Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.850.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Dana Kelola Reksa Dana Makin Tumbuh, OJK Bidik Gen Z Investasi dari Rp10 Ribu

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 21 April 2026 | 07:50 WIB
Dana Kelola Reksa Dana Makin Tumbuh, OJK Bidik Gen Z Investasi dari Rp10 Ribu
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). [ojk.go.id]
  • OJK mencatat nilai kelolaan Reksa Dana di Indonesia mencapai Rp1.084 triliun hingga Maret 2024 dengan tren pertumbuhan positif.
  • Generasi muda di bawah usia 30 tahun menjadi penggerak utama dengan kontribusi mencapai 54 persen dari total investor.
  • OJK meluncurkan Program PINTAR untuk meningkatkan edukasi investasi terjangkau bagi masyarakat guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin aktif berinvestasi di instrumen Reksa Dana.

Hingga Maret 2024, nilai dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) Reksa Dana di Indonesia telah mencapai angka fantastis sebesar Rp1.084 triliun.

Dalam hal ini, Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional (DPVR) OJK, M. Maulana, mengungkapkan bahwa angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 3,97 persen dibandingkan posisi Desember tahun lalu. Meski demikian, potensi pasar modal Indonesia dinilai masih sangat besar untuk terus dieksplorasi.

"Kalau kita lihat data, total dana kelolaan Reksa Dana per Maret sudah mencapai Rp1.084 triliun. Kelihatannya besar, tetapi jika dibandingkan dengan PDB (Produk Domestik Bruto), angkanya baru sekitar 4 persen," ujar M. Maulana di Gedung BEI, Senin (20/4/2026).

Sebagai perbandingan, Maulana menyebutkan bahwa rasio dana kelolaan terhadap PDB di negara tetangga sudah jauh lebih tinggi, seperti Thailand yang mencapai 30 persen dan Malaysia sebesar 36 persen.

"Artinya, peluang kita untuk tumbuh masih sangat besar," tambahnya.

Generasi muda tak lagi memaknai karier dari jabatan, tetapi dari keseimbangan hidup dan makna kerja.
Ilustrasi Gen Z. (Pexel)

Data OJK menunjukkan tren positif dari sisi jumlah investor. Hingga saat ini, jumlah investor Reksa Dana telah menyentuh angka 23,5 juta orang, naik signifikan sekitar 8,14 persen dari posisi Desember sebelumnya yang berjumlah 19,2 juta orang.

Menariknya, Maulana memaparkan bahwa kelompok usia muda menjadi motor utama pertumbuhan ini. Sebanyak 54 persen investor Reksa Dana saat ini berusia di bawah 30 tahun. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran finansial di kalangan Gen Z dan Milenial mulai meningkat pesat.

"Dengan jumlah penduduk produktif mencapai 196 juta orang, ruang pertumbuhan kita masih luas. Namun, tantangannya adalah literasi pasar modal kita masih 17 persen, sementara inklusinya baru 1,3 persen. Inilah yang perlu kita dorong bersama," bebernya.

Guna menjembatani celah antara literasi dan inklusi, OJK bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) menghadirkan Program PINTAR. Program ini dirancang untuk mengedukasi masyarakat agar berinvestasi secara rutin dan berkelanjutan.

Salah satu daya tarik utama program ini adalah aksesibilitasnya yang sangat terjangkau. Masyarakat dapat mulai berinvestasi dengan nominal minimal Rp10.000 secara rutin.

"Program PINTAR bertujuan membentuk investor yang sehat. Terbuka untuk umum tanpa batasan usia, dan ada program khusus untuk generasi muda. Kami ingin menanamkan bahwa investasi tidak harus mahal," jelasnya.

Lebih lanjut, Maulana menjelaskan bahwa pertumbuhan dana kelolaan Reksa Dana berdampak langsung pada perekonomian nasional.

Dana tersebut diinvestasikan kembali ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, hingga sukuk, baik di sektor korporasi maupun pemerintah.

Hal ini memberikan manfaat nyata bagi sektor swasta untuk ekspansi usaha dan pembukaan lapangan kerja, serta membantu pemerintah dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur publik. Adapun, para calon investor agar terhindar dari investasi bodong. Ia menekankan prinsip 2L (Legal dan Logis).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:40 WIB

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:53 WIB

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 03:31 WIB

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:42 WIB

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:51 WIB

Terkini

Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot

Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 07:39 WIB

Saham BULL Masuk Rekomendasi saat IHSG Terancam Koreksi Hari Ini

Saham BULL Masuk Rekomendasi saat IHSG Terancam Koreksi Hari Ini

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 07:34 WIB

MSCI Masih 'Gembok' Saham Indonesia di Indeks Global, Ancaman Downgrade Masih Menghantui?

MSCI Masih 'Gembok' Saham Indonesia di Indeks Global, Ancaman Downgrade Masih Menghantui?

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 07:24 WIB

Xi Jinping: Selat Hormuz Harus Dibuka!

Xi Jinping: Selat Hormuz Harus Dibuka!

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 20:56 WIB

Melalui FLDP 2026, TelkomGroup Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Strategis

Melalui FLDP 2026, TelkomGroup Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Strategis

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 20:31 WIB

Pembangunan Kopdes Merah Putih Jauh dari Target, Menteri Zulkifli Keluhkan Ketersediaan Lahan

Pembangunan Kopdes Merah Putih Jauh dari Target, Menteri Zulkifli Keluhkan Ketersediaan Lahan

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:41 WIB

Pengusaha Warteg Khawatir Gas LPG 3Kg Langka

Pengusaha Warteg Khawatir Gas LPG 3Kg Langka

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:36 WIB

PIS: 94 Persen Kru Kapal Pertamina Adalah WNI

PIS: 94 Persen Kru Kapal Pertamina Adalah WNI

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:32 WIB

Naiknya Harga BBM Nonsubsidi Berdampak Terbatas Terhadap Inflasi

Naiknya Harga BBM Nonsubsidi Berdampak Terbatas Terhadap Inflasi

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:27 WIB

Ekonomi Indonesia Masih Bisa Tumbuh di atas 5 Persen di Tengah Gejolak Global

Ekonomi Indonesia Masih Bisa Tumbuh di atas 5 Persen di Tengah Gejolak Global

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:23 WIB