Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Bank Indonesia Ungkap Minyak Goreng Mahal Jadi Biang Kerok Inflasi Tembus 2,5 Persen

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 05 Mei 2026 | 07:45 WIB
Bank Indonesia Ungkap Minyak Goreng Mahal Jadi Biang Kerok Inflasi Tembus 2,5 Persen
Harga minyak goreng kemasan di salah satu retail modern. [Suarabali.id/Buniamin]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia mencatat inflasi nasional pada April 2026 berada di level 2,42 persen sesuai sasaran target pemerintah.
  • Penurunan angka inflasi dipicu deflasi pada kelompok pangan bergejolak akibat masa panen raya dan normalisasi permintaan masyarakat.
  • Kestabilan inflasi terjaga melalui sinergi kebijakan moneter Bank Indonesia dan koordinasi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan penyebab Inflasi April 2026 dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa secara tahunan, angka inflasi pada April 2026 berada di level 2,42 persen (year-on-year/yoy).

Capaian ini menunjukkan tren positif karena lebih rendah dibandingkan realisasi pada bulan sebelumnya, yang sempat menyentuh angka 3,48 persen (yoy), berkat langkah konkret Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga.

“Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasaran ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah melalui TPIP dan TPID,” ujar Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Terkait komponennya, inflasi inti pada April 2026 tercatat sebesar 0,23 persen (mtm), sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,13 persen (mtm).

Kenaikan ini dipicu oleh komoditas minyak goreng yang terdampak kenaikan harga crude palm oil (CPO) global.

Ilustrasi Bank Indonesia. [Suara.com]
Ilustrasi Bank Indonesia. [Suara.com]

"Meski demikian, secara tahunan inflasi inti justru menurun menjadi 2,44 persen (yoy)," katanya.

Di sisi lain, kelompok pangan bergejolak (volatile food) justru mengalami deflasi sebesar 0,88 persen (mtm). Penurunan harga ini terutama disumbang oleh komoditas daging ayam ras, telur ayam ras, dan aneka cabai.

Fenomena ini terjadi seiring dengan normalisasi permintaan masyarakat pasca-Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri serta masuknya masa panen raya di berbagai daerah sentra produksi.

baca juga

Kenaikan tercatat pada kelompok Harga yang diatur pemerintah (administered prices) yang mengalami inflasi sebesar 0,69 persen (mtm).

Faktor utamanya adalah kenaikan tarif angkutan udara, harga bensin nonsubsidi, dan LPG nonsubsidi yang menyesuaikan harga avtur serta harga energi global. Secara tahunan, kelompok ini mencatatkan inflasi sebesar 1,53 persen (yoy).

Sebagai langkah mitigasi ke depan, Bank Indonesia meyakini bahwa target inflasi akan terus terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen untuk sepanjang tahun 2026 hingga 2027.

"Optimisme ini didukung oleh penguatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) serta koordinasi solid antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!

Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 12:20 WIB

Kurs Rupiah Masih Tembus Rp17.000, Bos BI Klaim Cadangan Devisa Aman

Kurs Rupiah Masih Tembus Rp17.000, Bos BI Klaim Cadangan Devisa Aman

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 08:34 WIB

Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.527 Triliun, BI Ungkap Penyebab dan Strateginya

Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.527 Triliun, BI Ungkap Penyebab dan Strateginya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 07:28 WIB

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:25 WIB

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:54 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:36 WIB

Terkini

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:47 WIB

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:18 WIB

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:31 WIB

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:01 WIB

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:51 WIB

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:18 WIB

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

×