Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Achmad Fauzi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Jum'at, 17 April 2026 | 19:44 WIB
Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia kebutuhan BBM tak lagi bergantung impor [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan impor BBM nasional telah menyusut 50 persen berkat operasional RDMP Kilang Balikpapan.
  • Produksi solar CN 48 dalam negeri sudah mencukupi kebutuhan nasional dan diprediksi surplus melalui implementasi mandatori B50 Juli 2026.
  • Pemerintah Indonesia kini hanya mengimpor sisa kebutuhan BBM dari negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara saja.

Suara.com - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengklaim Indonesia mulai lepas dari ketergantungan pada impor BBM. Ia mengungkapkan impor BBM telah menyusut hingga 50 persen.

Penurunan signifikan ini setelah RDMP Kilang Balikpapan mulai beroperasi serta rencana implementasi mandatori B50.

Bahlil menjelaskan bahwa kebutuhan bensin nasional mencapai 40 juta kiloliter per tahun. Sementara produksi dalam negeri sebelum  RDMP Kilang Balikpapan beroperasi, hanya 14,3 juta kiloliter.

Namun, setelah beroperasi meningkat menjadi sekitar 5,6 juta hingga 5,7 juta kiloliter. 

"Jadi hampir 20 juta kiloliter. Berarti impor kita tinggal 50 persen," kata Bahlil saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (17/4/2026). 

Antrean pengisian BBM di SPBU menjelang harga naik, Jakarta, Selasa (31/3/2026). [Suara.com/Fakhri]
Antrean pengisian BBM di SPBU menjelang harga naik, Jakarta. [Suara.com/Fakhri]

Sementara untuk BBM jenis solar CN 48  yang umum digunakan masyarakat telah mampu terpenuhi dengan produksi dalam negeri. 

Bahkan kata Bahlil, akan mengalami surplus dengan mulai berlakunya mandatori B50 pada 1 Juli atau semester II 2026. 

"CN 48 itu kan sudah bisa produksi dalam negeri, apalagi dengan B50 besok. B50 itu berarti kita akan surplus, mulai bulan Juli itu penerapan B50 pasti surplus," kata Bahlil. 

Bahlil mengungkapkan bahwa sisa 50 persen kebutuhan BBM nasional dipenuhi melalui impor dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Ia menyebut, pemerintah kini tidak lagi mengimpor produk BBM dari Timur Tengah atau negara lain yang letaknya jauh dari Indonesia.

"Jadi tidak ada kita impor BBM jadi dari Middle East (Timur Tengah), ataupun negara Afrika, ataupun Amerika, maupun negara lain, enggak ada," pungkas Bahlil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:36 WIB

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Ungkap Nasib Harga BBM Pertamax Cs, Kapan Diumumkan?

Bahlil Ungkap Nasib Harga BBM Pertamax Cs, Kapan Diumumkan?

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 17:02 WIB

Terkini

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB

GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen

GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:08 WIB

Lonjakan Harga Minyak dan Rupiah yang Melemah Bisa Tambah Defisit Fiskal hingga Rp200 Triliun

Lonjakan Harga Minyak dan Rupiah yang Melemah Bisa Tambah Defisit Fiskal hingga Rp200 Triliun

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:59 WIB

Seleksi Direksi BEI Berjalan Sesuai Aturan, Ini Bocoran dari OJK

Seleksi Direksi BEI Berjalan Sesuai Aturan, Ini Bocoran dari OJK

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:46 WIB