- Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei mengumumkan pengambilalihan pengelolaan Selat Hormuz guna menghentikan campur tangan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
- Langkah tersebut direspons dengan pembentukan pengawasan maritim internasional oleh AS dan Inggris setelah lalu lintas kapal menurun drastis.
- Kebijakan baru Iran ini berdampak signifikan pada kenaikan harga minyak global hingga melampaui 120 dolar AS per barel.
Suara.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamene, mengeluarkan pernyataan ditengah aloltnya upaya negosiasi antara negaranya dengan Amerika Serikat (AS).
Mengutip dari The Guardian, dalam pernyataan tertulisnya yang dibacakan lewat stasiun televisi Iran, Khamene memproklamirkan "babak baru" bagi Teluk Persia dan mengklaim telah menggagalkan rencana militer AS di kawasan tersebut.
Pernyataan ini menjadi sorotan tajam karena merupakan pesan resmi pertama sejak dia menjabat pada Maret lalu.
"Hari ini, dua bulan setelah pengerahan militer dan agresi terbesar oleh para pengganggu dunia di kawasan ini, dan kekalahan memalukan Amerika Serikat dalam rencananya, babak baru sedang terungkap untuk Teluk Persia dan Selat Hormuz,” kata Khamene yang dikutip, Jumat (1/5/2026).
Dalam pernyataan itu, Khamenei menekankan bahwa Iran akan mengambil alih pengelolaan Selat Hormuz guna menghentikan campur tangan pihak asing.
Teheran juga berencana menerapkan sistem baru bagi kapal-kapal yang melintas di jalur yang memasok 20 persen kebutuhan minyak global tersebut.
Langkah ini diklaim sebagai bentuk penguatan kedaulatan ekonomi yang akan menguntungkan negara-negara di kawasan.
Selain isu maritim, Khamenei menegaskan komitmen Iran untuk melindungi aset teknologi strategisnya, termasuk program nuklir dan rudal, yang disejajarkan dengan kepentingannya dengan kedaulatan wilayah perbatasan.
![Sistem Peradilan Iran tetapkan siaga perang penuh untuk habisi warga yang dituduh mata-mata musuh. Kebebasan sipil terancam di tengah eskalasi konflik.[IranWire]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/14/61034-ali-khamenei-dan-gholam-hossein-mohseni-ejei.jpg)
Ketidakhadiran visual Khamenei dalam siaran tersebut terus memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatannya pasca-insiden pengeboman Februari lalu yang menewaskan pendahulunya.
Para analis menilai, pengumuman mengenai aturan baru di Selat Hormuz merupakan upaya Teheran untuk menunjukkan taji di tengah tekanan sanksi dan kehadiran militer AS.
Sejak 13 April, AS melakukan blokade balasan terhadap pelabuhan Iran, yang menyebabkan industri minyak Iran lumpuh dan harga minyak melonjak di atas 120 dolar AS per barel. Lalu lintas kapal di Selat Hormuz turun drastis dari 140 menjadi hanya 3 kapal per hari.
Mojtaba Khamenei memperingatkan bahwa pihak asing yang mencoba menguasai selat tersebut akan berakhir di dasar laut.
"Orang asing yang dengan jahat menginginkan selat itu dari jarak ribuan kilometer tidak punya tempat di sana kecuali di dasar perairannya,” kata pernyataan Khamenei.
Situasi ini menekan Presiden Trump menjelang pemilu sela karena harga BBM yang meroket, serupa dengan level awal invasi Rusia ke Ukraina 2022.
Meskipun ada usulan untuk memisahkan isu nuklir demi membuka kembali jalur pelayaran, AS dan sekutunya tetap siaga. Penasihat militer Iran, Mohsen Rezaee, menegaskan bahwa Iran tidak akan kalah.