Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 16 April 2026 | 07:28 WIB
IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. [Antara/Fauzan/bar]
  • IMF dan investor global mengakui Indonesia sebagai titik terang ekonomi dalam pertemuan IMF Spring Meetings di Washington D.C.
  • Gubernur Bank Indonesia menyatakan stabilitas ekonomi nasional tercapai melalui sinergi kebijakan moneter dan disiplin fiskal yang kredibel.
  • Keberhasilan menjaga pertumbuhan dan defisit fiskal memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi utama yang stabil bagi dunia.

Suara.com - Indonesia kembali ditegaskan sebagai salah satu "bright spot" atau titik terang. Pengakuan ini datang langsung dari International Monetary Fund (IMF) dan para investor global dalam rangkaian IMF Spring Meetings di Washington D.C.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan bahwa ketahanan ekonomi nasional yang kuat merupakan buah dari sinergi kebijakan yang kredibel dan responsif terhadap dinamika eksternal.

Menurutnya, Indonesia berhasil menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan momentum pertumbuhan.

"Perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur yang tepat (on the right track) dan terkelola dengan baik. Pertumbuhan ekonomi kita tetap solid didukung permintaan domestik yang kuat serta inflasi yang terjaga dalam sasaran," ujar Perry Warjiyo di sela pertemuan dengan investor global dan pimpinan IMF dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Indonesia dalam menjaga disiplin fiskal, terutama komitmen mempertahankan defisit di bawah 3 persen dari PDB.

Perry Warjiyo menekankan bahwa kunci keberhasilan Indonesia terletak pada sinergi erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah. Kebijakan moneter dan fiskal berjalan beriringan untuk menghadapi tekanan tekanan pasar keuangan global.

Suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta, Kamis (7-3-2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

"Kami terus memperkuat kredibilitas kebijakan nasional melalui disiplin fiskal dan realokasi belanja ke sektor produktif. Hal inilah yang memperkuat keyakinan investor bahwa Indonesia tidak hanya berdaya tahan, tetapi juga sangat adaptif," tambah Perry.

Lebih lanjut, Perry menjelaskan bahwa Bank Indonesia tidak lagi hanya mengandalkan instrumen moneter konvensional. BI menerapkan bauran kebijakan (policy mix) yang terintegrasi untuk mendukung stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan.

Strategi tersebut mencakup:

• Kebijakan Moneter: Fokus pada stabilitas nilai tukar Rupiah dan daya tarik aset domestik.
• Kebijakan Makroprudensial: Bersifat pro-pertumbuhan untuk mendorong penyaluran kredit perbankan.
• Digitalisasi Sistem Pembayaran: Mempercepat aktivitas ekonomi melalui transformasi digital yang inklusif.

"Respons kebijakan yang kami tempuh bersifat forward-looking. Kami mengelola nilai tukar secara fleksibel namun tetap terukur, serta memastikan likuiditas perbankan tetap memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," jelas Gubernur BI tersebut.

Selain stabilitas jangka pendek, Perry Warjiyo juga memaparkan arah transformasi ekonomi Indonesia menuju sektor bernilai tambah tinggi.

Program hilirisasi dan pengembangan sektor berbasis teknologi menjadi daya tarik utama bagi investor jangka panjang. Dengan fundamental yang kokoh dan kebijakan yang transparan, Indonesia optimis dapat terus melaju di tengah gejolak global.

Pertemuan dengan IMF ini pun semakin memperkuat posisi tawar Indonesia sebagai tujuan investasi utama yang stabil dan kredibel di mata dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 19:27 WIB

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:54 WIB

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:13 WIB

Bidik Pasar Digital ASEAN, Perushaan RI Ekspansi ke Malaysia

Bidik Pasar Digital ASEAN, Perushaan RI Ekspansi ke Malaysia

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 08:40 WIB

Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi

Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 13:35 WIB

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:10 WIB

Terkini

Papua Segera Punya Kereta Api, Proyek KAI Dimulai dari Jayapura

Papua Segera Punya Kereta Api, Proyek KAI Dimulai dari Jayapura

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:05 WIB

Menkes Larang RS Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif, Singgung Reaktivasi

Menkes Larang RS Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif, Singgung Reaktivasi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 06:58 WIB

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 06:42 WIB

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB