Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2026 | 08:25 WIB
IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom].
  • IHSG hari ini berpotensi terkoreksi akibat sentimen negatif pasar global dan aksi jual bersih investor asing senilai Rp791 miliar.
  • Bursa Amerika Serikat melemah pada Senin (4/5) karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran stabilitas kawasan global.
  • BPS melaporkan inflasi Indonesia April 2026 sebesar 0,13 persen dan mencatat surplus neraca perdagangan sebesar 3,32 miliar dolar AS.

Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibayangi sentimen negatif dari pasar global pada perdagangan hari ini. Meski pada penutupan kemarin indeks berhasil menguat tipis 0,22%, pergerakan tersebut masih dibayangi oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai sekitar Rp791 miliar.

Beberapa saham penggerak pasar seperti BMRI, BBCA, hingga ASII menjadi sasaran utama aksi jual tersebut.

Secara teknikal, IHSG hari ini dinilai masih rentan mengalami koreksi. Para pelaku pasar disarankan untuk mencermati level dukungan dan hambatan indeks sebagai berikut:

Support IHSG: 6.850 - 6.900

Resisten IHSG: 7.000 - 7.090

Wall Street Memerah Akibat Konflik Timur Tengah

Tekanan pada bursa domestik sejalan dengan pelemahan yang terjadi di bursa Amerika Serikat. Wall Street ditutup terkoreksi pada Senin (4/5) malam dipicu oleh memanasnya kembali situasi di Timur Tengah.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,13%, diikuti S&P 500 yang melemah 0,41%, dan Nasdaq Composite yang berkurang 0,19%.

Eskalasi terbaru melibatkan laporan Uni Emirat Arab (UEA) yang berhasil mencegat serangan rudal dari Iran. Sementara itu, pihak militer Iran mengklaim telah menghalau kapal perang "Amerika-Zionis" di wilayah strategis dekat Pulau Jask.

Meskipun Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) membantah adanya kapal yang terkena serangan, kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan dan kenaikan harga minyak dunia tetap menekan selera risiko di pasar global.

Berbanding terbalik dengan AS, mayoritas bursa Asia justru mencatatkan performa gemilang. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak tajam 5,12% mencetak rekor baru, disusul Taiex Taiwan yang melesat 4,57%, dan Hang Seng yang menguat 1,24%.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ekonomi penting. Inflasi pada April 2026 tercatat sebesar 0,13% (MoM), sehingga inflasi tahun kalender (YTD) mencapai 1,06%.

Kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi dengan kenaikan 0,99%. Di sisi lain, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan yang signifikan sebesar US$ 3,32 miliar pada Maret 2026, naik tajam dari posisi surplus bulan sebelumnya.

Ide Trading Saham Hari Ini (Selasa, 5 Mei 2026)

Mengingat fluktuasi harga komoditas energi akibat ketegangan geopolitik, BNI Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham untuk dicermati hari ini:

Fokus Sektor Energi & Komoditas:

AKRA (Buy on Weakness): Area beli 1.530-1.550, target 1.600-1.660, cutloss < 1.520.
MEDC (Buy on Weakness): Area beli 1.685-1.720, target 1.770-1.820, cutloss < 1.655.
ENRG (Spec Buy): Area beli 1.680-1.710, target 1.735-1.760, cutloss < 1.670.
INDY (Spec Buy): Area beli 3.650-3.700, target 3.720-3.770, cutloss < 3.640.
BULL (Buy on Weakness): Area beli 490-505, target 520-535, cutloss < 486.

Saham Lainnya:

CDIA (Buy on Weakness): Area beli 1.000-1.050, target 1.070-1.100.
PGAS (Pantauan): Area beli 1.830-1.850, target 1.920-1.970.
PTBA (Pantauan): Area beli 2.900-2.950, target 2.970-3.020.

Investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas tinggi pada saham-saham berkapitalisasi kecil (small cap) seperti PADI, dan selalu disiplin dalam menerapkan batasan stop loss.

Disclaimer: Analisis ini bersifat referensi untuk membantu keputusan investasi Anda. Setiap instrumen investasi memiliki risiko fluktuasi harga. Keputusan jual atau beli sepenuhnya berada di tangan investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Melonjak 6 Persen Usai Iran Serang UEA, Selat Hormuz Makin Panas!

Harga Minyak Melonjak 6 Persen Usai Iran Serang UEA, Selat Hormuz Makin Panas!

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:54 WIB

Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak

Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:50 WIB

BEI Gembok Dua Saham Ini dari Pasar Modal

BEI Gembok Dua Saham Ini dari Pasar Modal

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:26 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 21:41 WIB

Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya

Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:57 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB