Justru Jadi Petaka Bagi Rupiah

Libur Panjang Justru Jadi Petaka Bagi Rupiah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:48 WIB

Daftar Tarif BPJS Kesehatan Kelas 1-3 per Mei 2026, Wacana Iuran Naik Terus Mencuat

Daftar Tarif BPJS Kesehatan Kelas 1-3 per Mei 2026, Wacana Iuran Naik Terus Mencuat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:42 WIB

Dolar AS Perkasa, Harga Referensi Emas Indonesia Periode II Mei 2026 Terkoreksi Tajam

Dolar AS Perkasa, Harga Referensi Emas Indonesia Periode II Mei 2026 Terkoreksi Tajam

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:41 WIB

Catcrs Update Keamanan Transaksi Kripto Besar-besaran, Ini yang Wajib Diketahui Pengguna

Catcrs Update Keamanan Transaksi Kripto Besar-besaran, Ini yang Wajib Diketahui Pengguna

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:55 WIB

Dompet Siaga! Harga Tiket Pesawat Domestik Terancam Naik hingga 50%

Dompet Siaga! Harga Tiket Pesawat Domestik Terancam Naik hingga 50%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:15 WIB

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB

Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller

Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:36 WIB