Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara

Dythia Novianty

Jum'at, 24 April 2026 | 12:04 WIB
Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara
Ketua Pansus LKPJ Ishak ST, jajaran pimpinan DPRD Kayong Utara pada Rapat Kerja Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Kepala Daerah Tahun 2027, dan direksi PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group. (Ist)
baca 10 detik
  • PT Dharma Inti Bersama membangun Kawasan Industri Pulau Penebang di Kayong Utara sebagai pusat pengolahan bauksit terintegrasi.
  • Proyek strategis nasional ini berhasil menyerap 1.800 tenaga kerja lokal dalam berbagai kegiatan konstruksi dan operasional kawasan.
  • Transformasi ekonomi daerah didorong melalui hilirisasi sumber daya alam yang ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2028 mendatang.

Suara.com - Transformasi ekonomi tengah berlangsung di wilayah pesisir Kabupaten Kayong Utara, dari aktivitas perikanan dan wilayah kepulauan kini mulai bergerak menuju pusat pertumbuhan industri baru berbasis hilirisasi sumber daya alam, berkat hadirnya Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang dikembangkan oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group.

Kawasan strategis nasional ini menjadi pusat pengolahan dan pemurnian bijih bauksit untuk menghasilkan alumina dan aluminium terintegrasi. Kehadiran KIPP kini mulai menggeser struktur ekonomi lokal, dari berbasis tradisional menuju industri bernilai tambah tinggi.

Ketua Pansus DPRD Kayong Utara, Ishak ST, menilai perubahan ini sebagai momentum penting bagi daerah.

“Kami melihat adanya perubahan signifikan. Kehadiran KIPP bukan hanya investasi, tetapi sudah menjadi penggerak ekonomi baru di Kayong Utara,” ujarnya dalam Rapat Kerja LKPJ, belum lama ini.

1.800 Warga Lokal Masuk Ekosistem Industri Baru

Salah satu dampak paling nyata dari transformasi ini adalah penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini, sekitar 1.800 warga telah terlibat langsung dalam aktivitas proyek, mulai dari konstruksi hingga operasional pendukung kawasan industri.

Menurut DPRD, hal ini menunjukkan bahwa industrialisasi tidak hanya terjadi di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat di tingkat akar rumput.

Anggota DPRD Kayong Utara, Abdul Rani, menegaskan bahwa dampak ekonomi sudah terasa bahkan sebelum tahap produksi dimulai.

“Belum masuk tahap produksi, tetapi dampaknya sudah nyata. Ada lapangan pekerjaan, pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir,” katanya.

baca juga
Rapat Kerja LKPJ DPRD dengan perwakilan PT DIB (Harita Group), belum lama ini. [SUARAKALBAR.CO.ID/ist]
Rapat Kerja LKPJ DPRD dengan perwakilan PT DIB (Harita Group), belum lama ini. [SUARAKALBAR.CO.ID/ist]

Dari Ekonomi Tradisional ke Industri Bernilai Tambah

KIPP yang berlokasi di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, menjadi simbol perubahan struktur ekonomi daerah. Kawasan ini dirancang sebagai pusat industri smelter yang mendukung agenda hilirisasi nasional.

Perwakilan manajemen PT DIB menjelaskan bahwa pembangunan kawasan terus dipercepat, termasuk infrastruktur utama seperti pembangkit listrik, pelabuhan, dan fasilitas pendukung lainnya. Operasional penuh ditargetkan dimulai pada 2028.

Selain pembangunan fisik, kehadiran KIPP juga menciptakan efek berganda (multiplier effect). Aktivitas proyek mendorong tumbuhnya usaha lokal, peningkatan permintaan barang dan jasa, serta membuka peluang ekonomi baru di desa-desa sekitar.

Harapan Baru Ekonomi Daerah

DPRD Kayong Utara menilai transformasi ini sebagai awal dari perubahan besar struktur ekonomi daerah. Dengan dukungan investasi industri, Kayong Utara diharapkan tidak hanya bergantung pada sektor tradisional, tetapi juga memiliki basis industri yang kuat dan berkelanjutan.

Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci agar transformasi ini berjalan seimbang dan inklusif.

Wakil Ketua DPRD Kayong Utara, Abdul Zamad, menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak.

“Keberhasilan pembangunan KIPP sangat bergantung pada sinergi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Ini yang akan menentukan masa depan ekonomi daerah,” tegasnya.

Transformasi dari wilayah pesisir menjadi pusat industri menunjukkan bahwa perubahan ekonomi bukan hanya tentang investasi, tetapi tentang bagaimana sebuah daerah membangun masa depan baru yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan, seperti KIPP yang dikembangkan oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045

Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 11:52 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026 Diproyeksikan Turun ke 5 Persen

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:43 WIB

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 20:04 WIB

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

World Bank Minta Maaf ke Purbaya Buntut Salah Proyeksi Ekonomi RI

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 18:37 WIB

Purbaya Curhat Banyak Dapat Sentimen Negatif Ekonomi: Kadang Dipuji, Besoknya Diragukan

Purbaya Curhat Banyak Dapat Sentimen Negatif Ekonomi: Kadang Dipuji, Besoknya Diragukan

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:21 WIB

Purbaya Sebut Perang AS vs Iran Baru Selesai September 2026

Purbaya Sebut Perang AS vs Iran Baru Selesai September 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:04 WIB

Terkini

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

×