Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Aguan Lapor: Penjualan PIK2 Meroket 112%, Tembus Rp 987 M

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 01 Mei 2026 | 13:09 WIB
Aguan Lapor: Penjualan PIK2 Meroket 112%, Tembus Rp 987 M
Emiten properti besutan Agung Sedayu Group dan Salim Group ini meraup penjualan sebesar Rp 987 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini melonjak tajam 112 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
  • Marketing sales PANI kuartal I-2026 melonjak 112% jadi Rp987 miliar.
  • Sektor properti premium pulih berkat konsep kawasan terpadu dan infrastruktur.
  • Tol KATARAJA dan proyek NICE jadi katalis utama pertumbuhan ekonomi di PIK2.

Suara.com - Sektor properti nasional menunjukkan taringnya di awal tahun 2026. Meski daya beli kelas menengah masih dibayangi tantangan, segmen hunian premium justru terbang tinggi. Fenomena ini dibuktikan oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang mencatatkan lonjakan marketing sales fantastis.

Emiten properti besutan Agung Sedayu Group dan Salim Group ini meraup penjualan sebesar Rp 987 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini melonjak tajam 112 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma atau yang akrab disapa Aguan, mengungkapkan bahwa respons pasar terhadap produk perusahaan tetap positif di tengah selektifnya konsumen dalam memilih hunian.

"Kami melihat PIK2 terus berkembang sebagai kawasan terpadu yang memiliki daya tarik tinggi, baik bagi end-user maupun investor," ujar Aguan dalam keterangannya, dikutip Senin (1/5/2026).

Capaian gemilang ini didorong oleh moncernya penjualan di sejumlah proyek residensial premium. Nama-nama seperti Pasir Putih Residence, Rumah Milenial, hingga Bukit Nirmala menjadi primadona penyumbang pundi-pundi perusahaan.

Tak hanya rumah, kaveling tanah komersial juga diburu investor. Hal ini seiring dengan kebutuhan pusat bisnis baru yang punya prospek cuan jangka panjang. Aguan menyebut, kunci utama daya tarik PIK2 adalah konektivitas.

Hadirnya Tol KATARAJA yang menghubungkan kawasan langsung ke Bandara Soekarno-Hatta dan pusat Jakarta menjadi game changer. Selain itu, kehadiran Nusantara International Convention Exhibition (NICE) diyakini bakal jadi magnet aktivitas bisnis internasional.

"Kawasan ini kami persiapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu menciptakan nilai jangka panjang," tambah Aguan.

Dengan cadangan lahan raksasa mencapai 1.825 hektare, PANI masih punya ruang luas untuk ekspansi. Stabilitas ekonomi domestik dan pembangunan infrastruktur yang masif diprediksi akan terus menjaga momentum pemulihan properti di sepanjang tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PANI Bidik Penjualan Rp4,3 Triliun di PIK 2, Ini Kata Aguan

PANI Bidik Penjualan Rp4,3 Triliun di PIK 2, Ini Kata Aguan

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:00 WIB

Tren Pet Parenting Meningkat, PAW Expo 2026 Jadi Destinasi Wajib Pecinta Anabul

Tren Pet Parenting Meningkat, PAW Expo 2026 Jadi Destinasi Wajib Pecinta Anabul

Lifestyle | Sabtu, 11 April 2026 | 07:01 WIB

Jangan Bingung Cari Mushola Saat Kulineran di PIK: Ini Titik Lokasi Strategis yang Wajib Kamu Tahu

Jangan Bingung Cari Mushola Saat Kulineran di PIK: Ini Titik Lokasi Strategis yang Wajib Kamu Tahu

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:42 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB