Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

BUMI Mulai Fokus Tambang Emas, Sahamnya Masih Babak Belur

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 20 April 2026 | 14:44 WIB
BUMI Mulai Fokus Tambang Emas, Sahamnya Masih Babak Belur
PT BUMI Resources Tbk [Suara.com/HD-AI]
  • PT Bumi Resources Tbk beralih dari batu bara menuju mineral emas dan tembaga di bawah kendali pemegang saham baru.
  • Perusahaan melakukan penghapusan aset tidak produktif guna meningkatkan efisiensi neraca keuangan dan mendukung kesehatan operasional jangka panjang.
  • PT Citra Palu Minerals meningkatkan kapasitas pengolahan emas dari 200 ton menjadi 500 ton per hari untuk memperkuat pendapatan.

Suara.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) secara resmi memulai babak baru transformasi bisnis yang berfokus pada diversifikasi portofolio.

Berdasarkan data pemegang saham per 31 Maret 2026, perseroan kini berada di bawah kendali Mach Energy (Hongkong) Limited yang menguasai 45,78 persen saham.

Langkah ini menandai pergeseran arah strategis perusahaan, dari ketergantungan pada batu bara termal menuju pengembangan mineral bernilai tinggi seperti emas dan tembaga.

Selain kemitraan utama tersebut, dukungan permodalan BUMI juga diperkuat oleh kehadiran Treasure Global Investments Limited yang memegang 3,18 persen saham.

Nama-nama besar seperti UBS Switzerland AG, GLAS Trust (Singapore) Ltd, dan Bank of Singapore Limited juga masuk jajaran pemegang saham.

Efisiensi Aset dan Langkah Akuntansi

Sebagai bagian dari pembersihan neraca keuangan, anak usaha BUMI, yakni PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), telah mengambil langkah tegas dengan melakukan penghapusan buku (write-off) terhadap aset proyek bauksit senilai USD6,47 juta pada pertengahan 2025.

Keputusan ini diambil untuk menghilangkan beban biaya pemeliharaan pada aset yang dinilai sudah tidak lagi produktif dan tidak sejalan dengan fokus bisnis saat ini.

Langkah serupa juga dilakukan oleh manajemen PT Citra Palu Minerals (CPM) yang melepaskan peralatan pabrik lama yang tidak lagi efisien.

Tindakan ini mengakibatkan pencatatan rugi pelepasan aset sebesar USD7,37 juta. Meski berdampak pada laporan laba rugi jangka pendek, kebijakan ini dipandang perlu demi menjaga kesehatan dan efisiensi operasional neraca keuangan perusahaan dalam jangka panjang.

Fokus pada Pengembangan Tambang Emas

Transformasi BUMI kini diarahkan secara masif ke sektor mineral non-batu bara melalui alokasi belanja modal (capex) yang besar.

Fokus utama pendanaan saat ini dialokasikan untuk fasilitas pinjaman jangka panjang bagi CPM guna membiayai pengembangan tambang bawah tanah (underground mining).

Saat ini, fasilitas pengolahan emas milik CPM sedang menjalani peningkatan kapasitas produksi secara signifikan. Targetnya, kapasitas pengolahan yang semula hanya 200 Ton per hari (Tpd) akan ditingkatkan menjadi 500 Tpd.

Peningkatan tonase bijih emas harian ini diproyeksikan mampu mendongkrak kontribusi arus kas yang stabil dan berkelanjutan bagi induk perusahaan, sekaligus memperkuat posisi BUMI sebagai pemain diversifikasi mineral di Indonesia.

Terkini, harga saham BUMI masih tertekan dan berada di kisaran Rp242. Melemah 2,42% pada sesi II dibandingkan pembukaan pasar hari ini.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), saham milik aliansi Grup Bakrie dan Grup Salim ini bahkan terkoreksi 0,80 persen ke level Rp248 per lembar. Aktivitas perdagangan terpantau sangat likuid dengan volume mencapai 2,03 miliar saham dan nilai transaksi menembus Rp509,8 miliar dalam satu hari saja.

Ujian utama bagi pergerakan saham berkode BUMI saat ini datang dari aksi pelepasan aset oleh investor asing. Pada perdagangan akhir pekan lalu, investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp107,27 miliar di pasar reguler.

Jika ditarik dalam akumulasi satu pekan terakhir, total net sell asing di saham BUMI mencapai angka yang cukup masif, yakni Rp631,43 miliar.


Disclaimer: Investasi pada saham sektor pertambangan memiliki risiko tinggi yang dipengaruhi oleh harga komoditas global dan kebijakan regulasi. Artikel ini disusun untuk tujuan pemberitaan dan informasi umum, bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk membeli maupun menjual saham BUMI dan afiliasinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Mulai Terkoreksi di Sesi I, 387 Saham Merah

IHSG Mulai Terkoreksi di Sesi I, 387 Saham Merah

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 12:50 WIB

IHSG Masih Perkasa Senin Pagi ke Level 7.600, Tapi Rawan Terkoreksi

IHSG Masih Perkasa Senin Pagi ke Level 7.600, Tapi Rawan Terkoreksi

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:13 WIB

Wall Street Mulai Anjlok Lagi Setelan Tensi Peran Memanas Lagi

Wall Street Mulai Anjlok Lagi Setelan Tensi Peran Memanas Lagi

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:38 WIB

IHSG Melesat, Gairah Pasar Modal di Tengah Ancaman Krisis Timur Tengah

IHSG Melesat, Gairah Pasar Modal di Tengah Ancaman Krisis Timur Tengah

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:28 WIB

BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang

BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:22 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Terkini

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:03 WIB

Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun

Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:44 WIB

10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara

10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:19 WIB

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:47 WIB

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:33 WIB

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:22 WIB

Moodys: Kontrol Ekspor Tambang oleh SDI Bikin Indonesia Ditinggal Investor

Moodys: Kontrol Ekspor Tambang oleh SDI Bikin Indonesia Ditinggal Investor

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:11 WIB

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:33 WIB

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:22 WIB

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:14 WIB