Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

KIPP Harita Group Dorong Rekor Pertumbuhan Ekonomi Kayong Utara Tembus 5,89% di 2025

Dythia Novianty

Jum'at, 24 April 2026 | 10:07 WIB
KIPP Harita Group Dorong Rekor Pertumbuhan Ekonomi Kayong Utara Tembus 5,89% di 2025
Salah satu daerah di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat terdapat Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group. [Humas KKU] . (Humas KKU)
  • Kabupaten Kayong Utara mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi 5,89 persen pada 2025 dalam lima tahun terakhir.
  • Proyek strategis nasional di Pulau Penebang memicu pertumbuhan ekonomi serta menurunkan tingkat kemiskinan secara signifikan.
  • Pemerintah daerah berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah serta memperbaiki kualitas sumber daya manusia secara inklusif.

Suara.com - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kayong Utara mencatatkan capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir pada 2025. Lonjakan ini menjadi sinyal positif transformasi ekonomi daerah, yang didorong oleh kehadiran Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group.

Kawasan ini menjadi bagian dari proyek strategis nasional (PSN) yang fokus pada pengolahan dan pemurnian bijih bauksit menjadi alumina dan aluminium.

Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 berhasil mencapai 5,89 persen, yang merupakan angka tertinggi dalam periode lima tahun terakhir.

“Pertumbuhan ekonomi Kayong Utara mengalami kenaikan signifikan, mencapai 5,89 persen pada 2025, yang merupakan tertinggi dalam lima tahun terakhir. Keberadaan Proyek Strategis Nasional di Pulau Penebang berkontribusi besar terhadap pencapaian ini,” ujar Romi dalam Musrenbang RKPD 2027.

Capaian ini menunjukkan bahwa investasi industri tidak hanya berdampak pada sektor hilir, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah secara luas.

Dampak Ekonomi Mulai Terasa ke Masyarakat

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, keberadaan KIPP juga mulai memberikan dampak pada indikator kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan di Kayong Utara tercatat turun dari 9,56 persen pada 2020 menjadi 8,75 persen pada 2025.

Kondisi ini menjadi bukti bahwa aktivitas industri mulai mengalir ke sektor riil dan menciptakan efek ekonomi yang lebih merata.

Destinasi Wisata di Kayong Utara. [ANTARA/Dedi]
Destinasi Wisata di Kayong Utara yang terdapat Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group. [ANTARA/Dedi]

Romi menegaskan, ke depan pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditargetkan tinggi, tetapi juga berkualitas dan inklusif.

“Kami ingin pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi, tetapi juga merata dan berkualitas, terutama di sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata,” jelasnya.

Tantangan dan Arah Pembangunan Baru

Meski pertumbuhan ekonomi meningkat, Pemkab Kayong Utara masih menghadapi tantangan struktural, terutama pada ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat yang mencapai sekitar 95 persen. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih berada di angka sekitar 5 persen.

Di sisi lain, pembangunan sumber daya manusia juga menunjukkan perbaikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 62,66 pada 2019 menjadi 67,60 pada 2025, meski masih di bawah rata-rata provinsi.

KIPP yang berlokasi di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, memiliki luas lebih dari 2.200 hektare dan menjadi pusat industri smelter berbasis bauksit. Sekitar 1.893 hektare lahan dikembangkan untuk mendukung agenda hilirisasi nasional.

Dengan pendekatan industri terintegrasi, kawasan ini tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja dan memperkuat struktur ekonomi lokal.

Romi menutup dengan ajakan kolaborasi lintas sektor untuk menjaga momentum pertumbuhan.

“Target pembangunan hanya bisa dicapai jika seluruh pihak bergandeng tangan dalam merancang dan menjalankan program secara optimal,” tegasnya.

Transformasi Kayong Utara menunjukkan bahwa industri berbasis sumber daya alam, jika dikelola melalui hilirisasi yang tepat, seperti Pulau Penebang (KIPP) yang dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group, mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka jalan menuju pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 22:15 WIB

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:54 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 07:24 WIB

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:13 WIB

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 20:05 WIB

Terkini

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:24 WIB

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:09 WIB

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:07 WIB

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:01 WIB

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:52 WIB

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:48 WIB

Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana

Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:45 WIB

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:47 WIB

Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG

Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:44 WIB

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:18 WIB