Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.164 Jelang Pengumuman BI

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 22 April 2026 | 09:38 WIB
Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.164 Jelang Pengumuman BI
Logo Bank Indonesia
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.164 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 22 April 2026 pagi.
  • Pelaku pasar cenderung menahan diri menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diumumkan sore hari.
  • Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memicu penguatan dolar AS yang menekan mata uang rupiah.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan hari ini, Rabu (22/4/2026).

Hal itu terlihat dari data Blomberg, menunjukkan rupiah dibuka melemah tipis ke level Rp17.164 per dolar AS. Adapun, mata uang garuda melemah 0,12 persen dari perdagangan Selasa (21/4/2026) di level Rp17.134 

Pelemahan ini dikarenakan faktor utama pasar saat ini tertuju pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, yang dijadwalkan pada sore nanti.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengamati bahwa pergerakan mata uang Garuda saat ini berada dalam fase wait and see

Investor cenderung menahan diri untuk masuk ke pasar secara agresif sebelum mendapatkan kepastian mengenai arah kebijakan moneter domestik.

"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi atau bergerak datar (flat) dengan potensi melemah terbatas. Investor saat ini sedang menantikan hasil RDG Bank Indonesia sore ini," ujar Lukman Leong saat dihubungi Suara.com.

Nilai tukar rupiah. [Antara]
Nilai tukar rupiah. [Antara]

Selain faktor domestik, sentimen dari pasar eksternal turut memberikan tekanan bagi rupiah. Situasi geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama, terutama hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Meskipun terdapat laporan mengenai perpanjangan gencatan senjata, situasi masih dianggap rawan menyusul penolakan Iran untuk kembali ke meja perundingan. 

Ketidakpastian ini memicu penguatan dolar AS sebagai aset aman (safe haven), yang secara tidak langsung menekan mata uang pasar berkembang, termasuk rupiah.

baca juga

"Dari perkembangan eksternal, situasinya beragam. Walaupun gencatan senjata AS-Iran diperpanjang, namun Iran menolak untuk kembali berunding," tambah Lukman.

Berdasarkan analisis tersebut, memproyeksikan rupiah akan bergerak pada rentang harga Rp16.100 hingga Rp16.200 per dolar AS untuk hari ini. Sedangkan mata uang Asia lainnya bergerak fluktuatif.

Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,27 persen. Disusul, ringgit Malaysia tertekan 0,13 persen dan dolar Taiwan tergelincir 0,09 perse . Diikuti, dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,02 persen.

Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,25 persen.

Selanjutnya ada dolar Singapura yang terkerek 0,09 persen dan yen Jepang menanjak 0,07 persen Diikuti, yuan China yang naik 0,02 persen. Kemudian ada baht Thailand yang menguat tipis 0,006 persen terhadap the greenback di pagi ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104

Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:43 WIB

Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083

Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 10:34 WIB

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 16:48 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 09:49 WIB

BI : Uang Primer Tumbuh Melambat Jadi Rp2.386,5 Triliun Akhir Maret 2026

BI : Uang Primer Tumbuh Melambat Jadi Rp2.386,5 Triliun Akhir Maret 2026

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 08:49 WIB

Terkini

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:53 WIB

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:45 WIB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:38 WIB

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:37 WIB

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang

Jogja | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:36 WIB

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:33 WIB

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:30 WIB

×