- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menemui 18 investor global di Amerika Serikat untuk memaparkan strategi fiskal pemerintahan Prabowo.
- Investor tertarik menanamkan modal pada sektor keuangan Indonesia, mencakup instrumen pendapatan tetap dan ekuitas pasar modal saham.
- Pemerintah optimistis penjelasan strategi fiskal yang prudent akan meningkatkan arus masuk modal asing ke pasar modal Indonesia.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini arus modal asing bakal lebih banyak masuk ke Indonesia setelah mendengarkan strategi fiskal di bawah kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto.
Hal ini diungkapkan Menkeu Purbaya usai melakukan kunjungan kerja dengan International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia (World Bank), lembaga pemeringkat, hingga 18 investor global seperti HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Blackrock, Lord Abbett, TD Asset Management, Goldman Sachs Asset Management (GSAM), hingga Fidelity di Amerika Serikat.
Purbaya menjelaskan kalau sektor yang diminati para investor global berasal dari sektor keuangan, mulai dari fixed income hingga equity.
"Tadi sih campur, ada yang sebagian fixed income, tapi sebenarnya sebagian juga dari equity. Jadi harusnya ini financial sector ya, bukan FDI (foreign direct investment)," katanya dalam keterangan video, dikutip Kamis (16/4/2026).
Bendahara Negara pun meyakini kalau pertemuan tersebut bakal menghasilkan serbuan dana asing yang masuk ke Indonesia, khususnya pasar modal saham.
"Jadi harusnya sih enggak lama lagi akan masuk ke Indonesia dan akan mendorong pasar modal Indonesia ke level yang lebih tinggi," beber dia.
Di sela-sela pertemuan itu, Menkeu Purbaya mengungkapkan para investor global ingin mengetahui soal kebijakan fiskal Pemerintah Indonesia saat ini.
"Tadi pagi kita ketemu 18 investor besar, di antara yang besar adalah Goldman Sachs sama Fidelity, di samping yang lain juga besar-besar. Mereka sepertinya pengin menanyakan, ingin tahu komitmen kita terhadap pertemuan, terhadap anggaran seperti apa, dan masuk akal enggak," katanya dalam keterangan video, dikutip Kamis (16/4/2026).
Bendahara Negara mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menjelaskan strategi fiskal RI dengan detail dan komprehensif, mulai dari apa yang dilakukan dampaknya ke anggaran, hingga efeknya ke pertumbuhan ekonomi.
"Jadi mereka suka sekali dengan penjelasan kita bahwa kita akan menciptakan pertemuan ekonomi yang lebih cepat tanpa mengorbankan kehati-hatian kebijakan fiskal," lanjutnya.
Purbaya juga mengakui kalau para investor global bingung kenapa Indonesia bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi lebih cepat di tengah krisis global.
"Sepertinya selama ini mereka masih agak bingung dengan kebijakan kita.
Terutamanya mereka bingung, kenapa kita bisa tumbuh lebih cepat tapi anggarannya tetap terkendali. Kita jelaskan dengan gamblang pada pertemuan tadi pagi," jelasnya.