Diwarnai Kericuhan, Massa Pendemo Desak DPR Bentuk Pansus Agrinas Gate

Bangun Santoso

Senin, 13 April 2026 | 19:35 WIB
Diwarnai Kericuhan, Massa Pendemo Desak DPR Bentuk Pansus Agrinas Gate
Massa Pendemo Desak DPR Bentuk Pansus Agrinas Gate, Senin (13/4/2026)
baca 10 detik
  • Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin (13/4/2026).
  • Massa mendesak DPR membentuk Pansus guna mengusut dugaan skandal impor 105.000 mobil pikap oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
  • Demonstran menuntut transparansi anggaran serta pemeriksaan KPK dan BPK terkait potensi penyimpangan pada proyek pengadaan kendaraan tersebut.

Suara.com - Eskalasi protes terhadap kebijakan impor kendaraan operasional skala besar terjadi di depan Gedung DPR RI, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (13/4/2026). Massa yang tergabung dalam Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) menggelar aksi unjuk rasa mendesak DPR segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Agrinas Gate.

Tuntutan ini berkaitan dengan dugaan skandal impor pengadaan 105.000 unit mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara yang ditujukan untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih.

Aksi massa di depan Gerbang Pancasila tersebut sempat diwarnai kericuhan antara demonstran dengan aparat kepolisian. Ketegangan bermula ketika massa hendak membakar ban sebagai bentuk protes, namun aksi tersebut segera diredam oleh petugas keamanan.

Saling dorong dan adu mulut antara massa dan polisi tidak terhindarkan di lokasi kejadian. Meski gagal membakar ban, massa akhirnya meluapkan kekecewaan dengan membakar spanduk yang memuat foto sejumlah tokoh yang dianggap bertanggung jawab dalam proyek ini, termasuk Direktur Utama PT Agrinas, Menteri Koperasi, hingga sosok Sjafrie Sjamsoddin.

Humas KAPAK sekaligus koordinator lapangan aksi, Adib Alwi, menegaskan bahwa proyek impor masif ini menyimpan banyak kejanggalan yang harus segera diusut secara transparan oleh lembaga legislatif.

"Kami dari Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi menuntut, segera bentuk Pansus Agrinas Gate dan segera memanggil dirut PT Agrinas Pangan Nusantara," ujar Adib Alwi kepada awak media di tengah kerumunan massa.

KAPAK menilai DPR RI harus menjalankan fungsi pengawasan secara ketat terhadap kebijakan publik yang berpotensi menggunakan dana APBN, terutama rencana impor ratusan ribu mobil pikap tersebut.

Adib menekankan bahwa Pansus DPR memiliki mandat konstitusional untuk melakukan penyelidikan mendalam guna membongkar dugaan penyimpangan, mulai dari proses perencanaan hingga penunjukan mitra internasional.

"Narasi 'koperasi' yang diusung dalam proyek ini seolah menjadi tameng moral. Koperasi Merah Putih digambarkan sebagai tulang punggung distribusi pangan nasional. Namun, pertanyaan mendasar belum pernah dijawab dengan jernih, mengapa harus impor? Mengapa bukan produksi dalam negeri? Bukankah selama ini pemerintah gencar mengampanyekan kebijakan substitusi impor dan penguatan industri otomotif nasional?," kata Adib Alwi mempertanyakan konsistensi kebijakan pemerintah.

baca juga

Kritik juga diarahkan pada potensi distorsi kebijakan industri nasional. Menurut KAPAK, keputusan untuk mendatangkan kendaraan dari India dalam jumlah yang sangat besar justru mencederai semangat penguatan manufaktur lokal yang selama ini digembar-gemborkan.

Adib menilai ada indikasi kuat mengenai ketidakmauan pemerintah untuk memberdayakan potensi dalam negeri demi kepentingan pihak tertentu.

"Ketika negara memilih jalan impor dalam skala masif, maka ada dua kemungkinan: ketidakmampuan atau ketidakmauan. Jika ini soal ketidakmampuan, maka itu adalah kegagalan kebijakan industrialisasi. Namun jika ini soal ketidakmauan, maka publik berhak mencurigai adanya kepentingan yang lebih gelap kepentingan yang bersembunyi di balik jargon kerakyatan," kata Adib Alwi menambahkan.

Selain mendesak DPR, KAPAK juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera turun tangan.

Hal ini didasari oleh misteri skema pembiayaan proyek yang hingga kini belum dibuka secara gamblang kepada publik.

Muncul kekhawatiran apakah proyek ini menggunakan dana APBN secara langsung, skema penjaminan negara, subsidi, atau justru pembiayaan terselubung lainnya yang berisiko membebani keuangan negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

News | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna

DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna

News | Senin, 13 April 2026 | 18:38 WIB

Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!

Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!

News | Senin, 13 April 2026 | 17:10 WIB

Soal Dugaan AS Bebas Akses Wilayah Udara Indonesia, Sukamta: Kedaulatan Tak Bisa Ditawar

Soal Dugaan AS Bebas Akses Wilayah Udara Indonesia, Sukamta: Kedaulatan Tak Bisa Ditawar

News | Senin, 13 April 2026 | 15:24 WIB

Lampu Hijau RUU BPIP: Surpres Sudah Terbit, Kapan Mulai Dibahas?

Lampu Hijau RUU BPIP: Surpres Sudah Terbit, Kapan Mulai Dibahas?

News | Senin, 13 April 2026 | 14:22 WIB

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

News | Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB

Mendagri Dukung Perpanjangan Dana Otsus Aceh dan Usulkan Kembali ke 2 Persen Akibat Dampak Bencana

Mendagri Dukung Perpanjangan Dana Otsus Aceh dan Usulkan Kembali ke 2 Persen Akibat Dampak Bencana

News | Senin, 13 April 2026 | 12:26 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×