- Pemerintah Iran menolak membuka kembali Selat Hormuz hingga Amerika Serikat menghentikan blokade terhadap pelabuhan militer mereka.
- Otoritas Iran berencana membuka ruang udara nasional secara bertahap, namun penjualan tiket pesawat masih tetap ditangguhkan.
- Kebuntuan diplomasi dan tekanan militer Amerika Serikat meningkatkan risiko pecahnya kembali konflik fisik di Timur Tengah.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda resmi mengenai perpanjangan masa gencatan senjata tersebut. Aslani melihat situasi saat ini sebagai ajang saling tekan antar kedua belah pihak dengan menunjukkan sikap tidak tertarik untuk memperpanjang jeda pertempuran.
Kondisi ini dianggap sangat berisiko. Jika diplomasi tidak segera membuahkan hasil sebelum batas waktu berakhir, kekhawatiran akan pecahnya kembali konflik fisik di kawasan Timur Tengah menjadi skenario yang sulit dihindari.
Disclaimer: Laporan ini disusun berdasarkan dinamika geopolitik terkini hingga 19 April 2026. Situasi keamanan di Selat Hormuz dan ruang udara regional dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada hasil negosiasi tingkat tinggi antara pihak-pihak yang bertikai.