Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini

M Nurhadi

Selasa, 05 Mei 2026 | 08:25 WIB
IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom].
baca 10 detik
  • IHSG hari ini berpotensi terkoreksi akibat sentimen negatif pasar global dan aksi jual bersih investor asing senilai Rp791 miliar.
  • Bursa Amerika Serikat melemah pada Senin (4/5) karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran stabilitas kawasan global.
  • BPS melaporkan inflasi Indonesia April 2026 sebesar 0,13 persen dan mencatat surplus neraca perdagangan sebesar 3,32 miliar dolar AS.

Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibayangi sentimen negatif dari pasar global pada perdagangan hari ini. Meski pada penutupan kemarin indeks berhasil menguat tipis 0,22%, pergerakan tersebut masih dibayangi oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai sekitar Rp791 miliar.

Beberapa saham penggerak pasar seperti BMRI, BBCA, hingga ASII menjadi sasaran utama aksi jual tersebut.

Secara teknikal, IHSG hari ini dinilai masih rentan mengalami koreksi. Para pelaku pasar disarankan untuk mencermati level dukungan dan hambatan indeks sebagai berikut:

Support IHSG: 6.850 - 6.900

Resisten IHSG: 7.000 - 7.090

Wall Street Memerah Akibat Konflik Timur Tengah

Tekanan pada bursa domestik sejalan dengan pelemahan yang terjadi di bursa Amerika Serikat. Wall Street ditutup terkoreksi pada Senin (4/5) malam dipicu oleh memanasnya kembali situasi di Timur Tengah.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,13%, diikuti S&P 500 yang melemah 0,41%, dan Nasdaq Composite yang berkurang 0,19%.

Eskalasi terbaru melibatkan laporan Uni Emirat Arab (UEA) yang berhasil mencegat serangan rudal dari Iran. Sementara itu, pihak militer Iran mengklaim telah menghalau kapal perang "Amerika-Zionis" di wilayah strategis dekat Pulau Jask.

baca juga

Meskipun Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) membantah adanya kapal yang terkena serangan, kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan dan kenaikan harga minyak dunia tetap menekan selera risiko di pasar global.

Berbanding terbalik dengan AS, mayoritas bursa Asia justru mencatatkan performa gemilang. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak tajam 5,12% mencetak rekor baru, disusul Taiex Taiwan yang melesat 4,57%, dan Hang Seng yang menguat 1,24%.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ekonomi penting. Inflasi pada April 2026 tercatat sebesar 0,13% (MoM), sehingga inflasi tahun kalender (YTD) mencapai 1,06%.

Kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi dengan kenaikan 0,99%. Di sisi lain, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan yang signifikan sebesar US$ 3,32 miliar pada Maret 2026, naik tajam dari posisi surplus bulan sebelumnya.

Ide Trading Saham Hari Ini (Selasa, 5 Mei 2026)

Mengingat fluktuasi harga komoditas energi akibat ketegangan geopolitik, BNI Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham untuk dicermati hari ini:

Fokus Sektor Energi & Komoditas:

AKRA (Buy on Weakness): Area beli 1.530-1.550, target 1.600-1.660, cutloss < 1.520.
MEDC (Buy on Weakness): Area beli 1.685-1.720, target 1.770-1.820, cutloss < 1.655.
ENRG (Spec Buy): Area beli 1.680-1.710, target 1.735-1.760, cutloss < 1.670.
INDY (Spec Buy): Area beli 3.650-3.700, target 3.720-3.770, cutloss < 3.640.
BULL (Buy on Weakness): Area beli 490-505, target 520-535, cutloss < 486.

Saham Lainnya:

CDIA (Buy on Weakness): Area beli 1.000-1.050, target 1.070-1.100.
PGAS (Pantauan): Area beli 1.830-1.850, target 1.920-1.970.
PTBA (Pantauan): Area beli 2.900-2.950, target 2.970-3.020.

Investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas tinggi pada saham-saham berkapitalisasi kecil (small cap) seperti PADI, dan selalu disiplin dalam menerapkan batasan stop loss.

Disclaimer: Analisis ini bersifat referensi untuk membantu keputusan investasi Anda. Setiap instrumen investasi memiliki risiko fluktuasi harga. Keputusan jual atau beli sepenuhnya berada di tangan investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Melonjak 6 Persen Usai Iran Serang UEA, Selat Hormuz Makin Panas!

Harga Minyak Melonjak 6 Persen Usai Iran Serang UEA, Selat Hormuz Makin Panas!

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:54 WIB

Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak

Wall Street Anjlok Setelah Digempur Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:50 WIB

BEI Gembok Dua Saham Ini dari Pasar Modal

BEI Gembok Dua Saham Ini dari Pasar Modal

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:26 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 21:41 WIB

Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya

Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 17:57 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×