Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Ekspor 200 Ribu Ton Beras RI ke Malaysia Terganjal: Harga Penawaran Terlalu Murah!

M Nurhadi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 23 April 2026 | 10:22 WIB
Ekspor 200 Ribu Ton Beras RI ke Malaysia Terganjal: Harga Penawaran Terlalu Murah!
Bulog mewaspadai risiko gangguan ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi gara-gara konflik di Teluk antara Israel & Amerika Serikat vs Iran. [Antara]
  • Perum Bulog masih menunda ekspor 200.000 ton beras ke Malaysia akibat ketidaksepakatan harga antara kedua negara tersebut.
  • Pemerintah menolak tawaran harga Malaysia di bawah Rp10.000 per kilogram karena dianggap merugikan dibandingkan harga pasar domestik.
  • Bulog menetapkan harga jual beras premium berkisar Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram guna menjaga nilai ekonomi komoditas nasional.

Suara.com - Harapan pemerintah untuk merealisasikan ekspor beras ke negara tetangga, Malaysia, kini tengah menghadapi tantangan besar di meja negosiasi.

Perum Bulog mengungkapkan bahwa rencana pengiriman komoditas pangan tersebut masih tertahan akibat belum tercapainya kesepakatan harga yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa secara teknis, kualitas beras Indonesia sudah memenuhi standar yang diinginkan pihak Malaysia. Namun, hambatan utama muncul dari nilai penawaran yang diajukan oleh calon negara pembeli tersebut.

Ahmad Rizal Ramdhani menyoroti adanya selisih harga yang cukup lebar antara ekspektasi Indonesia dan tawaran Malaysia. Pihak Malaysia diketahui mengajukan harga beli di bawah level Rp10.000 per kilogram. Angka ini dinilai sangat tidak masuk akal jika dibandingkan dengan struktur harga beras di dalam negeri.

Sebagai perbandingan, Bulog mematok target harga ekspor di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram. Hal ini didasarkan pada kualitas beras yang akan diekspor, yakni kelas premium dengan tingkat kerusakan (pecahan) hanya 5 persen.

"Harga yang ditawarkan mereka masih terlalu rendah, di bawah sepuluh ribu. Padahal, beras yang kita siapkan adalah kualitas premium dengan broken 5 persen," ujar Rizal saat memberikan keterangan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Lebih lanjut, Rizal memaparkan rincian perbandingan harga untuk memberikan gambaran logis mengapa Indonesia belum bisa melepas stok tersebut:

Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan): Di dalam negeri saja, beras subsidi kelas menengah ini sudah dibanderol Rp12.500 per kilogram.

Beras Premium Domestik: Beras dengan tingkat pecahan 15 persen di pasar lokal saat ini mencapai Rp14.900 per kilogram.

Dengan kondisi tersebut, menjual beras premium ke Malaysia dengan harga di bawah Rp10.000 dianggap akan merugikan negara secara finansial.

Rizal menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin menjual aset pangan nasional dengan harga yang sangat murah kepada pihak asing sementara harga di dalam negeri lebih tinggi.

"Tidak mungkin kita melepas di harga segitu. Masa kita memberikan subsidi ke negara lain? Itu jelas tidak mungkin kita lakukan," tegasnya.

Meski saat ini masih menemui jalan buntu, Bulog menyatakan bahwa proses pembahasan ekspor sebanyak 200.000 ton beras ini masih terus berjalan. Pemerintah tetap membuka pintu dialog dengan harapan Malaysia bersedia menaikkan tawaran harga agar lebih kompetitif dan mencerminkan nilai pasar yang adil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Purbaya Usul Pajak di Selat Malaka, Malaysia-Singapura: Jangan Berani-berani!

Menkeu Purbaya Usul Pajak di Selat Malaka, Malaysia-Singapura: Jangan Berani-berani!

News | Kamis, 23 April 2026 | 09:48 WIB

Polisi Nekat Peras Tersangka Rp38 Juta Buat Tutupi Kasus Judi

Polisi Nekat Peras Tersangka Rp38 Juta Buat Tutupi Kasus Judi

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:13 WIB

Momen Langka Gajah Liar Melahirkan di Pinggir Jalan Viral, Netizen Tersentuh

Momen Langka Gajah Liar Melahirkan di Pinggir Jalan Viral, Netizen Tersentuh

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:38 WIB

Gelapkan Uang Zakat Rp800 M, Pelaku Pakai Dana Umat untuk Investasi dan Beli Mobil Mewah

Gelapkan Uang Zakat Rp800 M, Pelaku Pakai Dana Umat untuk Investasi dan Beli Mobil Mewah

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:10 WIB

Kemlu Pastikan 13 WNI Selamat dari Kebakaran Besar di Malaysia, Begini Kondisinya

Kemlu Pastikan 13 WNI Selamat dari Kebakaran Besar di Malaysia, Begini Kondisinya

News | Selasa, 21 April 2026 | 19:54 WIB

Bulog Siapkan Gudang Baru, 88 Titik Sudah Clear dari Target 100 Lokasi

Bulog Siapkan Gudang Baru, 88 Titik Sudah Clear dari Target 100 Lokasi

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 14:19 WIB

Terkini

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 19:21 WIB

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 18:38 WIB

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:45 WIB

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:22 WIB

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:11 WIB