Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Potensi Ekonomi dan Kesehatan Industri Tembakau Alternatif

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 12 Mei 2026 | 08:18 WIB
Potensi Ekonomi dan Kesehatan Industri Tembakau Alternatif
Ilustrasi tembakau. (Dok: Pexels.com)
baca 10 detik
  • Produk tembakau alternatif terbukti secara ilmiah memperbaiki fungsi pernapasan dan jantung.
  • Risiko penyakit berasal dari asap hasil pembakaran, bukan dari zat nikotin.
  • Negara maju seperti Swedia dan Jepang sukses tekan angka perokok lewat produk alternatif.

Suara.com - Transformasi industri tembakau melalui inovasi produk alternatif kini semakin diperkuat oleh sederet bukti ilmiah internasional. Produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, hingga kantong nikotin, dinilai menjadi opsi realistis bagi perokok dewasa untuk beralih ke kebiasaan yang lebih rendah risiko melalui prinsip Tobacco Harm Reduction (THR) atau pengurangan bahaya tembakau.

Berdasarkan kajian ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet, beralih sepenuhnya ke rokok elektronik selama 30 hari menunjukkan perbaikan signifikan pada fungsi pernapasan jangka pendek. Temuan ini senada dengan riset dari Jonathan B. Berlowitz dkk. (2022) yang menyebutkan bahwa pengguna rokok elektrik memiliki risiko penyakit kardiovaskular 30 persen hingga 40 persen lebih rendah dibandingkan perokok konvensional.

Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Profesor Tikki Pangestu, menegaskan bahwa akar masalah penyakit terkait rokok adalah hasil pembakaran (asap), bukan nikotin.

"Melalui pendekatan THR, produk tembakau alternatif menghilangkan proses pembakaran sehingga penggunanya minim terpapar zat berbahaya," ujar Prof. Tikki. Beliau juga menambahkan bahwa nikotin sendiri, menurut International Agency for Research on Cancer (IARC) dan NHS Inggris, bukanlah zat karsinogen penyebab kanker.

Data dari berbagai negara maju menunjukkan korelasi positif antara adopsi produk alternatif dengan penurunan angka perokok. Di Swedia misalnya, prevalensi penyakit terkait rokok terendah di Eropa berkat penggunaan produk alternatif secara luas, selain itu Jepang juga mencatatkan penjualan rokok konvensional merosot tajam sejak produk tembakau alternatif diperkenalkan pada 2016 dan di Selandia Baru penurunan signifikan jumlah perokok, termasuk pada komunitas Suku Maori, setelah pemerintah mendukung penggunaan produk ini sejak 2018.

Integrasi kebijakan berbasis bukti ilmiah ini diharapkan dapat membantu perokok dewasa mengambil keputusan yang lebih tepat demi meningkatkan kualitas hidup dan menekan beban kesehatan publik secara nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Indonesia Diprediksi Melambat di Kuartal II 2026, Ini Penyebab Utamanya

Ekonomi Indonesia Diprediksi Melambat di Kuartal II 2026, Ini Penyebab Utamanya

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:04 WIB

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:28 WIB

Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas

Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 17:55 WIB

Terkini

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:00 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB