Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Apa Itu Inflasi, Deflasi, dan Stagflasi? Kenali Perbedaan serta Dampaknya

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2026 | 09:40 WIB
Apa Itu Inflasi, Deflasi, dan Stagflasi? Kenali Perbedaan serta Dampaknya
Ilustrasi Inflasi (Freepik)
  • Inflasi merupakan kenaikan harga barang menyeluruh yang menurunkan nilai mata uang akibat faktor produksi dan permintaan.
  • Deflasi adalah penurunan harga barang secara terus-menerus yang dapat memicu lesunya ekonomi serta meningkatnya angka pengangguran.
  • Stagflasi merupakan kondisi stagnasi ekonomi dan pengangguran tinggi yang dibarengi dengan kenaikan harga.

Suara.com - Ekonomi global sering kali terasa seperti roller coaster yang sulit ditebak. Harga barang bisa melonjak tiba-tiba atau justru merosot tajam. Fenomena ini biasanya berakar pada inflasi, deflasi, dan stagflasi.

Memahami ketiganya bukan sekadar urusan pakar ekonomi, melainkan kebutuhan dasar bagi siapa saja yang ingin menjaga daya beli dan merencanakan keuangan masa depan dengan lebih bijak.

Secara sederhana, ketiga kondisi ini mencerminkan "kesehatan" perputaran uang dan barang dalam suatu negara. Sementara inflasi yang stabil sering dianggap sebagai tanda pertumbuhan, deflasi yang berkepanjangan atau stagflasi yang stagnan dapat menjadi ancaman serius bagi lapangan kerja dan tabungan.

Lantas, apa perbedaan inflasi, deflasi, dan stagflasi? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Inflasi

Menyadur accountable.de, nflasi bukan sekadar fluktuasi harga biasa, melainkan kenaikan harga secara menyeluruh yang menurunkan nilai mata uang.

Di Uni Eropa, fenomena ini diukur menggunakan Indeks Harga Konsumen Terharmonisasi (HICP), yang membandingkan total biaya belanja masyarakat saat ini dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya.

Perhitungannya menggunakan sistem pembobotan. Barang dengan pengeluaran besar seperti bensin memiliki pengaruh sepuluh kali lipat lebih besar terhadap angka inflasi dibandingkan barang kecil seperti kopi.

Selain angka resmi, dikenal juga istilah "inflasi yang dirasakan". Hal ini terjadi karena secara psikologis kita lebih peka terhadap kenaikan harga barang yang sering dibeli, seperti makanan atau bahan bakar, dibandingkan barang yang jarang dibeli seperti mesin cuci.

Itulah sebabnya, pengemudi kendaraan pribadi sering kali merasa inflasi jauh lebih tinggi daripada pengguna transportasi umum, meskipun data statistik menunjukkan angka yang berbeda.

Penyebab inflasi

Faktor-faktor ekonomi tertentu dapat menyebabkan inflasi. Berikut penyebabnya.

1. Kekurangan bahan baku
2. Peningkatan biaya tenaga kerja berupa upah atau non-upah
3. Inflasi impor (kenaikan harga barang impor)
4. Inflasi tarikan permintaan (permintaan melebihi penawaran)

2. Deflasi

Deflasi adalah kondisi saat harga barang turun dan nilai uang meningkat. Jika berlangsung lama, deflasi justru memicu pengangguran dan lesunya ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Girang Data BPS Ungkap Inflasi April Turun: Sekarang Anda Kritik Tuh Ekonom!

Purbaya Girang Data BPS Ungkap Inflasi April Turun: Sekarang Anda Kritik Tuh Ekonom!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 16:34 WIB

Inflasi April 2026 Turun ke 0,13 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan Harga Bensin

Inflasi April 2026 Turun ke 0,13 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan Harga Bensin

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:27 WIB

Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok

Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 14:05 WIB

Terkini

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:52 WIB

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:29 WIB

Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak

Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:26 WIB

IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:17 WIB

OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta

OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:12 WIB

BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah

BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:06 WIB

BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital

BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:02 WIB

Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram

Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:00 WIB

IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak

IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:28 WIB