Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Plastik Selangit, Menperin Minta Industri Makanan dan Minuman Pakai Kertas

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 10:27 WIB
Harga Plastik Selangit, Menperin Minta Industri Makanan dan Minuman Pakai Kertas
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengambil langkah strategis dengan mendorong pelaku industri mamin untuk segera beralih menggunakan kemasan kertas atau paperboard. (Unsplash/@aninge)
  • Kemenperin dorong industri mamin pakai kemasan kertas karena harga plastik meroket imbas konflik.
  • Kemasan kertas lebih efisien karena stabil dan tak butuh rantai pendingin.
  • Kapasitas produksi kemasan kertas lokal capai 21 miliar unit, jauh di atas kebutuhan nasional.

Suara.com - Gejolak geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia mulai memberikan tekanan hebat bagi sektor industri dalam negeri. Imbasnya, harga bahan baku plastik meroket tajam, memaksa pelaku industri makanan dan minuman (mamin) memutar otak demi menjaga efisiensi produksi.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengambil langkah strategis dengan mendorong pelaku industri mamin untuk segera beralih menggunakan kemasan berbahan kertas atau paperboard.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, ketergantungan pada plastik kini menjadi risiko besar karena harganya yang sangat fluktuatif mengikuti pasar minyak global. Sebaliknya, kemasan berbasis kertas dipandang sebagai alternatif yang lebih stabil dan efisien di tengah ketidakpastian rantai pasok.

Kemasan kertas saat ini sudah banyak digunakan untuk produk seperti susu dan minuman. Kami berkomitmen untuk terus memacu pengembangan alternatif bahan baku kemasan melalui skema business matching antara produsen dan pengguna,” ujar Agus kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).

Saat ini, porsi kemasan kertas baru menyumbang sekitar 28 persen dari total kemasan di industri mamin. Pemerintah optimistis angka ini masih bisa digenjot demi memangkas dominasi plastik.

Plt Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menambahkan bahwa transisi ke kemasan aseptik berbasis kertas bukan sekadar soal harga, melainkan soal keberlanjutan. Kemenperin bahkan telah menggelar workshop bersama Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) untuk mematangkan langkah ini.

Senada dengan pemerintah, Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman menekankan pentingnya diversifikasi sumber bahan baku (sourcing). Menurutnya, divisi procurement industri harus lebih gesit mencari alternatif agar produksi tetap kompetitif.

Menariknya, meski harga awal kemasan kertas terkadang lebih tinggi dibanding plastik, secara total biaya operasional justru bisa lebih hemat.

“Kemasan aseptik dari kertas tidak membutuhkan rantai pendingin (cold chain) dan kulkas untuk penyimpanan. Selain itu, bahan baku kertasnya jauh lebih stabil dibanding plastik,” ungkap Merrijantij, praktisi industri terkait.

Data Kemenperin menunjukkan potensi besar kemasan kertas di tanah air. Kebutuhan kemasan aseptik nasional diperkirakan mencapai 8,3 miliar unit per tahun. Kabar baiknya, kapasitas produksi dalam negeri sangat mumpuni, yakni mencapai 21 miliar kemasan per tahun.

Dengan kapasitas yang melimpah tersebut, industri nasional diyakini mampu mengurangi ketergantungan impor sekaligus membentengi diri dari tekanan ekonomi global yang kian tidak menentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Sistem Reuse Belum Efektif Kurangi Sampah Plastik? Studi Ungkap Sebabnya

Kenapa Sistem Reuse Belum Efektif Kurangi Sampah Plastik? Studi Ungkap Sebabnya

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 15:55 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD

Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:35 WIB

Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara

Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 13:01 WIB

Terkini

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB