- Indeks Harga Saham Gabungan turun 3,38 persen ke level 7.129,49 pada penutupan perdagangan Jumat, 24 April 2026.
- Sentimen negatif dipicu kekhawatiran ekonomi domestik, depresiasi nilai tukar rupiah, serta konflik geopolitik di Timur Tengah.
- Secara teknikal IHSG berpotensi melemah lebih lanjut dan diprediksi akan menguji level support kuat di 7.000.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk hingga 3 persen pada penutupan, Jumat, 24 April 2026. Mayoritas tekanan IHSG berasal dari sentimen global.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 3,38% ke level 7.129,49 pada perdagangan Jumat (24/4).
Pelemahan ini dipicu kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah tingginya harga minyak mentah serta depresiasi nilai tukar rupiah. Meski demikian, rupiah sempat ditutup menguat 0,33 persen ke level Rp17.229 per dolar AS di pasar spot.
Tekanan juga datang dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik di sekitar Selat Hormuz yang membuat harga minyak bertahan di level tinggi lebih lama dari perkiraan. Perpanjangan gencatan senjata Israel dan Lebanon dinilai belum cukup meredakan kekhawatiran pasar.
![Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/18/69769-ihsg-ihsg-anjlok-bursa-efek-indeks-harga-saham-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Selain itu, pelaku pasar mulai meragukan peluang Amerika Serikat dan Iran kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat, yang semakin memperburuk sentimen global.
Secara teknikal, IHSG menunjukkan sinyal pelemahan lanjutan. Indeks telah breakdown dari level MA20, sementara histogram MACD positif mulai menyempit dan berpotensi membentuk death cross. Di sisi lain, terdapat gap down di kisaran 7.022 yang berpotensi menjadi target penurunan berikutnya.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan akan menguji level support kuat di 7.000, dengan rentang pergerakan pada resistance 7.300, pivot 7.200, dan support 7.000.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 44,80 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 24,30 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,65 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 92 saham bergerak naik, sedangkan 701 saham mengalami penurunan, dan 166 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada hari ini diantaranya, PSDN, BNBA, BRNA, CTTH, SMMT, KDTN, INPS.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SKBM, AMIN, LPPF, KRYA, HOPE, COCO, ICON, KOBX.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.