Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.857.000
Beli Rp2.730.000
IHSG 7.541,612
LQ45 735,970
Srikehati 352,397
JII 515,130

Ekonomi Digital RI Diramal Bakal Cerah, Investasi Data Center Melejit Gila-gilaan!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 23 April 2026 | 18:05 WIB
Ekonomi Digital RI Diramal Bakal Cerah, Investasi Data Center Melejit Gila-gilaan!
Ilustrasi Pusat Data. Foto Google.
  • Investasi digital melonjak, pasar diproyeksi tumbuh pesat.
  • Pasokan daya andal jadi kunci operasional data center & rumah sakit.
  • Legrand rilis seri UPS terbaru dukung efisiensi energi nasional.

Suara.com - Ekonomi digital Indonesia diramal bakal cerah, hal itu terlihat dari pertumbuhan investasi di sektor pusat data (data center) yang melonjak drastis seiring dengan meningkatnya adopsi layanan digital dan kebutuhan operasional bisnis yang wajib berjalan 24 jam nonstop tanpa henti.

Tak main-main, pasar data center di Tanah Air diperkirakan menyentuh angka US$3,1 miliar. Proyeksi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci di kawasan Asia Tenggara.

Namun, di balik pertumbuhan raksasa tersebut, muncul tantangan besar: kebutuhan pasokan listrik yang stabil. Gangguan listrik sekecil apa pun bisa berakibat fatal bagi fasilitas mission-critical seperti rumah sakit, industri, hingga pusat data itu sendiri.

Menjawab tantangan ini, Legrand menggelar 'Legrand Technology Summit 2026' di Jakarta, Rabu (22/4/2026). Dalam ajang ini, Legrand memperkenalkan rangkaian solusi uninterruptible power supply (UPS) dan distribusi daya terbaru, mulai dari UPS HPi33 hingga LINKK Busduct yang dirancang untuk menjaga kelangsungan operasional infrastruktur modern.

"Di banyak industri saat ini, keandalan sistem daya (power reliability) dan transisi energi sudah menjadi kebutuhan utama untuk menjaga operasional tetap berjalan lancar dan efisien," ujar President Director Legrand Indonesia, Kovi Valoo.

Senada dengan itu, CEO BDX Indonesia, Agus Hartono Wijaya menekankan bahwa kecepatan pertumbuhan data center di Indonesia harus dibarengi dengan rancangan infrastruktur yang fleksibel.

"Tantangan utamanya adalah merancang infrastruktur yang fleksibel tanpa mengorbankan keandalan operasional. Power infrastructure perlu dirancang sejak awal agar scalable," kata Agus dalam sesi diskusi panel.

Ketua Umum Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI), Ir. Achmad Sutowo Sutopo, menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Menurutnya, percepatan transformasi digital harus didukung oleh sistem kelistrikan yang andal dan aman agar pembangunan infrastruktur di Indonesia bisa berjalan berkelanjutan.

Dengan percepatan ekonomi digital yang terus terjadi, investasi pada infrastruktur daya diprediksi akan menjadi fokus utama dalam peta jalan teknologi di Indonesia ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investasi Saham RI, AS, Kripto, hingga Reksa Dana Kini Bisa Diakses dari Satu Aplikasi

Investasi Saham RI, AS, Kripto, hingga Reksa Dana Kini Bisa Diakses dari Satu Aplikasi

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:57 WIB

Warisan Jokowi Buat RI Kebagian Duit Rp147 Triliun Dalam 3 Bulan

Warisan Jokowi Buat RI Kebagian Duit Rp147 Triliun Dalam 3 Bulan

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:47 WIB

Blak-blakan Airlangga: 40 Persen Investasi di RI Belum Untung

Blak-blakan Airlangga: 40 Persen Investasi di RI Belum Untung

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:07 WIB

Terkini

Purbaya Tak Tahu Sumber Anggaran untuk Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

Purbaya Tak Tahu Sumber Anggaran untuk Gaji Manajer Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:00 WIB

Investasi Saham RI, AS, Kripto, hingga Reksa Dana Kini Bisa Diakses dari Satu Aplikasi

Investasi Saham RI, AS, Kripto, hingga Reksa Dana Kini Bisa Diakses dari Satu Aplikasi

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:57 WIB

Warisan Jokowi Buat RI Kebagian Duit Rp147 Triliun Dalam 3 Bulan

Warisan Jokowi Buat RI Kebagian Duit Rp147 Triliun Dalam 3 Bulan

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:47 WIB

BCA Cetak Laba Bersih Rp14,7 Triliun di Kuartal I-2026

BCA Cetak Laba Bersih Rp14,7 Triliun di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:35 WIB

Bank Jakarta Bakal Ambil Peran Orkestrator Ekonomi Ibu Kota

Bank Jakarta Bakal Ambil Peran Orkestrator Ekonomi Ibu Kota

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:19 WIB

Dana Asing Rp 120 T Nyaris Kabur, Penundaan MSCI Jadi Kabar Baik Pasar Modal?

Dana Asing Rp 120 T Nyaris Kabur, Penundaan MSCI Jadi Kabar Baik Pasar Modal?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:10 WIB

Blak-blakan Airlangga: 40 Persen Investasi di RI Belum Untung

Blak-blakan Airlangga: 40 Persen Investasi di RI Belum Untung

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:07 WIB

Gegara Rupiah IHSG Kebakaran Hingga 2%, 531 Saham Merah

Gegara Rupiah IHSG Kebakaran Hingga 2%, 531 Saham Merah

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 17:04 WIB

Rupiah Tembus Rp17.310, Sinyal Bahaya Ekonomi Lebih Buruk dari Krisis 1998?

Rupiah Tembus Rp17.310, Sinyal Bahaya Ekonomi Lebih Buruk dari Krisis 1998?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 16:52 WIB

Terburuk di Asia, Rupiah Ditutup Anjlok di Kamis Sore

Terburuk di Asia, Rupiah Ditutup Anjlok di Kamis Sore

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 16:43 WIB