Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:13 WIB
Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik
Ilustrasi Bank Indonesia. [Antara]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia bersama pemerintah meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera di Sidoarjo untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
  • Program ini menerapkan strategi 4K guna memastikan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif bagi masyarakat.
  • Pemerintah berfokus mengendalikan komoditas beras, cabai, dan bawang merah demi menjaga stabilitas inflasi serta meningkatkan kesejahteraan petani daerah.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah secara resmi meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Nasional di Sidoarjo.

Sebagai langkah, strategis dalam program pengendalian inflasi nasional, GPIPS hadir untuk memperkuat Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang sudah berjalan sebelumnya.

Melalui sinergi ini, kebijakan pengendalian inflasi pangan dirumuskan agar selaras dengan program prioritas pemerintah dalam mencapai ketahanan pangan, energi, serta stabilitas finansial di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny, menjelaskan bahwa implementasi GPIPS 2026 merupakan bentuk nyata komitmen bank sentral dalam menjaga daya beli masyarakat melalui strategi 4K untuk stabilitas harga.

"Strategi tersebut meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif," ucapnya dalam siaran pers yang diterima, Jumat (15/5/2026).

Ramdan Denny menegaskan bahwa fokus utama dari strategi pengendalian harga pangan tahun ini adalah penguatan produktivitas petani dan efisiensi rantai distribusi guna memastikan inflasi tetap terkendali sesuai sasaran.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny di Gedung BI, Jumat (7/11/2025). [Suara.com/Rina]
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny. [Suara.com/Rina]

Ramdan Denny memaparkan bahwa peluncuran di wilayah Jawa ini merupakan kelanjutan dari rangkaian GPIPS 2026 yang diawali di Sumatra pada Februari lalu.

Selanjutnya, program ini akan menyasar wilayah Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Sulampua dengan menyesuaikan karakteristik inflasi masing-masing daerah.

Adapun, tiga komoditas prioritas yang menjadi fokus di seluruh wilayah adalah beras, cabai, dan bawang merah.

baca juga

Sementara itu, untuk tambahan komoditas lain disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulampua, hingga Balinusra.

"Efektivitas sinergi antara TPIP dan TPID terbukti ampuh menjaga stabilitas ekonomi," katanya.

Berdasarkan data terbaru, Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2026 tercatat berada di level 2,42 persen (year-on-year).

Sementara itu, inflasi pada kelompok volatile food tetap terkendali pada angka 3,37 persen (year-on-year), yang berarti masih berada dalam kisaran sasaran 3,0 persen hingga 5,0 persen sesuai kesepakatan nasional.

Dalam jangka pendek, kesepakatan strategis difokuskan pada penguatan sarana prasarana pertanian, regenerasi sumber daya manusia, serta perlindungan usaha tani.

Sedangkan untuk jangka menengah-panjang, pemerintah dan BI akan fokus pada perbaikan jaringan irigasi, pompanisasi, serta penguatan inovasi dan korporatisasi untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pangan dari hulu ke hilir.

Ke depan, Bank Indonesia dan Pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi demi mendukung program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Pedagang di Pasar Beringharjo mengeluhkan kenaikan harga komoditas pangan pada Ramadan ini, Kamis (06/3/2025). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]
Pedagang di Pasar mengeluhkan kenaikan harga komoditas pangan. [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

Upaya mitigasi terhadap risiko cuaca ekstrem serta peningkatan efisiensi logistik pangan akan terus digenjot guna menjaga stabilitas harga dan memberdayakan para petani.

"Melalui langkah konsisten ini, BI optimistis dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:17 WIB

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:22 WIB

BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah

BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:06 WIB

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:48 WIB

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:54 WIB

Rupiah Tembus Rp17.437, Bank Indonesia : Semua Mata Uang Negara Berkembang Melemah

Rupiah Tembus Rp17.437, Bank Indonesia : Semua Mata Uang Negara Berkembang Melemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:36 WIB

Terkini

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:05 WIB

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:51 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:26 WIB

Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram

Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:23 WIB

IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis

IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:23 WIB

Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing

Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:19 WIB

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:11 WIB

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Update Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:09 WIB

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bisa Pangkas Ribuan Lapangan Kerja, Ini Kata Said Iqbal

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:04 WIB

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:56 WIB

×