Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 15 April 2026 | 13:31 WIB
Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog
Minyak goreng Minyakita. [ANTARA/Luthfia Miranda Putri]
  • IKAPPI melaporkan distribusi Minyakita melalui Bulog tidak optimal karena hambatan administrasi teknis yang rumit bagi para pedagang.
  • Ketidakefektifan distribusi menyebabkan pasokan Minyakita sulit ditemukan dan harga jual di pasar melampaui Harga Eceran Tertinggi.
  • Mendag menerbitkan Permendag Nomor 43 Tahun 2025 untuk memperkuat peran BUMN dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng rakyat.

Suara.com - Pedagang pasar menilai distribusi Minyakita melalui Perum Bulog justru mempersulit akses pasokan di lapangan. 

Akibatnya, harga produk minyak murah itu terus melambung tinggi hingga selalu di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, mengatakan skema distribusi dan persyaratan administrasi membuat pedagang kesulitan memperoleh minyak goreng murah tersebut.

"Bulog dengan jejaring yang dimilikinya untuk pendistribusian Minyakita juga tidak berjalan dengan optimal," kata Reynaldi saat dihubungi Suara.com, Rabu (15/4/2026).

Ia mengatakan, kendala distribusi tidak hanya terjadi pada penyaluran barang, tetapi juga pada aspek teknis dan administrasi yang dinilai berbelit bagi pedagang.

"Cenderung mempersulit dengan urusan-urusan teknis dan administrasi sehingga pedagang kami yang sudah kami daftarkan ke bulog di masing-masing wilayah, sudah dua minggu lebih juga tidak diantarkan Minyakitanya," ujarnya.

Menurut Reynaldi, kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan memperoleh pasokan Minyakita meski secara aturan sudah memenuhi syarat dan terdaftar dalam sistem distribusi.

"Contoh perlu ada NIB (Nomor Induk Berusaha), perlu ada Simirah (Sistem Informasi Minyak Goreng Curah), dan sebagainya," ucapnya.

Selain itu, ia juga menyinggung Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang tidak berjalan dengan baik.

"Sementara penyaluran distribusi minyakita melalui SP2KP tidak berjalan dengan optimal," ujarnya.

Ia menilai, jika sistem distribusi berjalan optimal tanpa hambatan administratif, maka persoalan di pasar bisa diminimalkan.

"Sebenarnya jika implementasi itu berjalan dengan baik dan optimal nggak ada tuh isu kelangkaan Minyakita," tutur Reynaldi.

Karena itu, berdasarkan laporan para pedagang pasar di berbagai daerah, saat ini pasokan Minyakita di jaringan Bulog sulit ditemukan oleh pedagang di berbagai wilayah.

"Stok di hampir seluruh wilayah bulog kami ga menemukan," ucapnya.

"Kalaupun ada stok nya harganya sudah di atas HET," tambah Reynaldi memungkasi.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 yang mengatur ulang tata kelola MinyaKita.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Regulasi baru ini menitikberatkan penguatan distribusi melalui badan usaha milik negara (BUMN) guna menjaga stabilitas harga minyak goreng rakyat di tingkat konsumen.

Regulasi ini ditetapkan pada 9 Desember 2025 dan diundangkan pada 12 Desember 2025. Aturan tersebut akan mulai berlaku 14 hari setelah diundangkan. 

Ketentuan ini sekaligus merevisi Permendag Nomor 18 Tahun 2024 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat.

Pemerintah menilai efisiensi distribusi menjadi kunci dalam menjaga harga MinyaKita tetap sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Kami meyakini efisiensi dalam pendistribusian Minyakita akan lebih mendorong pembentukan harga sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita untuk mendukung stabilitas harga minyak goreng," ujar Mendag dalam keterangannya, Selasa (16/12/2025).

"Pemerintah akan memperkuat distribusi MinyaKita melalui badan usaha milik negara (BUMN) karena selama ini terbukti mampu menjaga harga jualnya sesuai HET. Permendag Nomor 43 Tahun 2025 akan membantu mewujudkan efisiensi distribusi tersebut," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klaim Mendag Busan: Pedagang Mudik, Harga Pangan Tetap Adem di Pasar Rawasari

Klaim Mendag Busan: Pedagang Mudik, Harga Pangan Tetap Adem di Pasar Rawasari

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 12:27 WIB

Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton

Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton

Bisnis | Sabtu, 14 Maret 2026 | 21:32 WIB

Bulog: Stok Beras dan Minyak Goreng Aman hingga Akhir 2026

Bulog: Stok Beras dan Minyak Goreng Aman hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:57 WIB

Bos Bulog Jamin Beras yang Diekspor untuk Jamaah Haji Berkualitas Super Premium

Bos Bulog Jamin Beras yang Diekspor untuk Jamaah Haji Berkualitas Super Premium

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 20:15 WIB

Ekspor Beras ke Arab Saudi Berisiko Terganggu Akibat Perang AS dan Israel vs Iran

Ekspor Beras ke Arab Saudi Berisiko Terganggu Akibat Perang AS dan Israel vs Iran

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 14:34 WIB

Bulog Mulai Kirim 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji

Bulog Mulai Kirim 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 14:04 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:08 WIB

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB