Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bos Bulog Jamin Beras yang Diekspor untuk Jamaah Haji Berkualitas Super Premium

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 04 Maret 2026 | 20:15 WIB
Bos Bulog Jamin Beras yang Diekspor untuk Jamaah Haji Berkualitas Super Premium
Beras Bulog yang akan diekspor ke Arab Saudi untuk kebutuhan makan jamaah haji. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
  • Perum Bulog mengekspor beras super premium ke Arab Saudi dengan tingkat pecahan beras hanya 5 persen.
  • Total nilai ekspor beras untuk jemaah haji Indonesia tersebut diperkirakan mencapai Rp38 miliar tanpa logistik.
  • Beras premium tersebut disubsidi pemerintah sehingga dijual seharga Rp16.000 per kilogram kepada jemaah haji.

Suara.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan beras yang diekspor ke Arab Saudi merupakan beras dengan kualitas super premium. Ia menjelaskan, tingkat pecahan beras hanya sekitar 5 persen dengan kadar air di bawah 14 persen.

Rizal mengatakan kualitas tersebut bahkan lebih baik dibanding standar beras premium yang umumnya beredar di pasar domestik.

"Nah, selama ini kan kalau beras premium di Indonesia adalah pecahannya 15 persen. Ini pecahannya 5 persen. Dan ini kalau menurut kami beras yang terbaik yang selama ini baru kita buat oleh Bulog," ujar Rizal kepada wartawan di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Kepala Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
Kepala Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]

Rizal menyebut total nilai ekspor beras yang dikirim ke Arab Saudi diperkirakan mencapai Rp38 miliar. Nilai tersebut hanya mencakup harga beras, di luar biaya pengiriman dan logistik.

"Kalau kita hitung rekan-rekan, jadi totalnya hampir mencapai 38 miliar," ucapnya.

Pengiriman beras tersebut merupakan bagian dari ekspor beras Indonesia yang ditujukan khusus untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Menurut Rizal, ekspor ini juga menjadi langkah awal untuk memperluas pasar beras Indonesia di Timur Tengah.

"Ini adalah entry point kita. Jadi ekspor pertama ini adalah entry point kita. Kita istilahnya kalau jualan, kita jual promo nih sekarang," kata dia.

Ia menjelaskan potensi pasar beras Indonesia di Arab Saudi cukup besar. Selain jemaah haji, pasar juga berasal dari jemaah umrah dan warga Indonesia yang tinggal di negara tersebut.

"Karena potensinya di sana lebih kurang hampir 2 juta orang yang setiap tahunnya melaksanakan umrah dan mukimin yang ada di Saudi Arabia," ujar Rizal.

Namun demikian, Bulog mendapat guyuran subsidi dari pemerintah untuk mengekspor beras premium tersebut. Dengan subsidi, beras tersebut dijual seharga Rp 16.000 per kilogram khusus untuk jemaah haji.

"Ya, karena ini untuk jemaah kita, ya, untuk jemaah kita. Jadi ini subsidi dari pemerintah, harganya Rp16.000 per kilogram untuk jemaah haji," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan Amran: Impor Beras Amerika untuk Makanan Turis, Bukan Konsumsi Umum

Mentan Amran: Impor Beras Amerika untuk Makanan Turis, Bukan Konsumsi Umum

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 15:06 WIB

Ekspor Beras ke Arab Saudi Berisiko Terganggu Akibat Perang AS dan Israel vs Iran

Ekspor Beras ke Arab Saudi Berisiko Terganggu Akibat Perang AS dan Israel vs Iran

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 14:34 WIB

Bulog Mulai Kirim 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji

Bulog Mulai Kirim 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 14:04 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB