Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Minyak Melonjak 6 Persen Usai Iran Serang UEA, Selat Hormuz Makin Panas!

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2026 | 07:54 WIB
Harga Minyak Melonjak 6 Persen Usai Iran Serang UEA, Selat Hormuz Makin Panas!
Ilustrasi pump jack di kilang di Kansas, USA [Unsplash/Jack W]
  • Harga minyak mentah dunia melonjak sekitar 6% pada Selasa, 5 Mei 2026, akibat eskalasi militer di Timur Tengah.
  • Iran menyerang kapal dan pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab, memicu kekhawatiran terganggunya pasokan energi global secara total.
  • Klaim wilayah maritim sepihak oleh Iran di Selat Hormuz menyebabkan harga minyak tetap tinggi di atas 100 dolar.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia melonjak tajam sekitar 6% pada Selasa (5/5/2026) tengah malam (waktu WIB) menyusul eskalasi militer paling serius di Timur Tengah sejak gencatan senjata AS-Iran diberlakukan awal April lalu.

Serangan intensif yang diluncurkan Iran terhadap Uni Emirat Arab (UEA) dan sejumlah kapal di Teluk memicu kekhawatiran akan terhentinya pasokan energi global secara total.

Minyak mentah berjangka Brent meroket sebesar $6,27 atau 5,8% dan menetap di level $114,44 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik $4,48 atau 4,4% menjadi $106,42 per barel.

Eskalasi Terbesar: Pelabuhan Minyak Terbakar

Situasi memburuk setelah Iran dilaporkan menyerang beberapa kapal di Selat Hormuz dan membakar salah satu pelabuhan minyak utama di UEA.

Serangan ini merupakan respons keras Teheran terhadap upaya Presiden Donald Trump yang mengerahkan Angkatan Laut AS guna membuka jalur pelayaran secara paksa.

Dilansir dari Reuters, Otoritas UEA mengonfirmasi bahwa pertahanan udara mereka aktif menghalau ancaman rudal dan drone pada Senin malam.

Tim pemadam kebakaran juga tengah berjuang memadamkan api di zona industri minyak utama setelah serangan drone yang menurut otoritas setempat berasal dari wilayah Iran.

Di sisi lain, militer AS mengeklaim telah menghancurkan enam kapal kecil Iran serta mencegat rudal jelajah dan drone yang diluncurkan Teheran untuk menggagalkan misi angkatan laut AS di Selat Hormuz.

Iran Perluas Klaim Wilayah Maritim

Melalui Angkatan Laut Garda Revolusi, Iran merilis peta baru yang memperluas zona kendali mereka di dekat Selat Hormuz. Klaim tersebut kini mencakup pelabuhan Fujairah dan Khorfakkan di UEA, hingga pesisir emirat Umm Al Quwain.

Langkah sepihak ini semakin mencekik jalur yang sebelumnya menyumbang 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia sebelum konflik pecah pada akhir Februari lalu. Analis dari konsultan Eurasia Group memperingatkan dampak ekonomi yang sangat nyata bagi konsumen.

"Harga minyak akan tetap berada di atas $100 dan harga bensin di AS akan mencapai $5 per galon pada Juni mendatang tanpa adanya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz," tulis analis Eurasia Group. Bahkan di California, harga BBM dilaporkan telah menyentuh angka $6 per galon.

Rentetan Serangan Terhadap Kapal Komersial

Dalam 24 jam terakhir, Iran diduga telah menyerang empat kapal di wilayah Teluk, termasuk kapal milik Korea Selatan dan UEA. Kementerian Luar Negeri di Seoul melaporkan terjadinya kebakaran dan ledakan pada kapal yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran HMM.

Selain itu, UEA menuduh Iran menggunakan drone untuk menyerang kapal tanker minyak mentah kosong milik perusahaan minyak negara Abu Dhabi, ADNOC, saat mencoba melintasi selat tersebut. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) juga menerima laporan insiden yang melibatkan kapal kargo di utara Dubai.

Di tengah ketegangan ini, Menteri Energi UEA—yang negaranya baru saja keluar dari OPEC minggu lalu—menyatakan bahwa UEA berkomitmen untuk memproduksi minyak sesuai kebutuhan pasar global tanpa batasan guna melindungi kepentingan mitra investasi mereka.

Sementara itu, aliansi OPEC+ sepakat untuk menaikkan target produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari pada bulan Juni untuk tujuh anggotanya.

Meski ini merupakan kenaikan bulanan ketiga secara berturut-turut, para pelaku pasar sangsi pasokan tambahan ini dapat menstabilkan harga selama blokade militer di Selat Hormuz masih berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak

Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:50 WIB

Bank Indonesia Ungkap Minyak Goreng Mahal Jadi Biang Kerok Inflasi Tembus 2,5 Persen

Bank Indonesia Ungkap Minyak Goreng Mahal Jadi Biang Kerok Inflasi Tembus 2,5 Persen

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:45 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 21:41 WIB

Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran

Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:30 WIB

Militer Iran Ultimatum Donald Trump: Berani Masuk Selat Hormuz, Kami Serang!

Militer Iran Ultimatum Donald Trump: Berani Masuk Selat Hormuz, Kami Serang!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:42 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB