- Bambang Margono asal Klaten memulai karier sebagai agen BRILink sejak tahun 2013 dengan membangun kepercayaan warga sekitar.
- Keberhasilan mengelola transaksi harian di Desa Tanjungsari mengantarkan Bambang menjadi agen BRILink terbaik di Klaten pada 2021.
- Usaha BRILink sukses meningkatkan ekonomi keluarga, memungkinkan kepemilikan aset properti, serta membiayai pendidikan anak bekerja ke luar negeri.
"Sekarang banyak saingan, sedikit menurun. Tapi alhamdulillah masih ramai. Sekarang transaksi sekitar 70, dulu bisa 100 lebih," cerita Bambang.
"Transaksi sama, kebanyakan tarik dan setor tunai. Imbang, keluar masuknya sama. Perputarannya imbang," imbuhnya.
Ekonomi Kini Membaik, Bisa Antarkan Dua Anak ke Jepang
Berkat usaha BRILink, Bambang dengan usia yang sudah kepala enam mampu memiliki penghasilan tetap dari rumah. Tanpa perlu ke desa-desa seperti dulu.
Dengan rata-rata transaksi 70 per hari, dirinya bisa mendapatkan penghasilan minimal sekitar Rp6 juta dari akad. Belum lagi tambahan fee dari BRI.
Sebagai informasi, menjadi agen BRILink ada dua pendapatan yang bisa didapatkan dari agen, yakni per transaksi sesuai akad dan pembagian fee dari BRI.
Oleh karena itu, toko sederhana yang dulu disewa kini telah dibeli, kemudian direnovasi menjadi lebih baik dan bertingkat. Bambang juga sudah membeli tiga tanah untuk investasi.

"Alhamdulillah punya pemasukan. Toko ini dulu ngontrak, waktu masih pertama jadi agen BRILink. Sekarang toko sudah jadi milik sendiri dan direnovasi seperti sekarang," ungkap Bambang.
"Tiap hari bisa megang uang, bisa beli tanah, sudah tiga kali. Motor yang dulunya tidak baru yang bisa beli baru. Mudah-mudahan ya semakin maju usahanya," lanjutnya.
Tidak hanya itu, Bambang juga berhasil mendukung masa depan anak-anaknya yang ingin bekerja di luar negeri. Dua anaknya kini sudah bekerja di Jepang dan satu lagi sedang persiapan ke Korea Selatan.
Sugeng Priyanto, Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) BRI Cabang Klaten, yang menemani Bambang sejak 2018 turut bangga dengan pencapaian tersebut.

"Dulu Pak Bambang merintisnya dari mindring, pakai motor itu kalau cerita. Terus beliau nyewa tempat di sini, jualan pakaian dan lain-lain," kata Sugeng.
"Akhirnya jadi BRILink, malah sekarang bisa beli tokonya itu, sekalian dijadikan tingkat. Dua anaknya dikirim kerja di Jepang, satu lagi mau ke Korea Selatan," imbuhnya.
BRILink Digemari Masyarakat karena Praktis
Walau BRI sudah memiliki unit-unit pelayanan di setiap kecamatan atau desa, akan tetapi tak sedikit nasabah yang memilih bertransaksi di BRILink.
Salah satunya adalah Puji Astuti yang mengaku kerap melakukan transaksi di BRILink milik Bambang. Ia pun lebih memilih ke BRILink karena dekat dan tidak perlu mengantre.
"Saya sering ke BRILink, langganannya Pak Bambang. Karena lebih efisien waktunya sama tidak usah antre. Dekat dari rumah juga. Aslinya BRI juga dekat, tapi antre," ujar Puji.

"Saya seringnya tarik tunai dan transfer. Biasanya pajak, wifi, listrik juga," tuturnya menambahkan.
Sugeng pun menambahkan bahwa BRILink memang resmi kepanjangan tangan dari BRI. Selain berbagai transaksi, BRILink juga bisa berfungsi 'membantu' nasabah untuk mendapatkan pinjaman modal.
"Jadi, agen BRILink itu kepanjangan tangan resmi dari BRI. Sebenarnya tidak hanya transksi, Pak Bambang juga sudah beberapa kali mereferalkan nasabah yang mau pinjam. Bahkan, pinjam di atas Rp200 juta itu sering. Jadi, direferalkan ke BRI lewat agen BRILink," kata Sugeng.
Alumni Universitas Negeri Yogyakarta itu pun berharap BRILink di Klaten bisa terus berkembang. Sehingga, bisa semakin banyak pula nasabah baru yang bisa bergabung dengan BRI.
"Jadi, harapannya agen BRILink Pak Bambang dan lainnya di Klaten semakin berkembang, tak hanya transaksi juga mereferalkan nasabah. Yang sebelumnya tidak bergabung di BRI, bisa menjadi nasabah di BRI.
Pada akhirnya, perjalanan Bambang Margono menjadi pengingat bahwa kerja keras, keberanian memulai, dan menjaga kepercayaan dapat mengubah hidup sederhana menjadi berkah yang mengalir hingga generasi berikutnya.