Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 27 April 2026 | 16:13 WIB
Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah menguat terhadap dolar AS hari ini [Antara]
  • Nilai tukar rupiah menguat 0,11 persen ke level Rp 17.211 per dolar AS pada penutupan perdagangan 27 April 2026.
  • Penguatan rupiah terjadi akibat meredanya tensi Timur Tengah serta melemahnya mata uang dolar AS di pasar global.
  • Aliran masuk investor asing ke Indonesia turut mendukung penguatan rupiah meskipun sifatnya diprediksi hanya bersifat sementara saja.

Suara.com - Nilai tukar rupiah konsisten menguat terhadap Dolar AS pada penutupan, Senin, 27 April 2026. Bangkitnya mata uang Garuda akibat meredanya tensi di Timur Tengah.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup Rp 17.211 per dolar AS atau menguat 0,11 persen dari perdagangan Jumat (24/4/2026) di level Rp 17.284.

Sedangkan, kurs Jisdor BI menunjukkan mata uang garuda berada di level Rp 17.227 per dolar AS.

Sementara itu, mata uang Asia lainnya juga menguat. Salah satunya, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,38 persen.

Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang terkerek 0,27 persen dan dolar Taiwan yang ditutup melesat 0,17 persen. Disusul, dolar Singapura yang menanjak 0,14 persen.

Ilustrasi uang rupiah dan dolar AS (Freepik)
Ilustrasi uang rupiah dan dolar AS (Freepik)

Berikutnya, yen Jepang dan yuan China sama-sama terangkat 0,1 persen. Lalu ada rupee India yang naik 0,04 persen.

Sedangkan, peso Filipina berhasil ditutup menguat tipis 0,005 persen terhadap the greenback.  

Sementara itu, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,32 persen. Diikuti, dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,02 persen pada sore ini.

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dikarenakan dolar AS yang mengalami pelemahan.

"Rupiah berhasil ditutup menguat terhadap dolar AS yg berbalik melemah di tengah sentimen risk on, dengan investor mengabaikan kegagalan perundingan AS-Iran dan menaruh harapan pada proposal baru Iran mengenai dibukanya kembali selat Hormuz," ujarnya saat dihubungi Suara.com

Dia melanjutkan, data masuknya investor asing di Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan ikut mendukung rupiah. Namun, penguatan mata uang garuda ini akan bersifat sementara.

"Penguatan ini bersifat sitasional dan diperkirakan tidak akan bisa bertahan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:00 WIB

Tensi Timur Tengah Mereda, Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.211 Per Dolar AS

Tensi Timur Tengah Mereda, Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.211 Per Dolar AS

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 10:20 WIB

Wall Street Terguncang Setelah Konflik Timur Tengah Terus Memanas

Wall Street Terguncang Setelah Konflik Timur Tengah Terus Memanas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 07:32 WIB

Terkini

Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?

Mengapa Purbaya Lembek soal Pajak ke Orang Super Kaya di RI?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:10 WIB

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan

Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:32 WIB

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas Dengan Standar HSSE Ketat

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas Dengan Standar HSSE Ketat

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:27 WIB

Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026

Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:09 WIB

Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Toba Pulp PHK Hampir Semua Karyawan

Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Toba Pulp PHK Hampir Semua Karyawan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:57 WIB

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:39 WIB

Klaim Ekonomi Bagus, Purbaya: Sekarang Banyak Berita Jelek-jelekin Saya

Klaim Ekonomi Bagus, Purbaya: Sekarang Banyak Berita Jelek-jelekin Saya

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:23 WIB

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:00 WIB