Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 18 Mei 2026 | 07:48 WIB
Wall Street Rontok Setelah Pertemuan Donald Trump dengan Xi Jinping
ilustrasi indeks saham Wall Street yang melemah setelah pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping. [Unsplash].
  • Wall Street melemah pada 16 Mei 2026 akibat aksi ambil untung investor pada sektor saham teknologi global.
  • Lonjakan imbal hasil obligasi AS dan kenaikan harga minyak dunia menekan kinerja seluruh indeks pasar saham.
  • Pertemuan antara Presiden AS dan China tidak menghasilkan terobosan signifikan sehingga mengecewakan ekspektasi para pelaku pasar.

Suara.com - Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 16 Mei 2026 waktu Amerika Serikat. Pelemahan ini setelah investor melakukan aksi ambil untung di saham-saham teknologi di tengah lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan minimnya terobosan dari pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping.

Mengutip laporan CNBC, semua indeks wall street mengalami kemorosotan, seperti indeks S&P 500 turun 1,24 persen ke level 7.408,50.

Kemudian, Nasdaq Composite anjlok 1,54 persen dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 537,29 poin atau 1,07 persen ke posisi 49.526,17.

Tekanan terbesar datang dari saham-saham teknologi yang sebelumnya reli cukup tinggi berkat euforia kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Saham Intel merosot lebih dari 6 persen, sedangkan Advanced Micro Devices turun 5,7 persen.

Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. [Pexels].
Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. [Pexels].

Kemudian saham Micron Technology dan Nvidia masing-masing terkoreksi 6,6 persen dan 4,4 persen. Adapun saham Cerebras Systems jatuh 10 persen setelah sehari sebelumnya melonjak 68 persen saat debut di Nasdaq.

“Grup ini telah menyaksikan pergerakan yang sangat tidak berkelanjutan dalam beberapa minggu terakhir dan tetap rentan terhadap aksi ambil untung terlepas dari berita utama,” kata Adam Crisafulli dari Vital Knowledge seperti dikutip CNBC, Senin (18/5/2026).

Di tengah pelemahan sektor teknologi, saham Microsoft justru menjadi pengecualian. Saham Microsoft naik 3 persen setelah investor miliarder Bill Ackman mengungkapkan bahwa Pershing Square telah membangun posisi investasi di perusahaan tersebut.

Selain aksi profit taking, pasar saham juga tertekan oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi tenor 30 tahun bahkan sempat menembus 5,1 persen setelah serangkaian data ekonomi menunjukkan inflasi kembali meningkat.

Kondisi tersebut diperparah dengan kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 4,2 persen menjadi 105,42 dolar AS per barel, sedangkan minyak Brent menguat 3,35 persen ke level 109,26 dolar AS per barel.

Kenaikan harga minyak terjadi setelah Trump menyatakan kepada Fox News bahwa dirinya tidak akan lebih sabar lagi terhadap Iran dan menegaskan bahwa negara tersebut harus membuat kesepakatan.

Investor juga kecewa dengan hasil pertemuan Trump dan Xi Jinping karena tidak menghasilkan kesepakatan besar baru. Salah satu yang menjadi sorotan ialah kesepakatan pembelian pesawat Boeing oleh China yang dinilai di bawah ekspektasi pasar.

Saham Boeing kembali melemah 3,8 persen pada perdagangan Jumat setelah sehari sebelumnya juga ambles hampir 5 persen. Investor menilai jumlah pembelian 200 jet Boeing oleh China tidak jauh berbeda dari proyeksi sebelumnya.

Meski demikian, secara jangka panjang sentimen pasar disebut masih cukup optimistis, terutama terhadap sektor AI. Namun sejumlah analis mulai mengkhawatirkan reli pasar yang terlalu bergantung pada saham teknologi raksasa.

“Rasanya tidak tepat untuk mengatakan bahwa teknologi akan terus memimpin selamanya,” ujar manajer portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini

IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:17 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:16 WIB

Terkini

DPR Sebut Hanya Orang Kaya yang 'Pakai Dolar', Data BPS Justru Berkata Lain

DPR Sebut Hanya Orang Kaya yang 'Pakai Dolar', Data BPS Justru Berkata Lain

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:46 WIB

IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini

IHSG Bakal Tertekan Konflik Global, Simak Rekomendasi Saham yang Cocok Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:17 WIB

Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya

Harga Emas Berpotensi Melemah saat Kurs Rupiah Anjlok, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:40 WIB

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:05 WIB

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB