- Perusahaan ritel China, KKV, melakukan ekspansi dengan membuka 10 toko fisik di enam kota besar Indonesia secara bertahap.
- KKV menerapkan konsep experiential retail yang menggabungkan pengalaman belanja imersif, aktivitas interaktif, serta koleksi produk yang sangat beragam.
- Strategi ini bertujuan menarik minat generasi muda melalui desain toko visual atraktif guna menantang dominasi platform belanja e-commerce.
Suara.com - Perusahaan ritel asal China, KKV, mulai melakukan ekspansi bisnis dengan memperluas jaringan toko fisik. Langkah ini dibilang sangat berani karena tetap ekspansi di tengah dominasi e-commerce yang kian menguat.
Perusahaan ini menghadirkan konsep experiential retail atau pengalaman belanja imersif untuk menarik minat konsumen, khususnya generasi muda.
Langkah ini ditandai dengan rencana pembukaan 10 toko di enam kota besar di Indonesia secara bertahap. Kota-kota tersebut meliputi Jakarta, Bali, Surabaya, Semarang, Bekasi, Tangerang, hingga Padang, yang dinilai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan gaya hidup.
COO International Business KK Group, Rojen Wu, menegaskan Indonesia menjadi pasar strategis dalam ekspansi global perusahaan.

"Indonesia merupakan pasar yang sangat strategis bagi ekspansi global kami. Melalui KKV, kami ingin menghadirkan pengalaman ritel yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menghadirkan produk global berkualitas dengan harga yang terjangkau bagi konsumen muda," ujarnya di Jakarta, Minggu (26/4/2026).
Berbeda dengan tren ritel global yang banyak beralih ke platform digital, KKV justru menggabungkan pengalaman belanja dengan elemen hiburan dalam satu ruang. Setiap toko dirancang tidak hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga destinasi eksplorasi yang menyenangkan.
Konsep ini diwujudkan melalui penyediaan lebih dari 10.000 jenis produk (SKU) dari berbagai kategori, mulai dari makanan ringan, produk kecantikan, mainan tren, hingga kebutuhan gaya hidup sehari-hari. Penataan produk yang dinamis serta pembaruan koleksi secara berkala menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Tak hanya itu, KKV juga menghadirkan desain toko yang khas melalui konsep visual “Gift 4.0” yang memadukan warna kuning ikonik dengan aksen biru. Elemen ini diperkuat dengan instalasi tematik dan display atraktif yang membuat setiap sudut toko terlihat menarik dan “Instagrammable”.
Strategi ini sekaligus menandai pergeseran tren ritel, di mana pengalaman dan interaksi konsumen menjadi faktor utama dalam menarik minat belanja, bukan sekadar harga atau kemudahan transaksi seperti yang ditawarkan e-commerce.
Untuk menarik pengunjung, KKV juga menyiapkan berbagai aktivitas interaktif saat pembukaan toko, seperti gacha dan photobooth. Selain itu, kehadiran aktris Michelle Ziudith pada salah satu pembukaan toko di Jakarta diharapkan dapat meningkatkan antusiasme konsumen.
Dengan mengusung konsep experiential retail, KKV berupaya menghidupkan kembali daya tarik belanja offline sebagai aktivitas sosial yang relevan di era digital, sekaligus menantang dominasi e-commerce di pasar ritel Indonesia.